Double Track Bandung Dari Atas KA Lokal

Double Track Bandung dari KA Lokal (Trip Report)

Trip report sedikit berbeda. Melihat progress terkini Double Track Bandung. Dari Stasiun Kiaracondong sampai Cicalengka. Sepaket dengan itu juga revitalisasi stasiun di sepanjang koridor tersebut. Nantinya akan mempercepat mobilitas KA Lokal Bandung Raya.

Trip report rasa inspeksi. Demikianlah ngetrip edisi 21 Agustus 2022 kali ini. Masih naik KA Lokal Bandung Raya. Menyaksikan sebuah proyek pengembangan transportasi berbasis rel di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

Jalur kereta api Bandung Raya secara wilayah administratif aslinya mulai dari Cikadongdong atau sisi timur Jembatan Cisomang dan berakhir di Lebakjero. Selain Cikadongdong ada lagi sisi lain dari Rajamandala. Baik Cikadongdong dan Rajamandala keduanya berada di Kabupaten Bandung Barat.

Hanya saja untuk rangkaian kereta api-nya telah dijalankan KA Lokal Bandung Raya mengambil rute Padalarang-Cicalengka. Dimana jalur tersebut berada di area urban yang lebih ke perkotaan. Sementara Cikadongdong dan Rajamandala masih tergolong daerah pinggiran. Lebih kampung gitu lah ya. Sama juga Lebakjero di Kabupaten Bandung.

Jalur kereta api perkotaan idealnya memiliki dua jalur atau double track. Namun sayangnya jalur ganda di jalur perkotaan Bandung Raya cuma di lintas Padalarang-Kiaracondong. Setelahnya bahkan hingga ke Kroya di Jawa Tengah masih single track.

Keberadaan single track dan sistem persinyalan mekanik menjadi kendala tersendiri bagi percepatan mobilitas komuter yang dilayani KA Lokal Bandung Raya. Belum lagi jalur itu dipakai rangkaian KAJJ ke arah Timur. Saat KAJJ masuk maupun berangkat Bandung mau nggak mau lokalan harus mengalah.

Double Track Bandung dan Peningkatan Sistem Sinyal

Adanya single track jelas menghambat mobilitas komuter. Jadwal perjalanan KA Lokal Bandung Raya yang sangat diandalkan pun intervalnya sangat panjang. Bisa sampai 30 menit lebih. Padahal idealnya paling lama 15 menit. Itu jika mengacu pada standard layanan MRT Jakarta dan perkeretaapian urban secara umum.

Karena itu dibuatlah double track Bandung di lintas Kiaracondong-Cicalengka. Sistem persinyalannya ikut ditingkatkan jadi electric. Terutama mulai dari Stasiun Cimekar hingga Stasiun Cicalengka. Dimana persinyalannya masih gunakan mekanik.

Ngomong-ngomong soal sistem persinyalan di Daop 2 Bandung. Ini agak unik ya, Stasiun Bandung sebagai stasiun terbesar telah menggunakan electric sejak pertengahan 1960-an. Bahkan waktu itu jangankan stasiun lain di Bandung Raya, Stasiun Gambir dan Stasiun Jakarta Kota masih pada mekanik.

Saat ini untuk lintas barat sampai Stasiun Padalarang telah menggunakan persinyalan electric seluruhnya. Kecuali jalur khusus Ciroyom gunakan mekanik. Dikendalikan langsung dari Stasiun Ciroyom. Sedangkan di timur baru nyampe Stasiun Gedebage. Selebihnya ya mekanik. Makanya bersamaan pembangunan Double Track Bandung, sinyal pun ikut ditingkatkan.

Proses Pembangunan Double Track Bandung Saat Ini

Trip Report tanggal 21 Agustus 2022 seperti biasa dimulai dari Stasiun Bandung. Menggunakan KA Lokal Bandung Raya. Dari Bandung ke Kiaracondong sih nggak usah banyak dibahas ya. Begitu-gitu aja nggak terlalu istimewa. Jadi kita akan mulai bahas dari Stasiun Kiaracondong sebagai titik permulaan.

Jalur Baru Dekat Balai Yasa dan Progres Arah Timur

Stasiun Kiaracondong merupakan stasiun besar kedua di Kota Bandung. Disini melayani perjalanan semua kereta api, kecuali KA Argo Wilis dan KA Pangandaran (ketika masih reguler sebelum Pandemi). Stasiun ini telah ada sejak zaman kolonial. Namun sisa bangunan aslinya nyaris nggak ada sama sekali.

Jadi bangunan saat ini baik sisi utara maupun selatan semuanya bukan warisan kolonial. Meski nggak bisa dibilang 100% gedung baru juga. Kecuali satu yang beneran baru pintu masuk sisi selatan. Di sini ada Balai Yasa Jembatan dan percabangan ke sejumlah titik yang telah non-aktif.

Di sisi barat Stasiun dan JPL telah disiapkan lahan untuk penambahan rel. Bisa jadi ini untuk mengakomodasi langsiran Kereta Ekonomi yang terminusnya di sini. Juga kode keras JPL saat ini akan ditutup seperti di Stasiun Jakarta Pasar Senen.

Lanjut ke Timur Stasiun, reruntuhan bangunan yang beberapa bulan lalu masih ada kini telah benar-benar rata dengan tanah. Bahkan hingga ke JPL Parakan Saat. Selepas itu baru sebatas pengerasan lahan karena banyak didominasi area persawahan. Terus sampai ke Gedebage.

Stasiun Gedebage Dibangun Lagi

Untuk area Gedebage, jalurnya berpindah jadi di sisi selatan atau kanan kereta arah Cicalengka. Nggak hanya itu, Stasiun Gedebage tengah dibikin bangunan baru untuk layanan penumpang. Bisa jadi nantinya saat semua telah siap stasiun ini akan dibuka lagi. Melayani penumpang KA Lokal Bandung Raya. Mungkin juga KA Garut Cibatuan.

Blok Gedebage – Haurpugur.

Di sini boleh dibilang double track telah terpasang. Namun baru bisa dilewati satu jalur saja. Untuk jalur satunya, jalur eksisting, akan dilakukan penggantian rel lebih dulu. Meskipun telah menjadi double track, namun pola operasionalnya masih single track.

Terlihat sejumlah persinyalan electric juga telah dipasang. Hanya saja karena polanya masih pola lama, sinyal baru itu belum bisa dioperasikan. Sehingga masih tetap pakai mekanik. Setidaknya sampai semuanya siap.

Gimana dengan revitalisasi stasiun? Seperti pembahasan sebelumnya, kini sedang dibangun Stasiun Cimekar Baru di dekat lokasi stasiun eksisting. Posisi diibaratkan Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City. Kelebihannya, Stasiun Cimekar Baru lebih mudah dan dekat ke Masjid Al Jabbar. Juga lebih mengakomodasi perumahan seperti Summarecon.

Stasiun Rancaekek masih memanfaatkan stasiun eksisting. Bangunan baru udah jadi di sisi selatan. Sedangkan bangunan lama akan tetap dipertahankan. Mengingat itu termasuk cagar budaya. Masih peninggalan Belanda.

Untuk Stasiun Haurpugur, selama ini kita taunya ini lebih mirip halte. Meski nggak sekecil Gadobangkong. Nah disini juga dibangun stasiun baru di sebelah barat stasiun eksisting. Nggak ada pemisah sebagaimana di Cimekar. Progresnya boleh dibilang 55%-60%. Sementara layanan penumpang masih di eksisting.

Di sini jalur 1-nya ditutup karena pemindahan lintasan ke jalur yang baru. Penumpang yang hendak naik ke rangkaian kereta melewati jembatan semi permanen. Intinya masih ada proses pembangunan di sini.

Mulai Merambah Stasiun Cicalengka.

Kabar baiknya, Double Track Bandung mulai merambah Cicalengka Area. Dari Haurpugur aja mulai ada pengurukan arah timur. Nah di Cicalengka, lokasi Tiber yang kerap jadi spot favorit mulai dilakukan proses pengerasan tanah. Maklum namanya tanah sawah pastinya gembur. Jadi perlu dikeraskan untuk dibangun rel di atasnya.

Menjelang masuk Stasiun Cicalengka pun sama. Sisi kiri arah stasiun tersebut mulai diratakan. Berbagai alat mulai ditaruh di sana. Di Stasiun-nya sendiri proses pembangunan itu mulai dilaksanakan. Nah siapapun yang duduk di gerbong belakang akan menyaksikan proses tersebut. Begitupula yang naik di gerbong depan arah barat.

(Sebenarnya) Transit Dulu Stasiun Cimekar

Trip Report 21 Agustus 2022 sebetulnya nggak langsung ke Stasiun Cicalengka. Namun transit dulu di Stasiun Cimekar. Karena akan melihat progress pembangunan Stasiun Cimekar Baru. Tentunya sekaligus merevisi konten lama yang menyebut Dekat Masjid Al Jabbar.

Nah orang awam akan menganggap kalo dekat berarti di depannya percis. Nyatanya nggak demikian. Stasiun Cimekar Baru dan Eksisting malah sebelahan. Cuma dipisahkan JPL aja. Bisa jadi nanti keduanya akan tetap beroperasi. Apalagi ada perbaikan sejumlah fasilitas di stasiun eksisting.

Dari Cimekar barulah perjalanan lanjut ke Cicalengka dan setelahnya langsung kembali lagi ke Stasiun Bandung. Untuk foto-foto di Cicalengka Area dan Haurpugur Area semuanya diambil dalam perjalanan balik kanan ke Bandung. Begitu juga jalur tambahan dekat Balai Yasa Kiaracondong.

Nggak lupa juga menambah Tegaluar Area. Dipo Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dioperasikan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Posisinya berada di petak antara Cimekar dan Rancaekek.

Apakah nantinya akan diintegrasikan dengan jalur eksisting? Belum tau juga ya. Kalopun ada integrasi itu di Padalarang. Yang penting Double Track Bandung jadi dulu supaya perka Lokal bisa ditambah dan intervalnya bisa lebih diperpendek.

Itulah tujuan dibangun Double Track Bandung. Mempersingkat interval dan menghindari adanya persilangan dan susulan dengan KAJJ di sepanjang lintas Kiaracondong-Cicalengka. Walaupun mungkin masih akan terjadi di Stasiun Cicalengka.

Double Track Bandung untuk saat ini hanya akan berakhir di Stasiun Cicalengka. Nah ke Timur-nya, Nagreg dan Lebakjero, masih tetap single track. Terlebih disitulah mulainya lintasan ekstrem Priangan Timur.

Galeri Foto