perjalanan kereta api banyubiru the historical journey

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : The Historical Journey 2023

Perjalanan Kereta Api Banyubiru dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng ke Solo Balapan. Napak tilas sejarah dan nostalgia jalur kereta pertama di Indonesia. Dominasi hutan, sawah, dan menyeberangi Sungai Tuntang. Hanya 9 hari setelah perjalanan perdana.

Pendahuluan

Produk Baru Stok Lama. Boleh jadi ungkapan yang pas buat Kereta Api Banyubiru ketika Gapeka 2023 pertama kali berlaku pada 1 Juni 2023. Satu diantara beberapa rangkaian kereta baru yang memulai dinasnya di Gapeka 2023. Namun ada yang spesial untuk kasus Kereta Api Banyubiru.

Kembalinya Kereta Api Banyubiru di Gapeka 2023

Kereta Api Banyubiru melayani rute dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng ke Solo Balapan dan sebaliknya. Lintasan yang dilewati merupakan jalur bersejarah. Disamping itu, Kereta Api Banyubiru sejatinya bukanlah pemain baru di perkeretaapian Indonesia.

Sebelumnya di tahun 2000-an pernah dinas di rute yang sama sebagai kereta komuter. Menggunakan trainset KRDE modifikasi dari KRL BN Hollec. Namun sayang, Banyubiru sebagai layanan komuter nggak begitu sukses. Banyak mengalami perubahan rute sampai berujung penghentian operasional lantaran okupansi tak sesuai harapan.

Sepeninggal KRDE Banyubiru jalur bersejarah memang sempat diisi oleh KA Kaligaja dan Kereta Api Joglosemarkerto. Juga rangkaian jarak jauh macam Kereta Api Matarmaja. Sayang bandrol tiket terlalu tinggi. Kecuali Kalijaga yang memang disubsidi juga oleh Pemprov Jawa Tengah.

13 tahun pun telah berlalu, akhirnya Kereta Api Banyubiru hadir kembali di tanggal 1 Juni 2023. Reborn sekaligus rebranding layanan dari komuter ke aglomerasi. Kali ini memakai kereta biasa ditarik lokomotif. Memiliki layanan kereta eksekutif dan ekonomi plus kemenhub. Jelas beda jauh dengan yang terdahulu.

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : 9 Hari Setelah Peluncuran Kembali

Tepat 9 hari setelah peluncuran kembali (relaunching), 9 Juni 2023, Perjalanan kereta Api Banyubiru dilaksanakan. Perjalanan ini mengandung dua makna sekaligus: napak tilas sejarah jalur kereta pertama di Indonesia, dan kembalinya nama Banyubiru dalam jagad perkeretaapian Indonesia

Asal Usul Nama Banyubiru

Sebelum mulai perjalanan ada baiknya lebih dulu membahas tentang asal usul nama Banyubiru yang disematkan di kereta aglomerasi ini.

Banyubiru adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Semarang. Lebih dikenal sebagai destiasi wisata karena banyaknya objek wisata di sana. Khususnya wisata alam. Salah satunya adalah Puncak Gunung Telomoyo yang berada di Desa Sepakung.

Nah disinilah asal usul nama Banyubiru. Sebuah kecamatan yang jadi destinasi wisata alam Kabupaten Semarang.

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : Berangkat Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng

Perjalanan bersejarah ini mengambil titik keberangkatan awal di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Ini adalah stasiun terbesar dan utama di Semarang. Hampir semua kereta dilayani di sini. Hanya rangkaian ekonomi full Jalur Kereta Pantura yang melintas langsung.

Untuk kereta api Banyubiru, stasiun ini adalah titik keberangkatan awal sekaligus terminus. Jadi buat kamu yang akan menjajalnya nanti naiknya dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Tepat jam 07.50 WIB kereta berangkat.

Stasiun Brumbung Demak : Bisa Jadi Alternatif Kedungsepur (Lebih Mahal)

Jam 08.07 WIB Kereta Api Banyubiru tiba di Stasiun Brumbung Demak. Satu dari empat stasiun tertua di Indonesia ini merupakan pemberhentian pertama. Jika dihitung waktu tempuh, dari Semarang ke Demak dengan kereta ini hanya sekitaran 17 menit.

Wah cepet banget ya?! Karena melintas langsung Stasiun Alastua. Dengan adanya pemberhentian ini, Kereta Api Banyubiru sebetulnya bisa jadi alternatif Kedungsepur. Namun sayangnya harga tiket 4x lebih mahal.

