01 KA Mutiara Timur Legenda yang Dikorbankan

KA Mutiara Timur Legenda yang Dikorbankan

KA Mutiara Timur sejatinya telah punya market tersendiri. Namun entah kenapa diperpanjang ke Yogyakarta. Padahal persaingannya ketat dan pasarnya telah jenuh. Alhasil jadilah kereta ghoib. Apakah sang legenda dikorbankan?

Pendahuluan

Bila mendengar nama kereta yang satu ini mesti satu yang bakal terbayang di benak sobat semua. Apalagi kalo bukan alternatif menuju Pulau Bali. Benar aja nggak sedikit traveler ke Bali memanfaatkan kereta ini.

Bahkan pernah ada angkutan terusan menuju Denpasar yakni Bus Damri. Dimana tiket keretanya udah sekaligus bus itu. Pastinya juga tiket penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk.

Maka dari itu KA Mutiara Timur sebetulnya udah punya pasar sendiri. Dimana termasuk didalamnya para pelancong Bali itu tadi. Sayangnya entah gimana rutenya malah diperpanjang sampe ke Jogja.

Konsekuensinya harus menghadapi persaingan keras di segmen Jogja Surabaya. Ditambah pasar yang kian jenuh. Jadilah okupasinya nggak karuan. Sejak Pandemi Covid-19 pun telah terjadi downgrade layanan. Bahkan kini jadi kereta ghoib.

Bukankah KA Mutiara Timur termasuk jajaran kereta dengan sejarah panjang? Apakah yang menjadikannya menjadi ghoib? Benarkah kereta ini dikorbankan?

Sejarah Panjang KA Mutiara Timur

Benar kereta ini punya sejarah panjang. Pertama kali beroperasi 6 Juni 1972. Dimana waktu itu masih beroperasi Stasiun Banyuwangi (lama) yang kini menjadi pasar. Jadi boleh dikatakan sebagai kereta legendaris.

Awalnya Kereta Ekonomi dan Bisnis

Sang legenda awalnya beroperasi dengan layanan campuran kereta bisnis dan kereta ekonomi. Di zaman itu kereta bisnis diistilahkan sebagai kereta kelas 2 atau kelas utama. Sementara ekonomi disebut kelas 3.   

Upgrade Layanan jadi Eksekutif Bisnis

Tahun 1996 sang legenda upgrade layanan jadi kereta eksekutif dan bisnis. Sejak saat itu menjadi kereta paling mewah di koridor Surabaya-Banyuwangi. Bahkan dijadikan favorit bagi pelancong yang hendak ke Bali.

Di koridor paling timur Pulau Jawa itu kereta ekonomi mendominasi. Sebut aja KA Logawa dan KA Probowangi untuk rangkaian jarak jauh. Ditambah lokalan KA Pandanwangi rute Jember – Banyuwangi (kini Ketapang).

Jadi Stainless Steel

15 Desember 2018, KA Mutiara Timur mendapat alokasi trainset baru berbody stainless steel campuran eksekutif dan premium. Sehingga sejak itulah terjadi lagi perubahan layanan.

Masa-Masa Keemasan

KA Mutiara Timur pernah mengalami masa-masa keemasan. Terutama ketika tiketnya masih terintegrasi dengan transportasi lanjutan menuju Denpasar Bali. Meskipun pada akhirnya itu ditiadakan sekitar tahun 2016.

Sang Legenda tetap menjadi nomor satu pada koridor yang dilewatinya. Tetap paling mewah gitulah. Meskipun mulai ada saingan yakni KA Ranggajati jurusan Jember, disusul KA Wijayakusuma yang rutenya diperpanjang jadi Cilacap-Banyuwangi.

Punya Market Sendiri di Koridor Surabaya-Banyuwangi

Mengapa kereta ini seperti nggak terpengaruh dengan munculnya dua kompetitor tadi? Tentu nggak lepas dari keberadaannya sejak 1970-an dan yang paling penting ialah telah terbentuk market sendiri di koridor Surabaya-Banyuwangi.

Ketimbang menggunakan kereta ekonomi yang tentunya memakan waktu tempuh lebih lama, orang lebih memilih KA Mutiara Timur untuk traveling ke Jember maupun Banyuwangi. Tarifnya boleh mahal tapi plusnya lebih cepat sampai.

Belum lagi traveler yang kepengen lanjut ke Bali via angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang. Mereka akan menggunakan kereta ini sebelum menyeberang ke Pulau Dewata. Ini juga marketnya sang Legenda.

Nggak Terpengaruh Perubahan Layanan

Demikian pula dengan perubahan layanan menjadi eksekutif-premium ketika menerima trainset baru. Itu sama sekali nggak ngefek sampe terjadi penurunan okupasi. Malah ini dianggap sebagai peningkatan. Karena pake kereta baru.

KA Mutiara Timur di Gapeka 2019

Operasional KA Mutiara Timur nggak mengalami perubahan sama sekali di Gapeka 2019. Cuma ada perubahan nama stasiun yang disinggahinya, yakni Banyuwangi Baru jadi Ketapang. Juga Stasiun Karangasem jadi Banyuwangi Kota.

Adapun rutenya masih tetap sama. Begitupun soal peminat. Alasannya masih sama karena market di lintas timur Jawa telah dikuasai oleh KA Mutiara Timur. Sekalipun ada KA Ranggajati dan KA Wijayakusuma.

