01 KA Bandung Malang 1 Dari Bandung ke Cilacap

KA Bandung Malang 1: Dari Bandung ke Cilacap

Trip KA Bandung Malang 1, sejatinya merupakan perjalanan dari Bandung ke Malang via Surabaya. Karena bakalan panjang banget dibagi jadi 3. Bagian pertama dari Bandung ke Cilacap

Prologue

Perjalanan pertama keluar bumi Parahyangan dan Jakarta Raya pasca Pandemi Covid-19 selama 2 tahun. Terakhir kali melakukan perjalanan seperti ini justru di bulan Februari 2020 dan itupun hanya ke Jogja dengan KA Ekonomi.

Nah ini bukan aja kali pertama pasca Pandemi. Lebih dari itu nggak biasa karena naik kereta api eksekutif. Paling mewah di jalur selatan juga. Karena biasanya kan ngetrip naik KA Ekonomi khususnya sebelum Pandemi Covid-19.

Tapi naik eksekutif ini sejatinya cuma tiga perempat dari keseluruhannya kok. Karena seperempatnya lagi tetap naik kereta ekonomi. Walaupun statusnya kereta ekonomi lokal macam KA Lokal Bandung Raya.

Aslinya KA Argo Wilis Lanjut Tumapel Tapi?

Penasaran kaya gimana perjalanan kali ini? Pada kesempatan kali ini InSyaaAlloh akan dibahas Trip Report naik KA Bandung Malang yakni KA Argo Wilis dilanjut Kereta Api Tumapel.

Namun karena lamanya durasi perjalanan dimana KA Argo Wilis sendiri kurang lebih 10 jam dari Bandung ke Surabaya Gubeng. Dilanjutkan Kereta Api Tumapel ke Malang dalam waktu 3 jam.

Part 1 Napak Tilas Dulu Dari Garut ke Cilacap

Dikarenakan hal tersebut, trip report kali ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Dimana bagian pertama ialah Bandung-Cilacap. Ini juga napak tilas sejarah jalur KA Dari Garut ke Cilacap. Yuk Disimak!!

KA Bandung Malang Pagi Berangkat On Time Tanpa Hambatan

Perjalanan KA Bandung Malang 1 dimulai dari Stasiun Bandung. KA Argo Wilis yang rute aslinya Bandung – Surabaya Gubeng PP berangkat tepat waktu di jam 08.15 WIB

Perjalanan menelusuri segmen Bandung-Cicalengka dimana KA Lokal Bandung Raya biasa berdinas dilalui tanpa adanya hambatan berarti. Bahkan di Stasiun Kiaracondong pun berjalan langsung.

Si Raja Selatan melaju otomatis kereta lainnya harus mengalah untuk disusul. Terutama KA Lokal Bandung Raya. Salah satunya penyusulan di Stasiun Gedebage yang lagi dibangun dan bakal kembali dioperasikan

Kalopun ada sedikit hambatan itu lebih karena adanya Switching Over di petak antara Gedebage dan Haurpugur. Perpindahan sinyal dari mekanik ke elektrik. Kayanya proses ini berlangsung sampe 30 November 2022.

Melaju Melewati Jalur Ekstrem Priangan Timur

Selepas Stasiun Cicalengka, perjalanan KA Bandung Malang Pagi untuk fase 1 KA Argo Wilis kini memasuki lintas pegunungan di Priangan Timur. Disini kereta mulai mendaki jalur menanjak.

Meski demikian masih tetap tanpa hambatan dan kereta lainnya tetap diminta untuk legowo. Salah satunya Kereta Api Cikuray yang harus menunggu persusulan di Stasiun Nagreg.

Kemudian seperti biasa si Raja Selatan akan melintas di atas jembatan Citiis. Menuruni Lembah Mandalawangi dan melintas langsung Stasiun Lebakjero yang vibes-nya mantap itu.

Jalur Datar Kabupaten Garut

Perjalanan nyaris tanpa hambatan memasuki jalur datar di Kabupaten Garut yang membentang dari Stasiun Leles hingga Stasiun Warung Bandrek. Di lintas inilah jalur utama bercabang dua, satunya ke Jawa Tengah dan lainnya ke Garut Kota.

Di sini KA Argo Wilis menyusul KA Lokal Garut Cibatuan di Stasiun Karangsari. Adapun stasiun-stasiun berikutnya tanpa ada kegiatan persusulan maupun persilangan dengan kereta lainnya.

Mulai Menanjak Lagi

KA Bandung Malang Pagi, KA Argo Wilis, melintas langsung Stasiun Warung Bandrek. Stasiun berikutnya ialah Bumiwaluya atau Malangbong. Nah di sini perjalanan kembali lewati jalur menanjak hingga Cipeundeuy.

