Jembatan kereta api Malang(1)

Jembatan Kereta Api Malang (Video Kompilasi)

Jembatan kereta Api Malang, kompilasi video kereta lokal dan jarak jauh. Daya tarik wisata kampung warna warni Jodipan. Dimulai dan ditutup Kereta Api Penataran dan Dhoho.

Sebelumnya kita telah membahas tentang Kampung Warna Warni Jodipan Malang. Sebuah objek wisata yang posisinya dekat stasiun. Khususnya dari Stasiun Malang Sisi Timur yang kini telah hidup lagi setelah sekian lama mati suri.

Di antara daya tarik Kampung Warna warni Jodipan Malang ialah jembatan KA Brantas atau biasa disebut Buk Guduk. Telah eksis sejak era kolonial sebagai bagian dari sejarah kereta api Indonesia dan Malang Raya.

Jembatan Kereta Api Malang Kompilasi Kereta Api

Buk Guduk adalah salah satu Jembatan kereta Api Malang. Itu memang bukan satu-satunya. Masih ada jembatan lainnya di Kota Apel dan sekitarnya. Namun yang paling terkenal ya ini. Jadi daya tarik wisata Kampung Warna Warni Jodipan.

Di hari Kamis, 17 November 2022, sembari menunggu keberangkatan KA Matarmaja yang akan mengantarkan ke Solo Jebres, lebih dulu mengunjungi Kampung warna Warni Jodipan. Relaksasi sekaligus menikmati view jembatan ini.

Apa aja yang melintas di Jembatan Kereta Api Malang yang satu ini?

Kereta Api Dhoho Penataran (Blitar – Surabaya Kota)

Ini sih diambil malamnya ya, tapi nggak apalah tetap dimasukkan ke dalam video. Toh masih di sekitaran situ juga. Cuma ngambilnya dari Jembatan Brantas yang jalan raya (Gatot Subroto).

Dari sini Jembatan Kereta Api Malang Buk Guduk keliatan jelas dan sejajar. Sama-sama menyeberangi Sungai Brantas yang hulunya di Gunung Arjuna Batu. Sayangnya karena ini malam jadi sebisanya aja ya.

Keretanya sih kelihatan lagi menyeberangi jembatan. Namun warna eksterior nggak begitu kelihatan jelas. Hanya cahaya lampu sorot lokomotif dan lampu gerbong kereta yang masih terlihat.

KA Malabar (Bandung – Malang)

Kereta kedua yang didapat di video berjudul “Kereta Api Kampung Warna Warni” ini adalah KA Malabar. Kereta ini berangkat dari Stasiun Bandung dan tengah bersiap masuk Stasiun Malang.

Kalo dilihat waktu pengambilannya sih sepertinya KA Malabar mengalami sedikit keterlambatan. Harap maklum karena pas masih di Bandung kena proyek Double Track Kiaracondong – Cicalengka.

KA Gajayana (Gambir – Malang)

Agak lama menunggu kereta yang satu ini. Tapi sepertinya sih kena efek sedikit delay juga. Jalur kantong itu memang hanya satu jalur. Dari Kertosono hingga Stasiun Surabaya Gubeng. Jadi kalo satu kereta delay efeknya ke kereta berikutnya.

Barulah KA Gajayana yang ditunggu-tunggu akhirnya melintas di atas Jembatan Buk Guduk Malang. Momen terlalu sayang untuk dilewatkan. Terlebih KA Gajayana termasuk kereta elite bertarif mahal. Punya layanan luxury.

Kereta Api Penataran Dhoho (Surabaya Kota – Blitar)

Pengambilan video kompilasi Jembatan Kereta Api Malang Buk Guduk ditutup Kereta Api Penataran Dhoho yang baru aja berangkat dari Stasiun Malang ke Blitar. Uniknya sebenarnya kereta ini menuju Surabaya Kota. Tapi memutar dulu via Blitar, Kediri, dan Kertosono.

Pengambilan video terakhir pasalnya waktu udah menunjukkan jam 8.15 pagi. Itu artinya mesti bergegas untuk menuju Stasiun Malang. Melakukan check in dan boarding sebelum naik KA Matarmaja menuju Stasiun Solo Jebres.

Jembatan Kereta Api Malang : Penataran dan Dhoho

Di sini video diawali KA Dhoho Penataran dan diakhiri oleh kereta yang sejatinya sama. Hanya saja sebutannya KA Penatraan Dhoho. Kereta ini memang melayani jalur kantong atau loop line.

Mulai dari Surabaya Kota terus Wonokromo, Sidoarjo, Bangil, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Jombang, Mojokerto, dan kembali lagi ke Surabaya Kota.

Makanya bisa aja booking tiket dari Malang ke Malang lagi. Tapi harus memutar dulu ke Blitar, Kertosono, dan Surabaya. Di sinilah sisi unik KA Penataran dan Dhoho yang jadi pembuka sekaligus penutup konten video Jembatan kereta Api Malang buk Guduk.