KA Batara Kresna Isi Kekosongan Jalur Wonogiri

KA Batara Kresna Isi Kekosongan Jalur Wonogiri

Sepeninggal Feeder, KA Batara Kresna hadir dalam rangka mengisi kekosongan jalur Wonogiri. Lintas cabang yang awalnya merupakan jalur Tram. Apakah udah memenuhi ekspektasi masyarakat Wonogiri?

Pendahuluan

Sebuah jalur kereta api aktif membentang di tengah Jalan Slamet Riyadi Kota Solo. Di tengah padatnya lalu lintas. Pasalnya itu merupakan salah satu jalan utama dan sangat penting. Apa jadinya kalo kereta api lewat situ.

Nah inilah salah satu keunikan Kota Solo. Hingga kini jalur tersebut masih aktif dan dilayani sebuah kereta perintis rute Purwosari – Wonogiri. Kereta ini dinas rutin setelah pensiunnya layanan feeder sekitar tahun 2009.

Namun sayangnya bila dilihat dari sisi jadwal seperti belum memenuhi ekspektasi masyarakat. Pasalnya nggak ada pemberangkatan sore maupun malam hari. Mengapa demikian?

Jalur Tram Peninggalan NISM

Jalur rel kereta api di tengah jalan raya padat itu telah ada sejak era kolonial. Dibangun NISM (Nederlandsch Indische Stroomtram Maatschappij) di akhir tahun 2010. Asalnya memang diperuntukkan jalur Tram dengan gaunge 1.067 mm.

Itu berbeda dengan lintas utama NISM dari Semarang ke Vortenslanden (Lintas Kereta Api Mataram) yang menggunakan standard gaunge 1.435 mm. Sebetulnya untuk tram udah ada layanan dengan operator sendiri yakni STM (Solo Tramweg Maatschappij).

NISM lantas membeli lintas milik STM yakni dari Kota Solo ke Boyolali via Kartasura. Setelahnya dilanjut dengan pembangunan jalur kereta api Purwosari-Wonogiri-Baturetno.

KA Batara Kresna Pengganti Feeder Wonogiri

Jalur kereta api Purwosari – Wonogiri – Baturetno masih tetap eksis setelah Indonesia merdeka. Namun sebagaimana lintas cabang tentu mengalami periode pasang surut. Paling ngenes jelas penutupan segmen Wonogiri-Baturetno untuk pembangunan Bendungan Gajahmungkur.

Untuk keretanya sendiri dilayani oleh Feeder Wonogiri. Kereta ini termasuk unik. Selain ditarik oleh lokomotif diesel seri D, hanya dinas dengan 1 kereta ekonomi saja berkapasitas 106 penumpang.

Feeder ini layani Purwosari-Wonogiri. Namun di tahun 2009 karena sarana dan pra sarana telah uzur feeder pun berhenti beroperasi. Selanjutnya jalur mengalami pemeliharaan.

Sampai akhirnya di tanggal 5 Oktober 2012, KA Batara Kresna untuk pertama kalinya beroperasi di jalur bersejarah tersebut. Menggantikan kereta feeder yang telah uzur.

KA Batara Kresna Sang Perintis

Di awal hanya sampai Stasiun Sukoharjo karena adanya jembatan yang diperkuat. Barulah pada 11 Maret 2015 mulai kembali layani Purwosari – Wonogiri dengan nama Perintis Wonogiri. Meski begitu tetap aja orang lebih mengenalnya dengan nama KA Batara Kresna.

KA Batara Kresna Aslinya Gunakan Rail bus

Ketika dioperasikan pertama kali, rangkaian rail bus buatan PT INKA Madiun digunakan di rute legendaris Purwosari-Wonogiri. Sayangnya armada ini malah kental banget dengan image penyakitan.

Apalagi ketika nggak punya cadangan. Rail bus mengalami kerusakan otomatis perjalanan KA Batara Kresna dibatalkan di hari itu. Untungnya PT. KAI Daop 6 Yogyakarta cukup sigap dengan masala ini.

