Blog Kereta Api Bandung Reborn

Blog Kereta Api Bandung (Reborn) ?

Apakah Blog Kereta Api Bandung telah terlahir kembali ? Setelah Mugen ID menjadi Cafe Kereta Api Bandung? Perpaduan antara literasi seputar kereta api dan usaha kedai kopi rumahan. Kalopun iya jelas bentuknya sangat berbeda jauh dengan yang terdahulu

Keberadaan situs atau blog yang khusus membahas seputar perkeretaapian di satu sisi memang bukanlah barang baru. Khususnya di lingkungan Manglayang ID. Di tahun 2015 misalnya pernah dibuat halaman khusus dengan judul Tiket Kereta Api Bandung.

Blog Kereta Api Bandung dulu penopang Manglayang Tour

Nah disitu isinya memang banyak jualan tiket kereta api yang rutenya dari dan ke Bandung Raya. Dimana waktu itu dengan 3 (tiga) stasiun keberangkatan utama yakni Stasiun Bandung, Stasiun Cimahi dan Stasiun Kiaracondong. Juga titik lainnya selama masih berada di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung.

Namun keberadaannya hanya setahun saja. Di tahun 2016 hingga pertengahan 2017 konten kereta api mengisi 98% situs Manglayang Tour (brand lama Manglayang ID). Nggak hanya itu tiket kereta api memberi kontribusi banyak berupa pemasukan ke kas usaha.

Itulah masa-masa kejayaan Manglayang Tour. Dengan tiket kereta api online dan Rihlatul Ilmi-nya. Situs dibuat sedemikian rupa dengan tema kereta api. Meski nggak menutup pintu untuk moda transportasi yang lain.

Blog Kereta Api Bandung Dimunculkan Lagi di 2017

Pada tanggal 1 Juni 2017 dibuatlah brand baru yang serupa dengan Tiket Kereta Api Bandung sebelumnya. Hanya saja ini seolah-olah tak ada kaitannya sekalipun secara fisik berasal dari rahim Manglayang Tour.

Brand tersebut sebetulnya udah direncanakan lama. Pasalnya ada keinginan untuk membuat semacam bulletin online dengan pembahasan khusus kereta api. Pada periode awal, keberadaan blog baru itu lancar-lancar saja.

Ciri khas Manglayang Tour seperti nggak ada foto makhluk bernyawa (orang, binatang dan semisal) tetap dipertahankan di sana. Bahkan ketika mulai merambah Channel YouTube video-video awal itu nggak pakai musik sama sekali.

Masa-Masa Kelam Sepanjang 2019

Namun semuanya berubah di tahun 2018. Mulai dari salah satu konten YouTube yang menggunakan background musik. Dari situlah konten vlog mulai full music. Konten fotopun sama. Sensor foto makhluk bernyawa perlahan mulai pudar sehingga kita bisa melihat 1001 wajah manusia.

Puncaknya terjadi di akhir tahun 2018. Ketika sebuah entitas (brand) yang semula hanya sekedar blog untuk berbagi pengetahuan dan edukasi lantas berubah haluan 180 derajat menjadi komunitas pecinta kereta api kekinian.

Hingga memasuki tahun 2019 penyimpangan itu bukannya teratasi tapi malah semakin menjadi. Sampai membentuk sebuah aliansi dengan komunitas serupa di luar Bandung. Dengan tagline “inspirasi pecinta kereta jaman now”.

Hilangnya bimbingan syariat seperti pada masa-masa kejayaan Manglayang Tour sangat terasa. Semakin jauh dari bimbingan para ustadz dan pondok pesantren. Sementara Manglayang Tour sudah lekat dengan predikat “travel nya santri”. Sebaliknya justru semakin terjerumus lebih dalam bersama brand 1617 itu.

Brand 1617 menjelma menjadi sebuah komunitas dalam komunitas. Nggak hanya itu sampai membanggakan jumlah anggotanya yang terbanyak diantara komunitas lainnya dalam satu aliansi itu. Padahal jumlah besar yang dibanggakan justru merupakan satu malapetaka (mudharat).

Brand 1617 Bubar dan Manglayang Tour Kembali

Dan benar saja, dimulai dari banyaknya konflik internal, Brand 1617 akhirnya dibubarkan pada 17 November 2019. Pembubaran itu tentu menghidupkan lagi Manglayang Tour. Sebuah usaha yang telah tenggelam nyaris 2 tahun lamanya.

Selang sebulan giliran aliansinya bubar karena para anggota menolak untuk dikelola Manglayang Tour. Meski aliansi berstatus sebagai “cucu” Manglayang Tour. Daripada pusing opsi suntik matipun diambil.