Sebagai bandingan KA Kedungsepur Rp 10.000,00. Adapun kereta ini paling murahnya di Rp 40.000,00. Juga terlalu sayang naik kereta bagus cuma 17 menit kurang bisa menikmati. Tapi itu semua tergantung pilihan kamu ya.

Balik lagi ke perjalanan tanggal 9 Juni 2023. Nggak menunggu lama Kereta Api Banyubiru diberangkatkan lagi jam 08.10 WIB. Siap mengarungi salah satu peninggalan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : Masuk Jalur KA Semarang Solo

Stasiun Brumbung Demak memiliki percabangan lintas utama. Pertama menuju Jalur Kereta Pantura Timur yang akan melewati Stasiun Ngrombo dan Stasiun Cepu sampai Surabaya. Sedangkan kedua adalah percabankan ke jalur selatan termasuk Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden).

Nah percabangan kedua inilah yang dilewati Kereta Api Banyubiru. Ini adalah jalur kereta api paling bersejarah dan merupakan yang pertama di Indonesia.

Mulai beroperasi pada tahun 1867 sampai dengan Tanggung. Kemudian mencapai Solo tahun 1870. Sampai akhirnya mencapai Lempuyangan tahun 1872 dan membentuk Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden).

Selepas Stasiun Brumbung Demak, Kereta Api Banyubiru masuk ke Jalur KA Semarang Solo yang legendaris tersebut.

Melintas Langsung Stasiun Tanggung

Kereta Api Banyubiru melintas langsung Stasiun Tanggung. Memang di stasiun legendaris ini tak ada layanan penumpang. Hanya untuk monitoring. Juga untuk persilangan dan susulan yang sifatnya situasional.

Padahal dulu ketika awal beroperasi tahun 1867, stasiun ini adalah pemberhentian yang otomatis punya layanan penumpang dan angkutan barang. Dengan demikian perjalanan Kereta Api Banyubiru kini telah melewati segmen pertama dari Jalur KA Semarang Solo.

Melintas Langsung Stasiun Telawa

Satu dari dua stasiun aktif di Kabupaten Boyolali ini adalah yang kedua dilewati Kereta Api Banyubiru. Pada saat perjalanan perdana hingga tanggal 9 Juni 2023 Kereta Api Banyubiru memang belum dilayani di sini. Baru setahun kemudian dan masih tahap ujicoba.

Stasiun Kedungjati dan Jembatan Sungai Tuntang

Tak terasa perjalanan telah melintas Stasiun Kedungjati. Ada hal unik dari stasiun ini yakni design nya yang mirip dengan Stasiun Ambarawa. Memang sebetulnya dari sini ada percabangan ke Ambarawa.

Namun sayang sekali karena satu dan lain hal proses reaktivasinya harus terhenti dan belum ada kelanjutan. Sedikit info, percabangan ke Ambarawa telah non aktif sejak awal 1970-an. Penyebab utamanya ialah bencana alam. DIsamping okupansi yang kembang kempis.

Duh andai jalur itu hidup boleh jadi Kereta Api Banyubiru bisa aja berhenti di sini. Oke kita tinggalkan soal percabangan ke Ambarawa. Selanjutnya Perjalanan Naik Kereta Api Banyubiru menyeberangi Jembatan Sungai Tuntang.

Tiba di Stasiun Gundih : Di Sini Juga Ada Percabangan

Jam 09.08 WIB Kereta Api Banyubiru tiba di Stasiun Gundih. Boleh dibilang ini merupakan stasiun besar kedua setelah Stasiun Ngombo di Jalur Kereta Pantura Timur. Lebih dari itu telah terpasang sistem persinyalan elektrik.

Stasiun ini juga ada percabangan yang langsung ke Stasiun Cepu via Randublatung. Dikenal dengan sebutan Segitiga Grobogan. Bahkan percabangan inipun termasuk bersejarah.

Karena pembangunan jalur Kereta Pantura Timur dari Surabaya awalnya ke sini, bukan Semarang. InSyaaAlloh nanti akan dibahas tersendiri. Kereta Api Banyubiru berangkat lagi 09.11 WIB.

