benteng legogjawa dan jalur manggarai padalarang adakah hubugannya

Hubungan Benteng Legogjawa dan Jalur Manggarai Padalarang

Benteng Legogjawa seperti terlupakan begitu aja. Terletak di segmen Tagog Apu-Cipatat menimbulkan pertanyaan adakah hubungan dengan Jalur Kereta Manggarai Padalarang?

Pendahuluan

Sebuh bangunan bersejarah ditemukan di kawasan terpencil sekitar segmen Tagog Apu-Cipatat yang merupakan bagian dari Jalur KA Manggarai Padalarang. Sebuah benteng kecil yang telah terbengkalai cukup lama.

Di sekitarnya banyak ditumbuhi rumput liar dan pepohonan. Seolah makin mempertegas kesan angker benteng tersebut. Meski pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkannya sebagai situs cagar budaya.

Tersiar kabar segmen tersebut akan ditutup permanen karena lintasannya terlalu ekstrem. Jalur KA Manggarai Padalarang direncanakan akan direrouting via Sasaksaat. Nah kabar ini seolah makin memperparah kondisi bangunan bersejarah ini. Walaupun bisa aja tertolong Kereta Cepat Whoosh.

Benteng Legogjawa Kecil Tapi Bersejarah

Bangunan yang dimaksud ialah Benteng Legogjawa. Bila dilihat sekilas tergolong kecil. Nggak bisa dibandingkan benteng lainnya.Terlebih sekelas Vreideberg Jogja dan Vastenberg Solo. Dari sisi ukuran ini masuknya benteng satelit atau cabang.

Benteng Legogjawa Dekat Jalur KA Manggarai Padalarang

Berdiri kokoh nggak jauh dari Jalur KA Manggarai Padalarang di segmen Tagog Apu-Cipatat. Ini merupakan lintasan ekstrem dengan kemiringan 40 per mil. Melebihi lintas Priangan Timur. Faktor keselamatan membuat segmen ini belum jelas hingga sekarang.

Jalur KA Manggarai Padalarang adalah yang pertama menghubungkan Jakarta dan Bandung. Awalnya dibangun oleh NISM sampai dengan Bogor. Pada tahun 1881 pembangunan dilanjutkan ke Sukabumi, Cianjur, dan Bandung. Dioperasikan tahun 1884.

Selain itu jalur bersejarah ini juga yang pertama menghubungkan Jakarta dan Surabaya. Juga dikenal sebagai Jalur Trans Jawa generasi pertama. Pembangunan dilandasi dua kepentingan yakni ekonomi dan militer.

Kepentingan Militer Dibalik Benteng Legogjawa

Keberadaan benteng Legogjawa di petak ekstrem ini menimbulkan pertanyaan. Adakah hubungannya dengan Jalur KA Manggarai Padalarang? Boleh jadi bila merujuk pada dua faktor tadi, benteng ini sarat dengan kepentingan militer pemerintah kolonial.

Pihak militer tentu membutuhkan sarana yang efektif dan efisien. Kereta Api sangat mendukung tujuan tersebut. Jadi cocoklah bila benteng dibangun nggak jauh dari jalur kereta api.

Segalanya Penuh Dengan Misteri

Pertanyaan lainnya ialah kapan benteng Legogjawa dibangun? Ini juga masih misterius. Boleh aja kita berasumsi bahwa itu dibangun bersamaan dengan Jalur KA Manggarai Padalarang. Untuk tujuan mobilitas militer tadi.

Misteri lainnya mungkin terkait dengan trase yang dipilih oleh Staats Spoorwegen (SS). Mengapa harus membangun lintasan ekstrem sampai lebih dari 40 per mil? Inipun masih menimbulkan pertanyaan hingga kini. Sama juga dengan benteng didekatnya.

Apakah juga ada faktor ekonomi yang mendasarinya? Bisa jadi iya. Mengingat Tagog Apu merupakan pegunungan kapur. Disitu menghasilkan bahan baku untuk membuat semen. Bahkan Stasiun Tagog Apu sebetulnya punya percabangan ke pabrik kapur.

Apakah Benteng Legogjawa berkaitan dengan Pabrik Kapur? Nah ini misteri terakhir yang menyelimuti. Secara itu merupakan komoditas penting untuk menunjang pembangunan infrastruktur pemerintah kolonial. Sehingga adanya benteng untuk meningkatkan keamanan sarana penunjang ekonomi di sana.

Terancam Semakin Terbengkalai

Sayang peninggalan sejarah ini sekarang terbengkalai. Sama juga dengan petak ekstrem 40 per mil antara Tagog Apu dan Cipatat. Masyarakat memang banyak yang menginginkan segmen ini diaktifkan lagi agar Bandung dan Bogor bisa terhubung jalur kereta api lagi.

Namun pihak DJKA telah melakukan kalkulasi ulang dan mempersiapkan alternatif shortcut ke Cilame via Sasaksaat. Bila itu terealisasi maka Jalur KA Manggarai Padalarang otomatis trasenya berubah. Hal yang akan membuat kondisi Benteng Legogjawa boleh jadi makin terbengkalai dan ngenesi.

Harusnya Dipugar dan Bisa Dibantu Kereta Cepat Whoosh

Benteng ini harusnya dipugar. Sehingga nggak lagi menimbulkan kesan angker dengan berbagai misteri yang masih menyelimuti keberadaannya. Biar gimanapun juga ini adalah warisan sejarah. Juga telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

Beroperasinya kereta cepat Whoosh telah membuat pariwisata di Kabupaten Bandung Barat menggeliat. Andai benteng ini dipugar dan dijadikan destinasi wisata sejarah, bisa aja dibantu Kereta Cepat Whoosh.

Kesimpulan

Benteng Legogjawa berada nggak jauh dari petak Tagog Apu dan Cipatat. Bagian dari Jalur KA Manggarai Padalarang. Kapan berdirinya masih menimbulkan misteri. Seperti juga alasan Staats Spoorwegen (SS) memilih petak ekstrem 40 per mil itu.

Ditambah lagi keberadaan pegunungan kapur yang jadi potensi ekonomi. Sayang seperti juga jalur rel keretanya, benteng itu terbengkalai. Akan semakin parah bila trasenya jadi dipindah ke Sasaksaat.

Udah seharusnya bangunan bersejarah ini dipugar dan jadi destinasi wisata. Apalagi dengan adanya Kereta Cepat Whoosh itu bisa membantu.

Galeri Foto

Pembahasan Khusus Benteng Legokjawa

Bagi kamu yang menginginkan topik khusus tentang Benteng Legogjawa dan foto yang lebih banyak, bisa ke sini Peninggalan Sejarah yang Terlupakan. Di situs Manglayang ID.