halte cikoya menyelamatkan ujung kabupaten tangerang

Halte Cikoya : Menyelamatkan Ujung Kabupaten Tangerang

Halte Cikoya saat ini telah diupgrade menjadi stasiun. Dalam rangka mendukung operasional KRL Commuter Line Rangkasbitung. Merupakan ujung Kabupaten Tangerang. Walaupun telah diupgrade, bangunan asli tetap harus diselamatkan meski ditaruh di Museum Kereta Api Ambarawa.

Pendahuluan

Di jalur KRL Commuter Line Rangkasbitung asalnya ada dua halte aktif. Sebelumnya kita telah membahas Halte Cicayur Tangerang. Bangunannya telah berganti menjadi stasiun untuk mendukung operasional KRL Commuter Line. Sekaligus pembangunan Double Track hingga Stasiun Rangkasbitung.

Ternyata masih ada satu halte lagi di lintas yang juga dikenal dengan nama Jalur Kulon ini. Bukan sembarang, halte ini bahkan menjadi batas ujung Kabupaten Tangerang. Selepas halte ini telah memasuki Kabupaten Lebak. Halte manakah yang dimaksud?

Halte Cikoya dan Jalur Kulon

Ini adalah bangunan halte kedua di jalur kulon setelah Halte Cicayur Tangerang. Seolah satu paket makanya sering kali digandeng Halte Cicayur dan Cikoya

Keduanya memang telah diupgrade untuk mendukung jalur ganda dan operasional KRL Commuter Line. Masih merupakan bagian dari jallur Rangkasbitung yang dioperasikan Staats Spoorwegen (SS) tahun 1899.

Halte Cikoya Kurang Layak, Diupgrade Jadi Stasiun

Keberadaan bangunan halte terus bertahan hingga memasuki periode Indonesia Merdeka. Bila dikalkulasi boleh jadi usianya telah ratusan tahun. Namun karena adanya proyek pengembangan Lintas Rangkasbitung menjadi double track dan elektrifikasi, halte ini dinilai kurang layak untuk dipertahankan.

Sebagaimana Halte Cicayur Tangerang sebelumnya, Cikoya juga harus mengalami upgrade menjadi stasiun kelas 3. Sehingga mau nggak mau bangunan aslinya harus dirobohkan lantaran keterbatasan lahan yang tersedia.

Halte Cikoya “Pindah” ke Museum kereta Api Ambarawa

Pengembangannya bersamaan dengan Halte Cicayur Tangerang pada tahun 2012. Walaupun hanya sebuah halte kecil, keberadaannya tetap tak bisa dipisahkan dari sejarah pembangunan dan pengoperasian jalur kereta Jakarta Merak sejak era Staats Spoorwegen (SS). Sebagai peninggalan sejarah udah selayaknya dilestarikan. Walaupun tak lagi melayani aktivitas penumpang.

Hasilnya bangunan asli pun pindah ke Museum Kereta Api Ambarawa. Terhitung sejak 2012 bangunan halte telah berubah fungsi menjadi koleksi museum. Bahkan pindahnya pun jauh sekali ke Kabupaten Semarang. Lagi-lagi karena kurangnya lahan yang tersedia di lokasi asli.

Kesimpulan

Bersama dengan Cicayur, Halte Cikoya merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta Jakarta Merak oleh Staats Spoorwegen (SS) sejak 1899. Seiring dengan berkembangnya waktu, jalur tersebut ditingkatkan jadi double track dan elektrifikasi untuk mendukung KRL Commuter Line Rangkasbitung.

Atas dasar itu bangunan halte pun harus diupgrade jadi stasiun kelas 3 pada tahun 2012. Di tahun yang sama, untuk menyelamatkan asset sejarah perkeretaapian Indonesia, bangunan aslinya dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa untuk jadi koleksi di sana.

Galeri Foto