Sejarah KA Gaya Baru

Sejarah KA Gaya Baru Ada Dari Bandung?

Dalam sejarah KA Gaya Baru rute Gambir-Surabaya tersedia perjalanan via utara dan selatan. Meski ekonomi tapi menyandang nomor satu. Bahkan ada jadwal dari Bandung? Yuk kita bahas!

Pendahuluan

Walaupun ditarget nggak akan panjang, nyatanya masih ada yang kurang di sini. Mengulik sejarah kereta api Gaya Baru Malam Selatan. Kereta rakyat yang kini telah berubah jadi gedongan.

Seperti pada pembahasan sebelumnya yakni Gaya Baru Malam Selatan Jadi Kereta Gedongan dan Jadwal Kereta Api GBMS : Nyampe Tengah Malam, kereta ini masuk dalam barisan legenda. Telah berdinas sejak tahun 1960-an.

Jika sebelumnya kita hanya mengenal dua kereta Gaya Baru yakni Utara dan Selatan, nah ternyata keluarga Gaya Baru nggak hanya itu. Dulu pernah tersedia pemberangkatan dari Bandung! Penasaran? Yuk simak pembahasannya

Sejarah KA Gaya Baru dari EGB

Dalam sejarah KA Gaya Baru berawal dari kereta EGB atau Ekspres Gaya Baru rute Gambir – Surabaya PP. Kereta Api EGB pertama kali beroperasi tahun 1964. Waktu itu PNKA selaku operator kedatangan trainset baru dari Jepang dan Jerman.

Tentu yang paling fenomenal disini ialah Lokomotif BB 301 buatan Krupp Jerman. Loko yang kelak akan menghandle perjalanan KAJJ medio 1965 hingga awal dekade 1970-an.

Kedatangan trainset baru biasanya diikuti dengan launching kereta baru. Nah disinilah KA Ekspres Gaya Baru (EGB) memulai debut-nya. Meskipun kereta ekonomi namun kebagian nomor 1 sampai 6 di Perjalanan KA (Perka).

Terdiri dari 3 Perka

KA Ekspres Gaya Baru melayani rute Gambir – Surabaya dan kebagian nomor 6 teratas. Ternyata terselip satu perka yang justru dimulai dari Stasiun Bandung (BD). Berikut rinciannya:

  • KA 1 dan 2 : Gambir – Surabaya Pasar Turi PP
  • KA 3 dan 4 : Bandung – Surabaya Gubeng PP
  • KA 5 dan 6 : Gambir – Surabaya Gubeng PP

KA Ekspres Siang Bandung dan Ritual Putus Nyambung

Jaman dulu hal ini cukup lazim terjadi. Ini juga dialami oleh KA Ekspres Gaya Baru. Dari Stasiun Gambir KA 2 dan 6 diberangkatkan dalam satu rangkaian yang kemudian dipisah di Stasiun Cirebon.

Dari Surabaya KA 3 dan 5 berangkat bareng dan berpisah di Stasiun Kroya. Nah untuk trainset yang rutenya dari Stasiun Bandung ini dikenal dengan nama KA Ekspres Siang Bandung.

Segmen Bandung Jadi KA Badrasurya

Tedapat sumber menyebut bahwa KA Ekspres Siang Bandung ini awalnya nggak hanya sampai Stasiun Bandung. Namun melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Walaupun itu nggak berlangsung lama. Dan pada akhirnya fokus Bandung-Surabaya.

Segmen Bandung dengan nama KA Ekspres Siang Bandung tetap eksis. Baru di tahun 1985 ganti nama jadi KA Badrasurya. Kereta ini Pensiun di tahun 1997 dan diteruskan oleh KA Pasundan hingga sekarang.

Sejarah KA Gaya Baru Lanjut ke GBMU

Memasuki tahun 1971 sejarah KA Gaya Baru berlanjut dengan beroperasinya KA Gaya Baru Malam Utara (GBMU) rute Gambir – Surabaya Pasar Turi PP. Ini adalah tonggak dimulainya perjalanan kereta malam.

Dan di tahun 1975 KA Gaya Baru Malam Selatan mulai dinas. Di masa-masa awal baik GBMU dan GBMS dirangkaikan jadi satu dari Stasiun Gambir hingga Stasiun Cirebon. Setelahnya baru dipisahkan.

Percis seperti terjadi di era Ekspres Gaya Baru sebelumnya. Namun pada akhirnya kedua kereta berjalan masing-masing tanpa ada lagi ritual seperti itu. Hingga GBMU purnatugas di tahun 2002.

Tinggal Sisakan Gaya Baru Malam Selatan

Sayangnya sejarah KA Gaya Baru kini tinggal menyisakan satu keturunanya langsung yakni KA Gaya Baru Malam Selatan di rute Jakarta Pasar Senen – Surabaya Gubeng PP. Itupun telah berubah jadi kereta elite bertarif mahal.

KA Gaya Baru Malam Utara telah pensiun tahun 2002 pasca adanya rasionalisasi. Adapun KA Pasundan itu nggak dianggap bagian dari sejarah KA Gaya Baru. Sebab kereta ini ketika dinas pertama kali masih ada KA Badrasurya.

Justru KA Badrasurya inilah yang jadi bagian sejarah KA Gaya Baru. Kiprahnya diawali dari KA Djaja (EGB No 3 dan 4) kemudian menjadi KA Ekspres Siang Djaja dan akhirnya KA Badrasurya hingga pensiun 1997.

Kesimpulan

Sejarah KA Gaya Baru diawali dari KA Ekspres Gaya Baru (EGB) di tahun 1964. Memanfaatkan kedatangan trainset baru dari Jepang dan Jerman. Plus lokomotif BB 301 buatan Krupp.

Kereta ini mendapatkan urutan 6 teratas dengan 2 rute dari Stasiun Gambir ke Surabaya Pasar Turi dan Gubeng, serta dari Bandung ke Gubeng. Meski pada akhirnya rute Bandung dilepas dan jadi Ekspres Siang Djaja pendahulu Badrasurya.

Jadi pertanyaan soal ada atau nggak nya rute Bandung itu memang ada rutenya yakni KA No. 3 dan 4. Itu biasanya putus sambung di Kroya dengan rute Gambir-Surabaya Gubeng.

Sayangnya dari sejarah panjang dan keturunanya kini tinggal menyisakan KA Gaya Baru Malam Selatan. Itupun telah berubah total jadi kereta elite bertarif mahal. Gaya Baru Malam Utara (GBMU) pensiun 2002 dan KA Pasundan berdiri sendiri.

Foto Sejarah KA Gaya Baru

Sejarah KA Gaya Baru

Salah satu foto Sejarah yang bersumber dari Twitter Potret Lawas hasil jepretan J.G.Ohler. Masuk dalam koleksi Troppenmuseum Belanda. Ketika KA Ekspres Gaya Baru sedang berhenti di Stasiun Cirebon.

Terlihat aktivitas stasiun yang diramaikan oleh pedagang makanan seperti lotek, karedok, pecel. Untuk foto sosok pedagang sengaja di sensor. Agar sesuai dengan kaidah Al Qur’an dan Sunnah dalam hal foto makhluk bernyawa manusia dan hewan.