lokomotif uap cc 50 dari eendaagsche express ke lintas garut

Lokomotif Uap CC 50 : Dari Eendaagsche Express ke Lintas Garut

Lokomotif Uap CC 50 dalam sejarahnya banyak beroperasi di jalur pegunungan. Selain itu pernah juga membawa kereta unggulan sekelas Eendaagsche Express. Namun di akhir masa tugas justru dinas di Lintas Garut yang tengah sekarat. Kini tersisa 3 unit yang semuanya dimuseumkan.

Pendahuluan

Sebelum era kereta diesel, Lokomotif uap pernah merajai perkeretaapian Indonesia. Khususnya di era Kolonial Belanda hingga periode awal Kemerdekaan. Ada banyak jenis lokomotif uap yang pernah dinas baik dibawah perusahaan swasta maupun pemerintah Kolonial Belanda.

Terdapat satu jenis uap yang menjadi primadona di masanya. Ibaratnya seperti Lokomotif CC206 zaman sekarang. Banyak dinas bawa kereta unggulan di masanya. Namun ketika mendekati masa purnatugas justru didinaskan di jalur yang tengah sekarat.

Dan akhirnya dari sekian banyak yang pernah dinas dan meramaikan dunia perkeretaapian Indonesia, tinggal tersisa 3 unit saja. Itupun ketiganya telah menjadi pajangan museum.

Lokomotif Uap CC 50 : Pertama Dinas 1927

Lokomotif Uap CC 50 termasuk paling fenomenal di masanya. Ini adalah lokomotif jenis mallet yang biasanya dipakai dinas untuk mengarungi lintasan pegunungan ekstrem. Lokomotif ini didatangkan Staats Spoorwegen tahun 1927-1928. Itu artinya mulai dinas pertama kali di tahun 1927.

Lokomotif Uap CC 50 : Sebutan “Sri Gunung”

Karena dipakai untuk dinas di jalur pegunungan, nggak heran bila lokomotif uap yang satu ini dapat sebutan “Sri Gunung”. Di antara keunggulannya ialah mampu berbelok di tikungan yang tajam.

Spesifikasi teknis lainnya Memiliki daya 1.190 HP (horsepower), berat 73,6 ton, panjang 19,902 mm dan mampu melaju dengan kecepatan 55 km/jam. Bahan bakar yang digunakan batu bara, kayu jati, dan minyak residu.

Lokomotif Uap CC 50 di Lintas Pegunungan Jawa

Dalam sejarahnya lokomotif unggulan ini banyak dinas di lintas pegunungan Jawa. Mulai dari segmen Purwakarta-Bandung-Banjar di Lintas Priangan. Inilah alasan kenapa sang legenda banyak ditempatkan di Priangan.

Kemudian segmen Prupuk-Purwokerto di Jalur KA Cirebon Kroya. Ini juga jalur pegunungan dengah kontur berkelok tajam. Salah satunya terdapat di Bumiayu dan Jembatan Sakalibel.

Dinas Kereta Unggulan Seperti Eendaagsche Express

Lokomotif ini sangat berjasa dalam mengoperasikan kereta-kereta unggulan di era Staats Spoorwegen (SS). Salah satunya Sang Legenda Eendaagsche Express rute Batavia-Surabaya. Inilah sejarah baru dimana perjalanan kedua kota hanya ditempuh satu hari saja.

Sang legenda membawa Eendaagsche Express di segmen Prupuk-Purwoketo. Selain Eendaagsche Express, Java Nacht Express yang jadi cikal bakal KA Bima pun pernah merasakan jasanya.

Disamping dua kereta unggulan tadi, masih ada kereta-kereta yang melewati Jalur Priangan memanfaatkan jasa Sri Gunung. Termasuk De Vlugger Vier, “mbahnya” KA Argo Parahyangan sekarang.