Di petak antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy terdapat dua buah bentang jembatan. Jembatan dalam kondisi menikung di tengah jalur menanjak nan ekstrem. Makanya laju kereta nggak bisa terlalu kencang.

Stasiun Cipeundeuy, KA Argo Bromo Anggrek Pun Wajib Berhenti

Tanpa terasa perjalanan telah sampai di Stasiun Cipeundeuy Kabupaten Garut. Ini adalah pemberhentian pertama KA Argo Wilis selepas Stasiun Bandung. Hampir semua kereta komersial pun begitu.

Stasiun Cipeundeuy sejatinya hanyalah stasiun kecil. Namun merupakan stasiun sakti dimana semua kereta wajib berhenti untuk pemeriksaan rem. Pasalnya setelah stasiun ini akan melewati jalur turunan yang lebih ekstrem.

Ingat Tragedi Trowek 1995? Akibat berjalan langsug lantas mengalami kerusakan rem dan berakibat fatal sampai jatuh korban jiwa. Makanya sejak itu PT.KAI wajibkan semua kereta berhenti di sini.

Bahkan seandainya KA Argo Bromo Anggrek suatu hari melintas jalur selatan ini tetap diwajibkan berhenti di Stasiun Cipeundeuy. Berjalan langsung (Ls) Merak mustahil sangat tapi Ls Cipeundeuy risikonya celaka dan bisa fatal.

Turunan Ekstrem Landai Lagi Selepas Stasiun Ciawi

Selepas Stasiun Cipeundeuy, perjalanan KA Bandung Malang Pagi dengan KA Argo Wilis berlanjut melintas turunan ekstrem sampai dengan Stasiun Ciawi. Nah disinilah TKP Tragedi Trowek 1995 berada.

Di jalur ekstrem ini hanya ada satu stasiun yakni Stasiun Cirahayu. Nama stasiun ini aslinya Trowek. Namun sejak Tragedi Trowek 1995 sekaligus untuk menghapus sejarah kelam dirubah jadi Cirahayu.

Selain TKP Tragedi Trowek 1995, di petak ini ada pula TKP Kecelakaan KA Malabar tanggal 4 April 2014. Tepatnya di petak Cirahayu-Ciawi. Barulah ketika KA Argo Wilis melintas langsung Stasiun Ciawi, jalur mulai landai (datar).

Nah jalur ekstrem Priangan Timur sejatinya hanya sampai di sini. Walaupun nantinya akan melintas Jembatan Cirahong, kondisinya nggak seekstrem Nagreg, Malangbong, dan Cirahayu.

KA Bandung Malang Pagi Masuk Tasikmalaya – Banjar

Tanpa terasa perjalanan kini telah memasuki Kabupaten Tasikmalaya. KA Bandung Malang 1 dengan KA Argo Wilis kini tak lagi melintas jalur ekstrem. Kalaupun menurun itupun cenderung landai.

Antara Stasiun Ciawi dan Tasikmalaya, KA Argo Wilis melintas langsung Stasiun Rajapolah dan Indihiang. Dimana KA Serayu dari Purwokerto tujuan Stasiun Jakarta Pasar Senen disilang di Stasiun Indihiang.

KA Argo Wilis dijadwalkan berhenti di Stasiun Tasikmalaya jam 10.52 WIB. Diberangkatkan lagi jam 10.54 WIB. Pemberhentian kedua setelah Stasiun Bandung dan Cipeundeuy.

Memasuki Wilayah Ciamis

Perjalanan kita telah memasuki wilayah Ciamis. KA Bandung Malang 1 dengan KA Argo Wilis telah melintas Stasiun Manonjaya dan Jembatan Cirahong di sisi hulu Sungai Citanduy.

Cuaca saat perjalanan kali ini turun hujan. Jam 11.19 WIB kereta melintas langsung Stasiun Bojong, setelah sebelumnya di Stasiun Ciamis. Lalu di jam 11.24 WIB melintas Stasiun Karangpucung

Berhenti Stasiun Banjar, Titik Terendah Daop 2 Bandung

Tepat di jam 11.30 WIB KA Bandung Malang Pagi, KA Argo Wilis, tiba di Stasiun Banjar. Beda dengan stasiun lain di Daop 2 Bandung, cuaca di sini sangat panas. Maklum ini adalah stasiun terendah di Daop 2 Bandung.

Kereta berhenti selama 4 menit. Biasanya terjadi pergantian kru di Stasiun Banjar tapi kurang tau ya untuk KA Argo Wilis milik Dipo Bandung (BD). Biasanya kereta non-Daop 2 Bandung ganti cabin crew di sini, masinis dan asistennya.