Disediakan sejumlah KRD INKA Seperti jenis ME 204 yang biasa layani KA Bandara Adi Soemarmo. Makanya jangan heran bila terkadang bukan rangkaian asli yang digunakan untuk dinas.

KA Batara Kresna Belum Sesuai Ekspektasi?

Hal lain yang disayangkan ialah jadwal perjalanan KA Batara Kresna hanya tersedia perjalanan pagi dan siang hari saja. Baik dari Stasiun Purwosari maupun Wonogiri. Nggak ada dinasan sore apalagi malam hari.

Cukup beralasan sih mengingat lintasnya sendiri masih menerapkan Taspat (Batas Kecepatan) sehingga kereta berjalan nggak terlalu kencang. Kondisinya sendiri rada mepet dengan rumah penduduk. Ditambah lagi adanya rel di tengah jalan Slamet Riyadi pada segmen Purwosari – Solo Kota.

Terlepas dari kondisi tersebut, dengan hanya pagi dan siang tentunya sulit untuk dikatakan menjawab ekspektasi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya. Semoga aja kapasitas rel bisa ditingkatkan jadi setara dengan jalur utama. Upgrade rel ke R54

Sehingga nantinya ada perjalanan sore bahkan malam. Pasalnya hingga kini baru segmen Purwosari – Solo Kota dengan keunikan rel di tengah jalan aja yang kapasitas telah setara lintas utama (R54).  

Jadwal Perjalanan

Nah bagi kamu yang ingin menjajal kereta unik ini, berikut adalah jadwal perjalanan selengkapnya:

Purwosari – Wonogiri

StasiunDatangBerangkatStasiunDatangBerangkat
Purwosari (PWS)06.00Purwosari (PWS)10.00
Solo Kota (STA)06.1906.21Solo Kota (STA)10.1910.21
Sukoharjo (SKH)06.5406.56Sukoharjo (SKH)10.5410.56
Pasar Nguter (PNT)07.1707.19Pasar Nguter (PNT)11.1711.19
Wonogiri (WNG)07.45Wonogiri (WNG)11.45

Wonogiri – Purwosari

StasiunDatangBerangkatStasiunDatangBerangkat
Wonogiri (WNG)08.00Wonogiri (WNG)12.00
Pasar Nguter (PNT)08.2608.28Pasar Nguter (PNT)12.2612.28
Sukoharjo (SKH)08.4908.51Sukoharjo (SKH)12.4912.51
Solo Kota (STA)09.2409.26Solo Kota (STA)13.2413.26
Purwosari (PWS)09.45Purwosari (PWS)13.46

Kesimpulan

KA Batara Kresna mulai dinas pada 5 Oktober 2012 menggantikan Feeder Wonogiri yang telah uzur. Menggunakan rail bus sebagai armada. Sayang rail bus itu kerap mengalami kerusakan yang berujung pada pembatalan.

Seiring berjalan waktu punya nama lain KA Perintis Wonogiri melayani rute Purwosari-Wonogiri. Juga nggak jarang menggunakan armada cadangan seperti KRD ME-204 buatan PT. INKA Madiun yang biasa dinas KA Bandara Adi Soemarmo.

Bila dilihat dari segi jadwal memang belum memenuhi ekspektasi masyarakat Wonogiri. Sehingga diperlukan adanya peningkatan kapasitas jalur kereta seperti pada lintas utama. Mengingat baru segmen Purwosari – Solo Kota aja yang udah setara lintas utama dengan rel tipe R54. Meski berada di tengah jalan.

Galeri Foto

Disclaimer

Dalam Konten ini, KA Batara Kresna kebetulan lagi nggak menggunakan rangkaian aslinya yang rail bus. Tapi cadangan ME-204 yang biasa dinas KA Bandara. Walaupun cadangan udah cukup nyaman di perjalanan

Epilog