Masa dinas Setelah Indonesia Merdeka : Pensiun Setelah Layani Lintas Garut

Lokomotif Uap CC 50 masih dinas setelah Indonesia Merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Namun ketika Djawatan Kereta Api (DKA) mulai mendatangkan lokomotif diesel di pertengahan 1950-an, peran sang legenda perlahan mulai tergantikan.

Memasuki dekade 1970-an, Sri Gunung telah benar-benar turun pangkat. Dari semula dinas di lintas utama jadi melayani lintas cabang.

Ditempatkan di Dipo Lokomotif Cibatu

Bahkan menjelang masa purnatugas, sang legenda ditempatkan di Dipo Lokomotif Cibatu. Tujuannya untuk melayani Lintas Garut yang waktu itu dalam kondisi sekarat.

Sejatinya Jalur KA Cibatu Garut masih merupakan Lintas Utama. Posisinya mirip jalur menuju Stasiun Cilacap. Namun di awal orde baru kondisinya begitu memprihatinkan. Bahkan jalur ini sulit untuk dilintasi lokomotif diesel yang telah mendominasi.

Jadilah hanya mengandalkan sang legenda yang telah memasuki usia senja dengan tenaga semakin berkurang. Sampai akhirnya jalur ini ditutup tahun 1984. Bersamaan dengan itu pula, sang legenda mengakhiri masa tugasnya.

Sempat Dinas Kereta Lokal Bandung Cibatu

Selain di Jalur KA Cibatu Garut, Lokomotif Uap CC 50 menjelang pensiun juga pernah dinas Kereta Lokal Bandung Cibatu. Dimana ini merupakan cikal bakalnya KA Lokal Garut Cibatuan yang sekarang dikenal dengan nama Commuter Line Garut.

Lokomotof Uap CC 50 : Film Kereta Api Terakhir dan Sisa 3 Unit

Staats Spoorwegen (SS) mendatangkan sekitar 30 unit Lokomotif Uap CC 50. Namun menjelang purnatugas, jumlah tersebut semakin menyusut. Walaupun begitu pernah ada satu unit yakni CC 5019 digunakan untuk syuting film Kereta Api Terakhir.

Saat ini tinggal sisa 3 unit saja yakni CC 5001 di Museum Transportasi Taman Mini, CC 5022 di Museum Utrecht Belanda, dan CC 5029 di Museum Kereta Api Ambarawa. Selebihnya telah dirucat, termasuk CC 5019 yang jadi “bintang film” Kereta Api Terakhir.

Kesimpulan

Sebanyak 30 unit Lokomotif Uap CC 50 didatangkan Staats Spoorwegen (SS) tahun 1927-1928. Tujuannya untuk dinas di jalur pegunungan ekstrem seperti segmen Purwakarta-Bandung-Banjar (Priangan) dan Prupuk Purwokerto di Jalur KA Cirebon Kroya.

Pernah pula membawa dinas kereta-kereta unggulan sekelas Eendaagsche Express, Java Nacht Express, hingga De Vlugger Vier. Namum menjelang pensiun ditempatkan di Dipo Lokomotif Cibatu untuk dinas di Jalur KA Cibatu Garut dan kereta lokal Bandung Cibatu.

Dari 30 unit yang dibeli, tinggal tersisa 3 unit saja yakni CC 5001, CC 5022, dan CC 5029. Ketiganya kini jadi pajangan museum. Ditempakan di Taman Mini, Utrecht Belanda, dan Museum Kereta Api Ambarawa.

Galeri Foto

Disclaimer

Ini adalah Lokomotif CC 5029 yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa. Apakah CC 5029 pernah membawa dinas kereta-kereta unggulan di Indonesia pada masa Staats Spoorwegen (SS) ? Bisa jadi iya, termasuk pernah dinas di Jalur KA Cibatu Garut sebelum pensiun, Wallohu a’lam. Tapi ini baru perkiraan aja ya, karena kini tinggal 3 unit termasuk CC 5029.