Eendaagsche Express Mbah Nya KA GBMS

Eendaagsche Express Mbah nya KA GBMS

Ternyata dulu mbahnya aja, Eendaagsche Express, udah kereta elite. Makanya nggak heran kalo sekarang KA Gaya Baru Malam Selatan jadi kereta gedongan. Berikut pembahasannya.

Banyak keluhan khususnya di tahun 2019 kenapa tiket KA Gaya Baru Malam Selatan rute Jakarta Pasar Senen – Surabaya Gubeng kok naiknya bisa drastis banget. Padahal selama masih bersubsidi tarifnya Rp 110 ribu/pax.

Kenaikan tarif memang karena nggak lagi disubsidi. Selain itu juga terjadi rehab pada kereta ekonomi yang digunakan Gaya Baru Malam Selatan. Sebelumnya bahkan udah ditambahi kereta eksekutif.

Maka wajarlah bila sang legenda berubah dari kereta rakyat jadi gedongan. Nah bila dirunut sejarahnya. Terlebih di era kolonial dulu ternyata kereta ini awalnya adalah kereta elite. Jadi secara garis keturunan pun udah begitu.

Pembahasan tentang KA Gaya Baru Malam Selatan juga masih berlanjut. Kali ini kita akan membahas tentang asal usul kereta gedongan ini. Khususnya awal mula di era kolonial Belanda.

Masalah Staats Spoorwegen (SS)

Jalur kereta api Jakarta Surabaya sejatinya telah tersambung sejak 1894. Konektivitas kedua kota juga menjadi sedikit lebih cepat pasca selesainya lintas Karawang-Padalarang tahun 1906.

Namun perjalanan kedua kota secara keseluruhan dinilai masih memakan waktu sekitar 2 hari. Bukan hanya kudu melintas Priangan dan belum siapnya sarana untuk dinas malam hari.

Lebih dari itu masih adanya ritual pindah kereta di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan. Dimana penumpang Staats Spoorwegen (SS) mesti pindah ke kereta NIS agar bisa melewati Lintas Kereta Api Mataram dengan gaunge 1.435 mm.

Perpindahan seperti ini juga terjadi di Buitenzorg hingga tahun 1906. Jadi meskipun telah tersambung rel kereta api, konektivitasnya masih terhambat jalur kereta api milik NIS di segmen Batavia-Buitenzorg dan Vortensalden (Jogja-Solo)

Jalur Cirebon dan Lintas Kereta Api Mataram SS

Tahun 1912-1917 dibangun jalur kereta api Cikampek-Cirebon-Kroya. Tentunya pembangunan jalur baru ini bisa mempersingkat waktu tempuh antara Batavia dan Surabaya.

Disusul pembangunan lintas Kereta Api Mataram oleh SS pada 1925. Meskipun sebelumnya di 1889 pihak NIS telah memasang batang rel tambahan untuk mengakomodir kereta SS. Namun kapasitasnya masih terbatas.

Rel kereta api SS dengan lebar gaunge 1.067 mm itu berada di sebelah rel NIS (1.435 mm). Sebenarnya lintas kereta api Mataram dengan kondisi begini telah menjadikannya double track.

Kereta Ekspres Pertama: Eendaagsche Express

Tahun 1929 jalur baru itu resmi beroperasi. Tepat 1 November 1929 Staats Spoorwegen (SS) meluncurkan KA Eendaagsche Express dengan rute Batavia-Surabaya via Purwokerto.

Ini adalah layanan kereta ekspres pertama di Indonesia. Langsung melintas jalur Cikampek – Purwokerto – Kroya tanpa melewati jalur pegunungan di Priangan yang bisa memakan waktu tempuh cukup lama.