Hal ini dikarenakan masinis Daop 2 Bandung dan asistennya udah paham betul kondisi lintasan ekstrem di Priangan Timur. Makanya untuk kereta-kereta Non-Daop 2 biasanya ganti cabin crew di Stasiun Banjar.

Selamat Datang di Daop 5 Purwokerto

Tentunya perjalanan KA Bandung Malang 1 dengan KA Argo Wilis telah memasuki sekitaran Kabupaten Cilacap bagian barat. Istilah lain yang sering disebutin orang ialah Cilacap Barat

Jam 11.43 WIB KA Argo Wilis melintas langsung Stasiun Langen. Nah meskipun masih di wilayah Jawa Barat, Banjar Area, Stasiun Langen ini pengelolaannya dibawah Daop 5 Purwokerto.

Jalur Datar Cilacap Barat

Jalur Kereta Api di Cilacap Barat ini mulai dari daerah Cilongkrang hingga Kasugihan dan Maos. Sampai menyeberangi Sungai Serayu. Lintasannya datar makanya kecepatan kereta bisa dipacu.

Jam 11.48, KA Argo Wilis melintas langsung Stasiun Meluwung. Lanjut Stasiun Gandrungmangun (11.50). Kereta juga berjalan langsung dan menyilang KA Lodaya Pagi jurusan Bandung di Stasiun Sidareja

Petak Kawunganten-Jeruklegi Sempat Kebanjiran

Tibalah perjalanan KA Bandung Malang 1 di petak Kawunganten-Jeruklegi yang pernah heboh di pekan ke-2 Oktober lalu. Dimana terjadi musibah banjir sampai mengacaukan Perka jalur selatan dan sejumlah rangkaian kereta.

Jam 12.21 KA Argo Wilis lagi-lagi melintas langsung dan menyilang KA Kutojaya Selatan rute Kutoarjo-Kiaracondong di Stasiun Jeruklegi. Si Raja Selatan lewat semua kereta kudu mengalah demi persilakan sang Raja lewat.

Melintas Kasugihan, Percabangan ke Kota Cilacap

Nah sekarang Si Raja Selatan bersiap-siap menyeberangi Sungai Serayu untuk memasuki Stasiun Maos. Tapi sebelumnya lebih dahulu melintas di Stasiun Kasugihan.

Berbicara tentang Kasugihan tentunya nggak akan bisa lepas dari konten sebelumnya tentang Jalur KA Dari Garut ke Cilacap (Sejarah Si Ular Besi). Dimana Kasugihan adalah titik percabangan antara jalur menuju Jogja dan dari Kota Cilacap.

Menyeberangi Jembatan Serayu Maos

Jam 12.31 perjalanan Bandung Malang 1 naik KA Argo Wilis untuk bagian Bandung-Cilacap telah sampai di Jembatan Sungai Serayu. Nampak Sungai terbesar di Kabupaten Banyumas dan Cilacap itu sedang penuh-penuhnya.

Jembatan ini terletak di area Maos karena selepas ini KA Argo Wilis melintas langsung di Stasiun Maos (12.32 WIB).

Akhir Dari KA Bandung Malang 1

Dengan tibanya KA Argo Wilis di Stasiun Maos untuk melintas langsung tentunya, sekaligus menjadi akhir trip report KA Bandung Malang 1. Bagian pertama dari keseluruhan trip dari Stasiun Bandung menuju Malang via Surabaya.

InSyaaAlloh akan lanjut ke bagian 2 dimana pada bagian ini terjadi satu insiden yang menyebabkan peliputan jadi kurang sempurna. Satu kejadian yang terlihat lumrah pada saat traveling.

Kesimpulan

Perjalanan KA Bandung Malang 1 kali ini adalah bagian pertama dari Bandung ke Cilacap. Sekaligus juga trip napak tilas sejarah Jalur KA Dari Garut ke Cilacap yang pernah dibahas di segmen Sejarah Si Ular Besi.

Tentunya pada tahap ke-1 ini perjalanan KA Bandung Malang dengan KA Argo Wilis melintas di tengah-tengah Switching Over Gedebage-Haurpugur. Peralihan Sinyal mekanik ke elektrik.

Kemudian melewati jalur ekstrem Priangan Timur dengan kewajiban berhenti di Stasiun Cipeundeuy. Kemudian mulai melandai di Tasikmalaya, Ciamis, Banjar hingga akhirnya benar-benar datar di Cilacap Barat sampai melintas Jembatan Sungai Serayu di Maos.

Galeri Foto