Namun kedua kereta itu rutenya lebih jauh. KA Ranggajati misalnya Cirebon-Jember PP. Sementara KA Wijayakusuma dari Cilacap ke Ketapang. Nah sang legenda masih tetap setia di Surabaya Gubeng – Ketapang.

Pandemi Covid-19 dan Dinamika Baru Sang Legenda

Gapeka 2019 nggak berlangsung lama. Adalah Pandemi Covid-19 yang menghentikannya di bulan April 2020. Sejak itu semua perka jarak jauh termasuk KA Mutiara Timur dibatalkan.

Namun momen Pandemi Covid-19 ini malah jadi dinamika baru bagi sang legenda jalur timur. Harus diakui sektor transportasi kereta api sangat terdampak wabah yang pertama kali ditemukan di Wuhan itu.

Perpanjangan ke Yogyakarta, Awal Masa Suram

Dinamika yang terjadi ialah periode temaram alias masa-masa kelam. Bak roda berputar, sang legenda kudu merasakan berada di bawah. Terlebih sejak rutenya diperpanjang ke Yogyakarta, 10 Februari 2021.

Perjalannya dikurangi jadi hanya malam saja. Juga tarifnya jadi lebih mahal bahkan dari saingan terdekatnya, KA Wijayakusuma. Ditambah lagi ketatnya persaingan di segmen Yogyakarta – Surabaya.

Seperti Diceburkan ke Kolam Ikan Hiu

Perpanjangan rute hingga Jogja dengan persaingan yang sangat ketat menjadikan Sang Legenda seperti diceburkan ke kolam penuh ikan hiu. Jelas banget sangat berdarah-darah di sini. Dengan tarif yang lebih mahal pula dibanding pesaingnya.

Jelaslah sejak perpanjangan itu okupasi KA Mutiara Timur seperti nggak karuan. Terlihat hidup segan mati tak mau. Masa-masa keemasan yang dulu pernah ada seakan telah habis pada periode ini.

Penurunan Layanan dan Jadi Fakultatif

Perkembangan selanjutnya di akhir Maret 2022 KA Mutiara Timur malah mengalami penurunan layanan. Menggunakan trainset mild steel campuran KA Ekonomi Plus Kemenhub dan eksekutif.

Nggak hanya itu, statusnya pun menjadi fakultatif. Itu lantaran trainsetnya juga digunakan untuk KA Joglosemarkerto di segmen Cilacap-Yogyakarta. Beneran miris nasib sang legenda. Padahal di bulan itu syarat bepergian telah dilonggarkan.

KA Mutiara Timur Dikorbankan dan Jadi Ghoib

Puncak dari masa-masa temaram itu di tanggal 2 Desember 2022. Ketika PT.KAI meluncurkan KA Blambangan Ekspres rute Semarang Tawang – Ketapang. Untuk pertama kalinya ada kereta jurusan Banyuwangi dari Pantura.

Namun ironisnya, trainset yang digunakan ternyata milik KA Mutiara Timur! Duh, kasian banget dah! Udah mah jadi fakultatif dan kudu berbagi sama kereta aglomerasi, sekarang malah dipake buat kereta baru.

Jelas banget disini Sang Legenda Telah Dikorbankan. Apalagi KA Blambangan Eksprees seolah menjadi jawaban bagi warga Pantura Jawa yang mendambakan transportasi kereta api langsung ke Banyuwangi, sebelum lanjut ke Pulau Bali.

Kini statusnya bukan lagi kereta fakultatif. Lebih dari itu menjadi kereta ghoib. Nama doang tanpa trainset. Nasibnya mirip KA Pangandaran. Jadi tanda tanya besar apakah masih jalan atau nggak.

Kesimpulan

KA Mutiara Timur termasuk barisan kereta legendaris. Telah beroperasi sejak 6 Juni 1972 dan mengalami beberapa kali pergantian layanan. Tentunya pernah memiliki masa-masa keemasan.

Sejatinya kereta ini punya pasar sendiri di koridor Surabaya-Banyuwangi. Bahkan nggak ada pergantian rute di Gapeka 2019. Sayangnya sejak Pandemi Covid-19 sang legenda mengalami kemunduran.

Persaingan keras sejak perpanjangan ke Jogja membuat okupasi nggak jelas. Layanan turun dan kudu berbagi kereta. Puncaknya 2 Desember 2022 dikorbankan untuk KA Blambangan Ekspres rute Semarang Tawang – Ketapang

Sedikit Catatan

Sempat disinggung soal persaingan keras di segmen Yogyakarta – Surabaya. Sejak perpanjangan tersebut sang legenda otomatis menjadi bagian dari layanan Kereta Solo ke Surabaya.

KA Mutiara Timur juga disebut di konten berjudul Kereta Solo ke Surabaya Terpendek Hingga Terjauh. Jadi satu diantara 4 kereta yang disebut. Namun itu sama sekali nggak menghapus kondisi miris yang kini dialami sang legenda.

Apakah sang legenda bisa diselamatkan? Terlebih dengan kondisi sekarang dari sisi PT.KAI nya juga kekurangan trainset? Nantikan pembahasan selanjutnya. Insya Alloh masih akan berlanjut. Meskipun di segmen lain.

Galeri Foto