Waktu itu juga Staats Spoorwegen (SS) kedatangan lokomotif SS 1600 alias CC 50. Lokomotif uap tercepat dan bertenaga kala itu. Loko ini jadi bagian dari Eendaagsche Express khususnya di segmen Prupuk-Purwokerto

Lokomotif lain yang digunakan diantaranya SS700 (C50) untuk segmen Batavia-Cirebon-Prupuk dan segmen Kroya hingga Surabaya menggunakan loko SS 1000 (C53).

Untuk pertama kalinya Batavia dan Surabaya bisa ditempuh dalam waktu sehari. Tentunya beda dengan sebelumnya yang bisa 2 hari lantaran harus transit dan masih melewati Priangan.

Keberangkatan dari Bandung

Nggak hanya dari Batavia melalui Weltevreden (sekarang Stasiun Gambir), Eendaagsche Express juga menyediakan keberangkatan dari Bandung. Dimana kedua kereta bertemu dan digabungkan di Stasiun Kroya.

Di sini Staats Spoorwegen (SS) ikut menyelaraskan jadwal perjalanan kereta api lainnya dengan Eendaagsche Express. Terutama untuk mengakomodir penumpang seperti dari Garut, Pangandaran, dan Cilacap.

Selain itu juga menyediakan alternatif perjalanan transit via Stasiun Cikampek dengan lebih dulu naik kereta ekspres tujuan Batavia. Bahkan tiket Eendaagsche Express bisa dipesan 6 hari sebelum keberangkatan.

Hal ini tentu berbeda dengan sekarang. Meskipun ada jadwal perjalanan kereta api yang bisa selaras. Masih banyak juga yang nggak saling mengakomodir. Apalagi KA Argo Parahyangan melintas langsung di Cikampek.

Eendaagsche Express Terhenti Gegara Perang

Sayang keberlangsungan layanan KA Eendaagsche Express harus terhenti akibat Perang Dunia ke-2. Bersamaan dengan kekalahan Belanda atas Kekaisaran Jepang yang mengakibatkan transisi kekuasaan di Nusantara.

Setelah Indonesia merdeka, kereta ini belum lagi bisa operasional karena situasi Perang Kemerdekaan hingga tahun 1949. Barulah setelah Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan tepatnya pada tahun 1951 Eendaagsche Express bisa dioperasikan lagi.

Eendaagsche Express Menjadi Ekspres Siang

Namun situasinya telah berbeda dengan dekade 1930-an. Terutama kecepatan telah mengalami penurunan sehingga waktu tempuh jadi lebih lama. Nama kereta pun lebih dikenal dengan Ekspres Siang.

Berbeda dengan Eendaagsche Express yang hanya melayani rute selatan (ke Stasiun Surabaya Gubeng hingga Surabaya Kota), Ekspres Siang menyediakan rute utara tujuan Stasiun Surabaya Pasar Turi via Semarang.

Sebetulnya di era Eendaagsche sempat diusulkan perjalanan via utara. Namun ada semacam undang-undang yang menyebut bahwa segmen Cirebon-Semarang difokuskan layanan Tram. Apalagi jalur Semarang Poncol dan Tawang baru tersambung 1941.

Balik lagi ke KA Ekspres Siang, selain punya rute utara juga terdapat rute perjalanan Surabaya Kota – Bandung. Jadi masih sama dengan pendahulunya. Pastinya dengan ini masih ada ritual pisah sambung. Bahkan ditambah di Cirebon.

Ekspres Gaya Baru dan Djaja : Berbeda

Memasuki tahun 1965 Ekspres Siang berganti nama jadi Ekspres Gaya Baru. Pola perjalanan masih sama dan masih menyertakan rute jurusan Bandung. Namun situasi politik kala itu ikut mempengaruhi operasionalnya. Bahkan tinggal sisakan satu perjalanan.

Kemdian muncul KA Djaja yang hanya melayani rute Surabaya – Jakarta tanpa menyertakan jurusan Bandung. Kereta ini berdiri sendiri dan nggak ada kaitan sama sekali dengan KA Ekspres Siang apalagi Eendaagsche Express.