Hal tersebut dilakukan tak lepas dari Manglayang Tour yang mulai menyusun dan menjajaki program-program pariwisata dan strategi untuk kembali menjual tiket kereta api online. Bahkan ditambah tiket bus dan tiket pesawat.

Mengurusi sesuatu yang nggak penting seperti itu malah akan banyak menyita waktu. Apalagi menurut perhitungan ketika itu, akhir Februari 2020 harus sudah mulai membuka pemesanan tiket kereta api Lebaran.

Blog Kereta Api Bandung Dibayangi Trauma

Ada satu hal yang agak pelik diawal-awal kembalinya Manglayang Tour. Sebetulnya kami sangat ingin menghadirkan konten-konten kereta api seperti pada tahun 2016. Pasca penutupan Tiket Kereta Api Bandung. Namun di sisi lain seperti dibayang-bayangi oleh periode kelam sebelumnya.

Sedangkan tiket kereta api merupakan penyokong utama Manglayang Tour. Pastinya harus berdampingan dengan blog Kereta Api Bandung sebagai media literasi. Jadi nggak hanya sekedar jualan. Tapi juga ada edukasinya. Namun bayang-bayang trauma akan Brand 1617 dan aliansinya membuyarkan itu semua.

Pandemi Covid-19 Membuyarkan Semuanya.

Nggak cukup hanya dibuyarkan oleh trauma masa lalu. Pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia pada Maret 2020 dan berujung “lockdown” sebulan kemudian ikut membuyarkan rencana-rencana yang telah disusun oleh Manglayang Tour sebelumnya.

Harusnya panen tiket kereta api Lebaran, yang ada malah ambyar dan pelanggan minta refund uang tiket. Waktu itu juga banyak yang statusnya waiting list untuk kereta tambahan. Namun karena pemerintah melarang mudik lebaran mau nggak mau semua uang tiket harus dikembalikan.

Ya, bisa dibilang ambyar kuadrat. Trauma masa lalu ditambah Pandemi Covid-19 mengancam eksistensi Manglayang Tour. Apalagi pandemi itu ternyata sangat memukul sektor Pariwisata dan Transportasi. Bahkan banyak juga yang harus tutup setelah didahului PHK besar-besaran.

Rebranding, Survival Mode dan Kelahiran Mugen ID

Supaya nggak menyusul rekan-rekan yang gulung tikar itu, langkah survival pun diambil. Tahap pertama melakukan rebranding Manglayang Tour menjadi Manglayang ID. Dimana tujuannya adalah supaya nggak hanya terpaku dengan jasa pariwisata tapi juga memungkinkan untuk jenis usaha lainnya.

Hadir Lagi Cuma Sekarang Beda Banget

Pada bulan Maret 2021 langkah survival itu akhirnya terealisasi dalam wujud Manglayang ID Coffee. Inilah cikal bakalnya Mugen ID sekarang. Dari situ kemudian menjadi Manglayang ID Food and Beverages (FNB).

Barulah jelang akhir 2021 FNB dan ShopNow (Online Shop) digabung ke dalam entitas baru Bernama Mugen Train Bandung. Seiring berjalannya waktu Mugen Train Bandung dirubah namanya menjadi Mugen ID.

Selanjutnya ialah membuat konsep dan tema untuk usaha kuliner itu. Sekian lama mencari tema akhirnya dipilihlah Kereta Api. Sedangkan konsepnya sendiri adalah kedai rumahan. Sejalan dengan tempat usahanya di rumah.

Tema kereta api otomatis menjadikan Mugen ID sebagai Cafe Kereta Api Bandung. Meski demikian konsep kedai rumahan tetap dipakai. Ya anggap aja kafe kecil semisal kafe-kafe gaul yang pernah trend ketika krisis ekonomi 1998.

Blog Kereta Api Bandung Kembalinya Literasi Perkeretaapian

Dipilihnya tema Cafe Kereta Api Bandung, otomatis di situs Mugen ID akan ada konten-konten kereta api. Nah dari situ jelas bahwa literasi seputar dunia sepur telah kembali setelah 2 tahun tenggelam. Bayang-bayang trauma di tahun 2018-2019 kini telah hilang. Gimanapun juga ya harus move on. Lupakan masa lalu.

Untuk ketiga kalinya Blog Kereta Api Bandung kembali hadir di Manglayang ID Group. Namun jelas ada perbedaan sangat mencolok dengan para pendahulunya. Nggak usahlah membandingkan dengan Brand 1617. Jauh banget itu bak bumi dan langit.

Dengan Tiket Kereta Api Bandung pun udah beda. Karena di sini bentuknya murni literasi persepuran. Untuk mendukung cafe kereta api Bandung. Dari tema itu membuahkan tiga aktivitas utama yakni: Belanja, Literasi, dan Ngopi.