kereta kayu magelang coba dinas kereta wisata

Kereta Kayu Magelang : Andai Dinas Kereta Wisata Ambarawa

Kereta Kayu Magelang adalah saksi bisu roda besi pernah ada di kota tersebut. Paling modern di masanya, kini jadi pajangan museum kereta api Ambarawa. Duh andai dibawa dinas kereta wisata.

Pendahuluan

Masih melanjutkan pembahasan Kereta Api Magelang, kali ini satu-satunya peninggalan sejarah yang kini hanya jadi pajangan di Museum Kereta Api Ambarawa. Peninggalan tersebut sebelumnya terpajang di Terminal Kebon Pala Magelang. Boleh jadi sebagai saksi bisu keberadaan roda besi di sana. Tahun 2011 baru dipindahkan ke Ambarawa dan jadi koleksi.

Jika diamati sekilas peninggalan kereta api Magelang tersebut sebetulnya bisa aja kalo mau digandengkan dengan Kereta Wisata Ambarawa Tuntang atau jurusan Bedono dengan sistem sewa. Namun sayangnya udah terlanjur jadi pajangan bersama kereta-kereta tua lainnya dan seperti dirangkaikan jadi satu.

Kereta Kayu Magelang : Sebuah Saksi Bisu

Satu-satunya peninggalan tersebut ialah Kereta Kayu Magelang. Inilah saksi bisu keberadaan si ular besi di Bumi Magelang yang pernah mengalami masa keemasan sejak tahun 1905 hingga ditutup 1976.

Berakhirnya kejayaan itu mulai terlihat dari Jalur Kereta Jogja Ambarawa yang mencakup Magelang seperti dibiarkan makin tua dan minim perawatan. Sementara di sisi lain angkutan jalan raya semakin masif. Memang harus diakui minimnya tenaga ahli membuat lintas cabang jadi terabaikan. Karena lintas utama mesti diprioritaskan.

Meski begitu ada juga lintas utama yang dibiarkan terlantar yakni Jalur KA Cibatu Garut. Sempat non-aktif sejak 1984 dan baru beroperasi lagi di 2022. Kurangnya tenaga ahli sebagai dampak dari gejolak politik G30S/PKI. Dimana banyak tenaga ahli kereta api terlibat dalam underbouw PKI. Butuh satu-dua dekade untuk mencetak tenaga ahli baru.

Udah minim perawatan sehingga berpengaruh pada operasional kereta api yang berjalan sangat lambat hingga tersaingi angkutan jalan raya. Puncaknya di tahun 1976 ketika terjadi banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Krasak yang memutus Jembatan Tempel. Kejadian itu benar mematikan kereta api Magelang. Setelah itu sarana banyak hilang dan beberapa diselamatkan termasuk ini.

Kereta Kayu Magelang : Paling Modern Di Masanya

Kereta Kayu Magelang dan lainnya sangat populer di era kolonial sampai periode awal kemerdekaan Indonesia. Namun dari kebanyakan unit disebut paling modern di masanya. Jika biasanya pintu keluar dan masuk ada di ujung persambungan, yang ini tepat berada di tengah. Inilah pembeda dengan kereta kayu lainnya. Nggak usah heran disebut paling modern.

Sayang Hanya Pajangan Museum

Meski boleh dibilang satu dari sedikit peninggalan Kereta Api Magelang yang tersisa, saat ini Kereta Kayu Magelang hanya dijadikan pajangan Museum Kereta Api Ambarawa. Setelah sebelumnya sempat terpajang di Terminal Kebon Pala. Jadi seolah nasibnya memang harus jadi pajangan atau bahasa halusnya dimonumenkan.

Andai Dibawa Dinas Kereta Wisata Ambarawa

Ada yang menarik bila melihat Kereta Kayu Magelang ini. Apa jadinya bila dibawa dinas Kereta Wisata Ambarawa? Entah Kereta Wisata Ambarawa Tuntang yang dinas reguler setiap weekend dan libur nasional, atau hanya bisa dengan sistem sewa baik di rute menuju Stasiun Tuntang maupun Railway Mountain Tour ke Bedono.

Bila diamati interiornya kini udah berubah. Entah sengaja dibikin atau gimana sekarang udah nggak ada lagi tempat duduknya. Dibiarin Loss begitu aja. Padahal asalnya kan ada tempat duduk. Ini juga masih misteri kemana tempat duduknya. Apalagi sempat lama di Terminal Kebon Polo Magelang. Restorasi juga bukan perkara mudah. Secara ini masuk benda cagar budaya. Maka untuk saat ini kita hanya bisa menikmatinya sebagai pajangan.

Kesimpulan

Kereta Kayu Magelang adalah satu dari sedikit yang tersisa sebagai bukti keberadaan Si Ular Besi di sana dan pernah mengalami masa keemasan. Gejolak politik, persaingan dengan angkutan jalan raya, dan bencana Gunung Merapi mengakhiri kejayaan itu di tahun 1976.

Sekian lama terpajang di Terminal Kebon Polo Magelang, mulai 2011 dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa. Statusnya masih sama tetap jadi pajangan, alih-alih jadi bagian dari rangkaian Kereta Wisata Ambarawa. Padahal di masanya paling modern. Sayang interiornya telah kosong dari tempat duduk.

Galeri Foto