Meski demikian ada satu Perka Djaja yang masih digabung dengan Ekspres Siang Bandung. Walaupun itu nggak berlangsung lama. Nah Ekspres Siang Bandung ini masih bertahan hingga 1985 dan menjadi KA Badrasurya.

Operasional KA Djaja berakhir tahun 1971. Sejak itu layanan perjalanan kereta api Jakarta – Surabaya via selatan warisan Eendaagsche Express terhenti. Sebelum muncul KA Gaya Baru Malam Selatan di tahun 1975.

KA Gaya Baru Malam Selatan “cucunya” Eendaagsche Express

Kemunculan KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) sendiri nggak lepas dari Gaya Baru Malam Utara yang telah ada di tahun 1971. Boleh jadi inilah sisa KA Ekspres Siang yang tinggal satu perka gegara situasi politik pertengahan 1960-an.

KA Gaya Baru Malam Selatan masuk dalam kereta unggulan walaupun layanannya kereta ekonomi. Bahkan perkembangan selanjutnya sangat erat dengan image kereta wong cilik. Dengan tarif Rp 110.000,00 itu udah paling murah.

Sayangnya ketika PSO dicabut dan diikuti penambahan kereta eksekutif, tarifnya jadi naik 2x lipat. Bahkan ketika kereta ekonomi direhab jadi ala-ala K3 Kemenhub 80 penumpang imagenya berubah jadi kereta gedongan.

Itu berarti kembali lagi ke habitat asalnya sebagai kereta elite. Secara Eendaagsche Express dulunya nerupakan kereta elite, bahkan ekspres pertama di Indonesia, kini KA Gaya Baru Malam Selatan sebagai satu-satunya keturunan yang tersisa seolah mengembalikan marwah itu.

Kesimpulan

KA Eendaagsche Express diluncurkan setelah seluruh lintas Staats Spoorwegen (SS) tersambung dari Batavia ke Surabaya. Khususnya di segmen Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden) yang asalnya hanya tersedia kereta NIS untuk gaunge 1.435mm.

Ini merupakan kereta ekspres pertama di Indonesia. Kisah selanjutnya ialah mengalami pasang surut akibat Perang Dunia ke-2 dan Perang kemerdekaan. Kemudian berganti nama jadi Ekspres Siang.

Turut terdampak situasi politik pertengahan 1960-an bahkan sempat terjadi vakum. Kiprah sang legenda diteruskan oleh cucunya KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) mulai 1975 hingga kini. Bahkan sejak 2019 marwah sebagai kereta gedongan (elite) telah kembali.

Masih Lanjut Ya

Pembahasan tentang KA Eendagsche Express inSyaaAlloh masih akan berlanjut. Mengingat banyak sekali plot empty di sini. Terlebih bila dibahas satu per satu tentu akan sangat panjang.

Galeri Foto

Referensi

Daftar Foto

  • Kumpulan Penumpang. 2017. Twitter.Com
  • Medarrie Archieve. 2018. Eendaagsche Express. Flickr.Com
  • Potret Lawas. 2017. Twitter.Com
  • Sepurwagen: All About Indonesian Railway. 2015. Menikmati Indahnya Jawa dengan Eendaagsche Express. Sepurwagen.

Daftar Pustaka

  • Historia Kereta Api Indonesia. 2022. Eendaagsche Express, Sang Ekspres Satu Hari Kebanggaan Staatspoorwegen. Roda Sayap.
  • Kartum Setiawan. 2021. Kereta Api di Jakarta Dari Zaman Belanda Hingga Reformasi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas
  • Olivier Johannes Raap. 2017. Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
  • Sepurwagen: All About Indonesian Railway. 2015. Menikmati Indahnya Jawa dengan Eendaagsche Express. Sepurwagen.
  • Yoga Bagus Prayoga dkk. 2017. Kereta Api di Indonesia Sejarah Lokomotif Uap. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher