Stasiun Malang Sisi Timur Kini Hidup Lagi

Keberadaan Stasiun Malang Sisi Timur seolah membangkitkan memori lama sebelum 1941. Kini kawasan itu hidup lagi setelah sekian lama tertidur dan sebatas jadi kantor logistik.

Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya, ” Stasiun Malang, Pertama di Kota Apel.” InSyaaAlloh kali ini kita akan membahas sisi lain dari stasiun utama di Kota Malang. Satu kawasan yang sebetulnya nggak bisa dibilang baru.

Justru Di Timur

Kawasan itu sebetulnya pernah difungsikan sebagai stasiun. Tempat untuk naik turun penumpang kereta api dan pengangkutan hasil bumi. Hal ini berlangsung sejak awal diresmikan tahun 1879.

Jadi bangunan utama Stasiun Malang pada awal beroperasinya bukanlah di sisi barat. Sebaliknya justru di sisi timur. Namun di kemudian hari pihak Staats Spoorwegen merasa posisi tersebut mengurangi nilai strategis.

Posisi menghadap timur artinya membelakangi Kota Malang yang berada di sebelah barat. Ditambah lagi jalur kereta api dilanjutkan pembangunannya hingga Blitar. Bahkan dikemudian hari ke Tulungagung, Kediri, hingga Kertosono. Membentuk Loop Line.

Bangunan Barat Mulai 1941

Dianggap mengurangi nilai strategis, Staats Spoorwegen (SS) membangun bangunan di sisi barat yang langsung menghadap ke kota tahun 1941. Bangunan karya arsitek Wijnard Jan ver der Eb (1904-1966) jadi yang termahal kala itu.

Stasiun Malang sisi barat ini dilengkapi terowongan. Fungsinya selain untuk penyeberangan juga untuk berlindung. Pasalnya kala itu telah memasuki masa-masa Perang Dunia ke-2.

Bangunan Stasiun Malang tersebut cukup ikonik bahkan sejak saat itu menjadi bangunan utama dalam waktu yang lama. Adapun sisi timur otomatis ditinggalkan dan difungsikan sebatas kantor jasa pengiriman.

Stasiun Malang Sisi Timur Mengurai Kepadatan

Seiring perjalanan waktu, wilayah Malang Raya terus berkembang. Terutama dengan hadirnya sejumlah destinasi wisata. Terutama yang sifatnya kekinian seperti Jatim Park hingga Museum Angkut.

Sebagian penyedia jasa travel menuju Gunung Bromo juga kerap menjemput pelanggannya di Stasiun Malang. Dengan demikian Malang Raya telah menjelma menjadi destinasi wisata penting di Jawa Timur.

Beban stasiun pun terus meningkat. Ditambah lagi bangunan barat itu nggak punya lahan parkir yang memadai. Sehingga PT. KAI akhirnya memfungsikan lagi Stasiun Malang Sisi Timur tahun 2021. Tujuan jelas mengurai kepadatan.

Stasiun Malang Sisi Timur Lebih Modern

Walaupun telah ada sejak 1879 bangunan pertama itu nggak jelas lagi keberadaannya. Apakah telah dibongkar atau gimana. Namun boleh jadi memang iya. Terutama setelah Staats Spoorwegen (SS) memindahkan aktivitas ke barat.

Sehingga yang berdiri disitu saat ini ialah bangunan baru yang lebih modern. Fasilitas yang ada pun sangat memadai. Selain lahan parkir lebih luas juga disediakan troly untuk memudahkan calon penumpang.

Ruang Tunggu Konsep Semi Outdoor

Bangunan modern itu sepertinya menggunakan konsep semi outdoor. Hal tersebut bisa terlihat di ruang tunggu penumpang di Lantai 1 yang terhubung ke skybridge. Tetap terlindungi oleh atap tapi juga bisa merasakan udara segar. Disini juga tersedia toilet dan musholla.

Terhubung Skybridge

Fasilitas modern lainnya ialah skybridge. Ini untuk menghubungkan ruang tunggu dengan peron Stasiun Malang. Bahkan juga terhubung dengan bangunan lama di sisi barat.

Memang mesti diakui hingga pengambilan konten foto di November 2022 fasilitas seperti resto dan minimarket masih lebih banyak di stasiun barat daripada Stasiun Malang sisi timur.

Stasiun Malang Sisi Timur Kembali Jadi Bangunan Utama

Untuk kedepannya Stasiun Malang Sisi Timur tengah dipersiapkan untuk kembali menjadi bangunan utama. Terutama untuk penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Stasiun ini bisa melayani keberangkatan dan kedatangan. Tersedia lahan parkir luas dan boarding area. Bagaimana dengan penumpang lokalan komuter seperti Kereta Api Tumapel?

Keberangkaian lokal komuter tetap dilayani di stasiun barat. Adapun untuk kedatangan selain bisa keluar via pintu barat juga bisa melalui Stasiun Malang Sisi Timur. Tapi perlu diingat, bukan untuk keberangkatan lokalan ya. Berangkat tetap dari barat atau gedung lama 1941.

Kesimpulan

Stasiun Malang Sisi Timur sebetulnya telah ada di tahun 1879. Namun sejak 1941 semua aktivitas dipindahkan ke barat sehingga di sisi timur nggak ada lagi aktivitas. Bahkan hanya sebatas kantor jasa pengiriman.

Namun sejak 2021 dalam rangka dukungan untuk pariwisata, PT. KAI memfungsikan lagi sisi timur. Dengan dibuat bangunan baru yang lebih modern dengan lahan parkir luas.

Kini sisi timur tengah bersiap kembali menjadi bangunan utama. Di sini melayani kedatangan dan kedatangan penumpang KAJJ. Adapun penumpang lokal komuter seperti Kereta Api Tumapel tetap dari Barat. Paling untuk kedatangan aja yang bisa di gedung baru.

Galeri Foto

Masih Lanjut? Iya !

Setelah “Stasiun Malang, Pertama di Kota Apel ” dan pembahasan ini, apakah masih akan lanjut lagi? Tentu saja, karena jadwal perjalanan kereta api nya belum dibahas. Jadi perlu ada pembahasan khusus.

Video Stasiun Malang Sisi Timur


Comments

2 responses to “Stasiun Malang Sisi Timur Kini Hidup Lagi”

Leave a Reply