Stasiun Madiun di antara INKA dan Pertamina

Stasiun Madiun Di Antara INKA dan Pertamina

Salah satu stasiun penting di jalur selatan. Stasiun Madiun berada di antara dua institusi besar yakni INKA dan Pertamina. Seperti apakah hubungan masing-masing?

Pendahuluan

Daerah Madiun pastinya akan kita lewati apabila bepergian ke Surabaya atau Malang lewat jalur selatan. Terutama bila memilih moda transportasi kereta api. Mau full selatan atau ke Semarang dulu tetap akan ke sini juga.

Berbicara tentang Madiun nggak hanya melulu soal kuliner khas nya seperti Pecel atau Brem (salah satu olahan tapai). Lebih dari itu bahkan identik dengan si ular besi. Gimana nggak posisi pabriknya aja di sini.

Apakah hanya itu? Ternyata nggak, dunia perminyakan pun ternyata memiliki hubungan dengan kota ini. Terutama stasiunnya. Sebab dalam perjalanan menuju Depot minyak nya akan melewati momen unik yakni berada di tengah jalan raya.

Kurang lebih begitulah singkatnya hubungan antara Madiun, pabrik pembuatan si ular besi, dan depot minyak nya. Mau tau sedikit lebih jelasnya?

Stasiun Madiun di Jalur Selatan

Nah hal pertama yang akan diangkat lebih dulu tentu saja Stasiun Madiun. Pasalnya semua kereta api lintas selatan punya jadwal pemberhentian di sini. Mulai dari sekelas KA Argo Wilis, sedikit menengah seperti Kereta Api Matarmaja, hingga yang masih disuapi macam Kahuripan.

Kereta jalur selatan sendiri terbagi jadi dua yakni full selatan dan gabungan. Rute full selatan biasanya dari Bandung ke Surabaya. Bisa juga Jakarta ke Surabaya lewat Purwokerto.

Adapun yang gabungan lebih dulu ke Semarang lantas belok arah Solo via Kedungjati. Untuk gabungan ini salah satunya ialah Kereta Api Matarmaja. Sempat full selatan hingga akhirnya jadi campuran setelah pengoperasian Gajayana tahun 1999.

Stasiun ini merupakan salah satu destinasi utama di jalur selatan. Karenanya banyak penumpang yang naik turun di sini. Maka dari itulah semua kereta api berhenti di sini.

Stasiun Madiun dan PT INKA

Nah tadi kan sempat disinggung soal Kota Madiun dan Si Ular Besi. Jadi disinilah keterkaitannya. Seperti telah mahfum, PT INKA merupakan industri yang membangun moda transportasi kereta api.

Disinilah gerbong kereta api dibuat. Baik untuk penumpang maupun barang. Turut diproduksi pula unit kereta rel listrik (KRL/EMU), kereta rel diesel (KRD/DMU), hingga lokomotif diesel hydraulic.

Keberadaan PT. INKA berawal dari Balai Yasa Madiun peninggalan Belanda. Kemudian di tahun 1980-an berkembang menjadi industri perakitan kereta api. Pendirian ini untuk mengurangi ketergantungan impor sarana kereta api. Utamanya gerbong penumpang dan barang.

Nah posisi PT. INKA berada tepat di sisi utara stasiun. Bila kita mengambil jendela kiri arah Surabaya akan bisa melihat langsung pabriknya.  

Stasiun Madiun dan Pertamina

Nah untuk hal ini, stasiun menjadi titik awal perjalanan KA Pertamina Jawa Timur tujuan Depot Pertamina Madiun. Uniknya dari stasiun kereta ini akan berjalan dalam posisi langsiran.

Terlebih dulu berjalana searah lalu masuk ke jalur percabangan menuju depot dalam posisi langsir. Percabangan ini terbilang unik dan hampir serupa dengan yang ada di Solo.

Sisi uniknya lagi, ketika kereta dalam posisi normal dari Depot menuju Stasiun, itu akan nongol dari arah belakang. Padahal pintu JPL menutup dari depan. Namun sepertinya hal unik ini akan segera ditinggalkan manakala percabangan baru dibangun agak ke timur.

Stasiun Madiun Tanpa Kereta Lokal

Sayang sekali saat ini nggak ada layanan kereta lokal rute Stasiun Madiun. Sehingga penumpang yang akan ke sini mau nggak mau harus menumpang KAJJ yang ada. Biasanya tersedia tarif khusus di kereta tertentu.

Sebelumnya pernah ada KRD Madiun Jaya. Jauh sebelum itupun pernah beroperasi KA Rapih Dhoho. Semoga aja kedepannya akan ada lagi rangkaian kereta lokal yang melayani Madiun.

Kesimpulan

Stasiun Madiun memiliki keterkaitan dengan PT. INKA. Pasalnya industri perakitan kereta api tersebut dulunya merupakan Balai Yasa Madiun. Namun diupgrade dengan tujuan kemandirian produksi rangkaian kereta api.

Hubungan dengan Pertamina itu terletak pada percabangan dari Stasiun menuju Depot. Dimana kereta akan berjalan dalam posisi langsir. Melewati rel di tengah jalan raya. Sedangkan sebaliknya kereta dalam posisi normal nongol dari belakang.

Namun sangat disayangkan dari berbagai keunikan itu tak ada layanan kereta lokal. Meski sebelumnya pernah ada macam KA Rapih Dhoho dan KA Madiun Jaya. Semoga aja ke depannya ada ya.

Galeri Foto