JR 103 Series Beda di Jepang dan di Indonesia

JR 103 Series Beda di Jepang dan di Indonesia

Beda perlakuan terhadap JR 103 Series yang telah pensiun. Di Jepang kereta ini masih diberi kehormatan untuk dipajang di dekat cafe museum. Sementara di Indonesia justru malah ditumpuk di Stasiun Cikaum. Bagian dari sejarah perkeretaapian di kedua negara.

Semasa dinas di Indonesia, kereta ini identik dengan layanan semi ekspres yang berhenti di sebagian stasiun. Terutama pada masa-masa awal pengoperasiannya di tahun 2004.

Ketika KRL Ekonomi AC diperkenalkan, kereta ini juga turut ambil bagian. Nah di era inilah layanan semi ekspres mulai ditiadakan. Lantas masuk eranya Commuter Line dimana pengelolaan KRL nggak lagi dibawah KAI langsung tapi via PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) yang kini jadi KAI Commuter.

Di era Commuter Line inilah KRL Ekonomi dihapus. Adapun kereta ini masuk dalam jajaran armada KRL Commuter Line. Ketika banyak pelanggan mengeluhkan AC kurang dingin, kereta ini malah dikenal sebagai kulkas berjalan.

JR 103 Series Mulai Dinas Tahun 1963 di Jepang

Jika di Indonesia tahun 2004 dan dianggap kereta baru, JR 103 Series di Jepang mulai dinas tahun 1963. Nah, berarti seumuran dong sama JR 115 Series? Kereta ini juga penerus dari JNR 101 Series dan punya kemiripan dari segi tampilan fisik maupun interior.

Awalnya trainset diproduksi tanpa dilengkapi pendingin udara. Cuma modal kipas angin doang. AC baru dipasang di unit yang produksi tahun 1970 sebagai prototype dan diujicoba di Yamanote Line. Jadi sebatas ujicoba gitu. Karena sampai dengan angkatan 1972-1973 masih tanpa AC.

Barulah tahun 1973 mulai diproduksi trainset ber-AC. Seiring berjalannya waktu semua trainset mulai dilengkapi fasilitas AC. Makanya sering kita lihat JR 103 series di Indonesia punya 2 pendingin sekaligus: AC dan kipas angin. Seperti halnya di Tokyo Metro 5000 Series.

Memasuki Masa Pensiun

Di tahun 2000-an, JR 103 Series mulai memasuki masa-masa pensiun. Bahkan di JR Central udah purnatugas sebelum pergantian millennium. Untuk JR East, trainset Musahsino Line dimutasi ke Indonesia tahun 2004. Sampai akhirnya semua unit benar-benar dipensiunkan di sini tahun 2009.

Meski demikian JR West masih mengoperasikan JR 103 Series dan masih bisa kita jumpai di jalur-jalur seperti Osaka Loop Line.

Nasib Baik JR 103 Series di Negara Asalnya

JR 103 Series di Jepang jadi Cafe alih alih ditumpuk

Namun sayangnya usia juga tetap nggak bisa berbohong. Mungkin juga karena perawatan yang kurang baik atau persoalan lainnya. JR 103 Series di Indonesia akhirnya benar-benar pensiun tahun 2016.

Sementara saudara-saudaranya di JR West masih tetap gagah melayani pelanggan. Bersama trainset seangkatannya, JR 115 Series Setouchi, di Sanyo Main Line. Lagi-lagi perawatan yang bagus menjadi kunci suatu armada tetap bisa beroperasi. Walaupun dari segi usia udah sepuh.

Nasib baik JR 103 Series di Jepang. Kalopun memang udah nggak bisa lagi dinas, minimal dimuseumkan sebagai sarana edukasi. Di antara unit yang dimuseumkan adalah Kumoha 103-713 di dekat cafe The Railway Museum Saitama. Walaupun Cuma bagian depannya aja.

Ditambah lagi unit ini adalah trainset yang telah dilengkapi ATC (Automatic Train Control). Semacam sensor untuk mengontrol kecepatan kereta. Manakala melebihi taspat sensor akan bunyi bahkan bisa menghentikan laju kereta.

Adapun di Indonesia, boro-boro dimuseumkan, yang ada malah ditumpuk di Stasiun Cikaum. Bersama kereta-kereta lain yang sama-sama telah afkir. Duh sayang banget ya?

Biar gimanapun juga JR 103 Series telah menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian di kedua negara, baik Jepang maupun Indonesia. Cuma beda nasib aja sih di akhir hayatnya.