Selamat Datang di Aglomerasi Solo Raya

Tak terasa perjalanan Kereta Api Banyubiru telah masuk Stasiun Sumberlawang di Kabupaten Sragen. Itu artinya telah memasuki wilayah Aglomerasi Solo Raya. Di Stasiun Sumberlawang, Kereta Api Banyubiru melintas langsung.

Perjalanan Kereta api Banyubiru : Berhenti di Stasiun Salem

Uniknya di Kabupaten Sragen, Kereta Api Banyubiru malah berhenti dan melayani penumpang via Stasiun Salem. Tiba jam 09.33 kemudian berangkat lagi 09.35 WIB. Jadi bila kamu ingin ke Sragen khususnya kawasan sekitar Sumberlawang bisa ambil alternatif turun di sini. Oh iya, ini juga jadi pemberhentian terakhir sebelum Solo Balapan.

Ingat Insiden KRL Gasruk di Kalioso?

Inilah drama paling heboh di masa Pandemi Covid-19 tahun 2020. Pada saat pengiriman trainset KRL JR 205 yang baru datang dari Jepang. Kebetulan melewati Jalur KA Semarang Solo.

Namun karena Jembatan Kalioso kurang tinggi terjadilah insiden KRL Gasruk sampai membuat beberapa bagia atas kereta yang lebih tinggi dari jembatan itu terlepas. Sehingga pengiriman berikutnya lewat Jalur KA Cirebon Kroya.

Balik lagi ke Perjalanan Kereta Api Banyubiru, nggak kerasa ya udah nyampe Kalioso aja? Berarti tujuan akhir udah semakin dekat.

Melintas Kadipro : Selangkah Menuju Destinasi Akhir

Kereta Api Banyubiru melintas langsung Stasiun Kadipro yang berada di wilayah Kota Surakarta. Nah itu berarti Solo Balapan yang jadi destinasi akhir tinggal selangkah lagi. Tambahan Stasiun Kadipro punya percabangan ke Bandara Adi Sumarmo, Kabupaten Boyolali. Solo.

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : Tiba di Stasiun Solo Balapan

Akhirnya tepat jam 09.55 WIB, Kereta Api Banyubiru tiba di Stasiun Solo Balapan. Jika dihitung dari awal berangkat, waktu tempuh dari Semarang ke Solo dengan kereta ini adalah 2 jam 5 menit. Perjalanan yang cukup nyaman karena kebetulan mengambil kereta eksekutif di harga Rp 60.000,00.

Situasi Stasiun Solo Balapan di tanggal 9 Juni 2023 itu sangat ramai. Nggak heran sih. Apalagi itu kan bertepatan dengan hari Minggu. Paling mencolok jelas terlihat di peron yang melayani KRL Joglo. Sejak semua rutenya jadi Yogyakarta-Palur memang nggak pernah sepi.

Di Stasiun Solo Balapan, layanan Aglomerasi seperti Kereta Api Banyubiru dan Joglosemarkerto itu tetap dimasukkan ke KA Jarak Jauh. Jadi akses keluarnya melalui pintu penumpang KA Jarak Jauh.

Dominasi Sawah, Hutan, dan Ladang (Susah Sinyal)

Perjalanan Kereta Api Banyubiru di Jalur KA Semarang Solo banyak dominasi pemandangan sawah, hutan, dan ladang. Ditambah Sungai Tuntang yang boleh dibilang satu-satunya yang ekstrem di jalur legendaris. Secara sungai yang satu ini kerap dilanda banjir.

Jalur legendaris ini masuk dalam katagori lintas datar. Sejak awal NISM memang banyak mengoperasikan lintas seperti ini dan hanya sedikit lintas pegunungan. Namun ada kekurangan yakni susah sinyal terutama untuk beberapa operator seluler.

Ketika perjalanan kebetulan pakai XL Axiata. Sayang termasuk yang sinyalnya susah. Boleh jadi karena berada di tengah hutan cukup terpencil jadi aja beberapa operator susah sinyal.

Perjalanan Kereta Api Banyubiru : Harga Tiket Promo

Untuk harga tiket tanggal 9 Juni 2023 sebenarnya masih promo. KA Ekonomi Plus Kemenhub misalnya dibanderol Rp 25.000,00 (saat ini berlaku tarif normal Rp 40.000,00).

Kereta eksekutif nya di tanggal itu Rp 75.000,00 (sekarang Rp 80.000,00). Kebetulan ketika perjalanan tanggal 9 Juni 2023 naiknya yang eksekutif.

Galeri Foto