jalur kereta karawang cikampek segmen awal menuju priangan barat

Jalur Kereta Karawang Cikampek : Awal Menuju Priangan Barat

Jalur Kereta Karawang Cikampek merupakan awalan dari shortcut menuju Padalarang yang beroperasi 1906. Kini menjadi jalur penting dan dilewati semua kereta penumpang dan angkutan barang

Pendahuluan

Sebetulnya pembangunan shortcut ke Priangan Barat itu mulainya dari Stasiun Karawang. Singkat cerita setelah Staats Spoorwegen (SS) mengakuisisi lintas milik BOS dari Batavia Zuid ke Karawang, mulailah rencana perpanjangan jalur ke Priangan Barat.

Pembangunan jalur baru tujuannya untuk memperpendek konektivitas Jakarta Surabaya yang telah terbangun sejak 1894. Pasalnya waktu tempuh masih sangat lama. Bayangin aja baru Jakarta Bandung 9 jam. Berapa lama yang dibutuhkan untuk sampai di Surabaya?

Jalur Kereta Karawang Cikampek Fase Awal

Tahun 1898 Staats Spoorwegen (SS) membeli jalur Batavia – Karawang dari BOS (Batavia Ooster Spoorweg Matschappij). Sebagai tindak lanjut dari akuisisi tersebut, SS membangun jaringan kereta api di dalam kota Batavia. Bersamaan dengan itu melanjutkan pembangunan hingga Priangan Barat.

Jalur Kereta Karawang Cikampek menjadi lanjutan dari lintas yang udah ada dan diakuisisi dari BOS. Jadi ini adalah fase awal sebelum menembus Priangan Barat lewat Jalur KA Cikampek Padalarang.

Secara keseluruhan jalur baru yang memperpendek waktu tempuh Jakarta Surabaya di sisi Priangan Barat resmi beroperasi tahun 1906. Sejak saat itulah nggak ada lagi ceritanya Jakarta Bandung 9 jam (termasuk transit Buitenzorg).

Jalur Kereta Karawang Cikampek Melewati 3 Stasiun

Segmen ini boleh dibilang pendek. Karena hanya terdapat 3 pemberhentian yakni Stasiun Klari, Kosambi, dan Dawuan. Jika ditambah dua titik awal dan terminus, Jalur Kereta Karawang Cikampek terdiri dari 5 stasiun.

Stasiun Cikampek menjadi yang terbesar di segmen ini. Disinilah dua jalur utama berpisah. Satu merupakan Jalur KA Cikampek Padalarang. Adapun lainnya menuju Cirebon dan nantinya bercabang dua lagi: Jalur KA Cirebon Kroya dan Lintas Pantura.

Ketika awal dibangun oleh Staats Spoorwegen (SS). Boleh jadi ketiga pemberhentian ini statusnya hanyalah halte. Namun seiring berjalannya waktu diupgrade jadi stasiun dan melayani turun naik penumpang hingga kini.

Jalur Utama dan Penting Untuk Semua Layanan

Segmen ini sekarang merupakan jalur utama dan penting untuk transportasi kereta api. Semua layanan menuju Timur pulau Jawa lewatnya sini. Nggak ada lagi yang mengarah selatan melewati Jalur KA Manggarai Padalarang yang legendaris.

Kalopun iya, hanya separuhnya aja dan itupun cuma kereta angkutan semen rute Nambo-Kalimas PP. Jangankan Lintas Pantura dan Jalur KA Cirebon Kroya, bahkan Jalur KA Cikampek Padalarang pun saat ini lalu lintasnya cukup padat.

Balik lagi ke segmen Karawang Cikampek, selain jarak jauh di sini juga dilewati rangkaian Commuter Line seperti Jatiluhur dan Walahar. Ditambah lagi kereta angkutan barang kontainer dan lainnya.

Peranannya semakin vital setelah lintas Pantura dibangun Double Track sampai ke Surabaya. Begitupula Jalur KA Cirebon Kroya telah dibuat Double Track meski sebagian kecil masih single track. Makanya itu sedikit aja hambatan di sini ngaruhnya bisa ke seluruh Perjalanan Kereta Api (Perka).

Kesimpulan

Jalur Kereta Karawang Cikampek adalah fase awal Jalur KA Cikampek Padalarang yang mulai beroperasi 1906. Semula untuk memperpendek waktu tempuh Jakarta Surabaya di sisi Priangan Barat. Jadi nggak ada lagi cerita Jakarta Bandung 9 jam. Segmen ini melewati 3 stasiun: Klari, Kosambi, dan Dawuan.

Sekarang segmen ini adalah jalur penting bagi semua angkutan kereta api. Semua yang mengarah ke Timur Pulau Jawa akan melewati jalur ini. Makanya itu kalo ada sedikit aja hambatan ngaruhnya bisa ke seluruh Perjalanan Kereta Api.

Galeri Foto