jalur kereta semarang purwodadi sepertiga pantura timur

Jalur Kereta Semarang Ngrombo : Sepertiga Pantura Timur

Trip KA Kedungsepur mengarungi Jalur Kereta Semarang Ngrombo sebagai bagian dari lintas pantura timur. Dari saksi bisu tragedi Gubug dan dominasi pemandangan sawah. Ternyata itu baru sepertiga. Bahkan belum nyeberang Bengawan Solo.

Prologue

Pembahasan tentang beberapa stasiun yang terletak di kawasan timur Jalur Kereta Pantura kemarin masih berkaitan dengan Trip Kereta Api Kedungsepur Semarang Ngrombo PP. Semuanya berada di rute dan disinggahi komuter yang masih menggunakan KRD MCW 302 itu.

Ternyata Trip Kereta Api Kedungsepur Semarang Ngrombo itu telah melewati sepertiga Jalur Kereta Pantura Timur. Sejatinya membentang dari Semarang hingga Surabaya.

Jalur Kereta Pantura Timur dan Cadangan Minyak

Jalur Kereta Pantura Timur awalnya bukan prioritas. Sama sekali belum dilirik oleh pemerintah Kolonial. Begitupula NISM yang telah sukses membangun jalur kereta pertama di Indonesia menganggap secara ekonomi kurang menguntungkan.

Daerah ini masih jarang penduduknya, namun semua berubah ketika ditemukan cadangan minyak di daerah Cepu, Kabupaten Blora. Hal ini direspon oleh NISM yang lantas membangun jalur kereta api dari Surabaya ke Gundih yang tentunya terhubung juga ke Semarang.

Sebelumnya dari Semarang ke Stasiun Brumbung Demak telah tersambung rel kereta api yang juga lanjut hingga Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden). Namun kali ini NISM menggunakan lebar spoor 1.067 mm. Berbeda dengan jalur pertama 1.435 mm. Segmen Surabaya – Gundih mulai dioperasikan 1903.

Namun karena adanya kebutuhan akan konektivitas langsung Surabaya ke Semarang tanpa transit, maka pada tahun 1924 NISM membuka jalur baru dari Gambringan ke Semarang dengan spoor 1.067 mm. Mencakup jalur yang dilewati Trip Kereta Api Kedungsepur Semarang Ngrombo PP.

Jalur Kereta Semarang Ngrombo : 2 Stasiun Tertua

Sementara itu untuk segmen Semarang Purwodadi melewati dua stasiun tertua yang telah berdiri sejak 10 Agustus 1867. Keduanya ialah Stasiun Alastua Semarang Timur dan Stasiun Brumbung Demak. Perjalanan KA Kedungsepur dilayani dari keduanya. Sehingga calon penumpang yang tinggal di situ nggak perlu lke Semarang dulu.

Jalur Kereta Semarang Ngrombo : Dominasi Kabupaten Grobogan

Rute perjalanan KA Kedungsepur ternyata didominasi oleh stasiun yang terletak di Kabupaten Grobogan. Termasuk destinasi akhir yang bahkan berada di ibukota kabupaten tersebut. Sedikit info, wilayah ini sesuai masuk ke aglomerasi Kedungsepur. Walaupun nggak disebut spesifik, Purwodadi adalah ibukota Grobogan.

Jalur Kereta Semarang Ngrombo : Tragedi Gubug dan Kereta Konservasi

Stasiun Gubug Grobogan hanya memiliki layanan KA Kedungsepur. Setelah jalur kereta pantura seluruhnya gunakan double track, aktivitas susul dan silang sangat berkurang. Kalopun masih ada, KA Kedungsepur yang disusul Ambarawa Ekspres arah Semarang. Makanya di sini berhentinya agak lama.

Berbicara tentang stasiun ini pastinya nggak akan bisa lepas dari Tragedi Gubug yang terjadi pada 15 April 2006. Ketika KA Kertajaya ditabrak Sembrani di area wesel hingga memakan korban 15 tewas dan 26 lainnya luka-luka. TKP nya kini telah diisi oleh rangkaian kereta konservasi. Didominasi kereta ex ABA.

Jalur Kereta Semarang Ngrombo : Dominasi Sawah dan Sungai Kecil

Pemandangan di sepanjang lintas ini masih didominasi oleh sawah. Ada juga sebuah sungai yang nggak terlalu besar. Posisinya ada di sekitaran Karangjati. Ukurannya kurang lebih seperti Sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung.

Stasiun Ngrombo Baru Sepertiga

Stasiun Ngrombo jadi terminus Trip Kereta Api Kedungsepur Semarang Purwodadi. Namun ternyata ini barulah sepertiga dari Jalur Kereta Pantura Timur. Seperti udah dibahas di atas, lintas ini berakhir di Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Belum ke Gambringan dan Nyeberang Bengawan Solo

Ternyata ini hanyalah sepertiga dari Jalur Kereta Pantura Timur. Belum mencapai Gambringan yang jadi kunci konektivitas langsung ketika awal jalur ini dibangun. Bahkan belum menyeberangi Sungai Bengawan Solo di perbatasan Cepu dan Kabupaten Bojonegoro. Sekaligus batas provinsi Jawa Tengah dan Timur.

Kesimpulan

Jalur Kereta Semarang Ngrombo merupakan bagian dari Trip Kereta Api Kedungsepur. Lebih dari itu telah mencakup sepertiga dari Jalur Kereta Pantura Timur yang membentang dari Semarang hingga Surabaya. Lintas yang dibangun pada 1924 untuk mempermudah konektivitas tanpa harus transit. Disamping adanya cadangan minyak di Cepu.

Galeri Foto