Halte Ranji Sukabumi Sangat Memprihatinkan

Halte Ranji Sukabumi Sangat Memprihatinkan

Halte Ranji Sukabumi pernah “berjaya” ketika KA Argo Peuyeum beroperasi. Namun pasca pemotongan rute mulailah masa-masa kelam itu datang, bersama dua stasiun di lintas Sukabumi-Lampegan. Meski jalur telah hidup lagi halte tetap tertidur lelap. Kondisinya pun sangat memprihatinkan.

Keberadaan halte menjadi keunikan sendiri di lintas Sukabumi-Cianjur. Terlebih ketika KA Argo Peuyeum masih beroperasi penuh, halte-halte itu tetap setia melayani penumpang. Meskipun ada stasiun lebih besar yang dioperasikan. Dari segi fasilitas, halte memang cuma menyediakan loket, ruang tunggu, dan peron. Kadang ruang tunggu-nya juga nggak terlalu besar.

Jangan harap bisa menemukan toilet di halte. Terlebih di halte-halte kecil yang lebih menyerupai stopplast. Bahkan terkadang hanya ada satu petugas saja disitu yang menjaga loket untuk penjualan tiket go show.

Halte Ranji Sukabumi Sebetulnya Strategis

Ada beberapa halte di wilayah Kabupaten Sukabumi, kebanyakan ada di sisi Daop 1 Jakarta dan semuanya kini telah non-aktif. Satu lagi berada di Daop 2 Bandung. Terletak di petak antara Stasiun Sukabumi dan Stasiun Gandasoli. Tepat di sebelah JPL Jalan Bojong Galin. Halte Ranji Sukabumi adalah satu-satunya halte yang terletak di segmen Sukabumi-Cianjur yang masuk Kabupaten Sukabumi.



Bila dilihat sekilas posisinya cukup strategis. Dulu di jamannya KA Argo Peuyeum halte ini cukup ramai. Banyak yang memilih turun di sini daripada Stasiun Sukabumi yang notabene stasiun besar dengan fasilitas cukup lengkap (meski nggak selengkap di era kolonial dulu).

Namun sayang bencana alam terjadi di tahun 2001. Terowongan Lampegan mengalami ambruk sebanyak 2 kali. Kejadian tersebut otomatis mengganggu operasinal KA Argo Peuyeum sehingga harus memotong rute jadi cuma nyampe Stasiun Lampegan.

Stasiun Sukabumi memang masih tertolong KRD Ekonomi dari Bogor. Namun sayang Halte Ranji Sukabumi bersama Stasiun Gandasoli dan Stasiun Cireungas terpaksa non-aktif sejak saat itu. Bahkan tertidur hingga satu dekade lebih. Berakhir sudah cerita sebuah halte strategis dan cukup ramai.

Tak Tersentuh KA Siliwangi, Kondisinya Bahkan Memprihatinkan

Kondisi Miris Penuh dengan Coretan

Kereta Api Sukabumi mulai bangkit lagi di bulan November 2014 seiring pengoperasian KA Siliwangi rute Sukabumi-Cianjur yang kini telah diperpanjang hingga Stasiun Cipatat. Namun sayang kebangkitan ini ternyata tak menyentuh sedikitpun Halte Ranji Sukabumi bersama halte-halte kecil lainnya di Kabupaten Cianjur.

Dilihat dari tinggi peron pun udah nggak lagi memenuhi standard. Penumpang akan kesulitan naik ke atas kereta. Ditambah lagi kereta hanya berhenti beberapa menit saja.

KA Siliwangi merupakan satu-satunya kereta api yang beroperasi di jalur Sukabumi-Padalarang (terlepas dari segmen Cipatat-Tagog Apu yang belum jelas nasibnya). Sama seperti pendahulunya KA Argo Peuyeum, nggak ada aktivitas susul dan silang untuk kereta ini. Jadwalnya pun hampir selalu tepat waktu.

Kondisi halte Ranji sendiri sebetulnya jauh dari kata layak. Bangunan kayu seukuran warung makan ini kondisinya sangat memprihatinkan. Tertidur pulas selama dua dekade lebih, bangunan yang sebetulnya bersejarah ini telah dipenuhi coretan-coretan pilox atau dengan kata lain jadi bulan-bulanan vandalisme.

Halte Ranji Sukabumi (Mungkin) Tidur Selamanya

Meski Kereta Api Sukabumi telah bangkit, nampaknya hal itu nggak akan berlaku bagi Halte Ranji. Sekalipun di era-Argo Peuyeum rame dan posisinya yang strategis, kecil kemungkinan untuk menghidupkan kembali halte ini. Secara kondisinya aja udah miris. Dipenuhi pilox setelah jadi korban vandalisme sejak berstatus non-aktif pada tahun 2001.

Peluang untuk aktif lagi pun boleh dibilang telah tertutup total. PT. KAI Daop 2 Bandung lebih memilih untuk memaksimalkan dua stasiun yakni Stasiun Gandasoli dan Stasiun Cireungas daripada harus menghidupkan lagi halte ini. Lintas telah kembali berdenyut namun Halte Ranji Sukabumi akan tertidur pulas untuk selamanya. Dalam arti nggak akan dioperasikan lagi untuk melayani penumpang.