Stasiun Wanaraja adalah stasiun kedua yang ikut aktif lagi di jalur KA Cibatu Garut. Meski terkesan kagog tapi bukan berarti nggak strategis. Bahkan pernah jadi latar film. Film apa ya? Seberapa strategiskah? Pendahuluan Masih seputar stasiun di jalur KA Cibatu Garut yang ikut direaktivasi seiring dengan program reaktivasi jalur legendaris ini. Kali ini adalah stasiun yang sebenarnya tinggal selangkah lagi menuju Garut Kota. Itupun kalo nggak memperhitungkan keberadaan 2 halte yang ditutup permanen. Dimana keduanya terakhir beroperasi sekitar tahun 1983-1984. Bersama 2 halte lainnya. Sebelum jalur KA Cibatu Garut di non-aktifkan. Kesannya ngagokan sih, tapi bukan berarti keberadaannya nggak punya nilai strategis. Bahkan pernah lho jadi latar film. Nah, kira-kira film apa ya? Juga seberapa strategiskah stasiun ini? Stasiun Wanaraja di antara Dua Halte Non Aktif Sebenarnya kalo melihat dari masterplan Staatspoorwegen ketika membangun Jalur Kereta Api Cicalengka Garut, Stasiun Wanaraja nggak masuk dalam rencana. Ini tentu berbeda dengan Stasiun Pasir Jengkol Garut. Justru Staatspoorwegen memasukkan 4 buah halte sebelum Stasiun Garut Kota. Keempat halte tersebut antaralain: Halte Citameng, Halte Hunjurea, Halte Cinunuk, dan Halte Citameng. Posisinya antara Stasiun Pasir Jengkol Garut dengan Stasiun Garut Kota. Entah dibangun tahun berapa, yang jelas Stasiun Wanaraja bukan dibangun pada periode pembangunan Cicalengka-Garut, 1887-1889. Boleh jadi seperti Stasiun Cibatu yang baru dibangun belakangan. Posisinya sendiri berada di antara 2 halte yakni Halte Hunjurea dan Halte Cinunuk. Namun sayangnya pada saat reaktivasi, semua halte nggak ikut direaktivasi. Dengan kata lain ditutup permanen. Pernah Jadi Latar Film Mungkin nggak banyak yang tau Stasiun Wanaraja pernah jadi latar fim Indonesia jadul. Itu terjadi ketika jalur KA Cibatu Garut masih aktif. Sekitar tahun 1975. Apakah film Indonesia jadul yang dimaksud? Film tersebut berjudul Teraktor Benyamin (1975) yang dibintangi alm. H. Benyamin Sueb. Adalah Benny (Benyamin Sueb), seorang mahasiswa Pertanian hendak melakukan penyuluhan untuk tugas akhir (skripsi). Awalnya Benny berangkat dari Stasiun Jakarta Kota (JAKK) menumpang Kereta Api Parahyangan. Di kereta itu sempat bertemu dengan teman kampusnya dari jurusan lain bernama Hetty (Hetty Koes Endang). Di Film Namanya Wanajaya, Tapi Merujuk ke Wanaraja Setibanya di Bandung, Benny meneruskan perjalanan menggunakan kereta lokal yang ditarik loko uap. Nah kereta lokal itu diketahui jurusan Wanajaya. Di film Stasiun digambarkan sangat sederhana. Ketika ditelusuri memang ada Wanajaya di Garut. Dimana itu merujuk ke Wanaraja. Nah berarti besar kemungkinan Stasiun Wanajaya yang jadi tujuan akhir perjalanan “Babeh” memang Stasiun Wanaraja. Stasiun Wanaraja Nggak Jauh dari Alun Alun dan Pasar Selain pernah jadi latar film Teraktor Benyamin (kemungkinan besar ya jika melihat penelusuran yang ada), stasiun ini punya nilai strategis lain. Posisinya kurang lebih 1,1 km dari Alun Alun Wanaraja dan 1,5 km dari Pasar Rakyat. Kedua lokasi tersebut berada di Jalan Raya Wanaraja yang merupakan bagian dari Jalan Arteri Cibatu-Garut. Sedangkan akses dari dan menuju Stasiun melalui Jalan Cikole. Posisi Stasiun percis di depan Gedung SD Cikole Hilir 1 dan Kantor Desa Wanasari. Alternatif Situ Bagendit Selain hanya berjarak kurang dari 2 km ke Alun Alun dan Pasar Rakyat via Jalan Cikole, Stasiun Wanaraja bisa jadi salah satu alternatif menuju Objek Wisata Situ Bagendit Garut. Jarak antara Stasiun dengan Situ Bagendit ialah 9 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 28 menit. Melalui Jalan Cikole lebih dulu ke arah Alun Alun Wanaraja. Lanjut belok kanan Jalan Cinunuk Banyuresmi Hanya saja ada kekurangannya. Jalur alternatif ini masih merupakan jalan kecil dua arah. Jadi agak kurang direkomendasikan lah. Kecuali kalo mau lanjut naik motor sih bisa-bisa aja Stasiun Wanaraja Layani Perjalanan KA Lokal Sebagaimana Stasiun Pasir Jengkol Garut sebelumnya, Stasiun Wanaraja hanya melayani perjalanan KA Lokal saja yakni KA Lokal Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta dan Garut-Padalarang. Kesimpulan Meski terkesan kagog udah dekat Garut Kota, bukan berarti Stasiun Wanaraja nggak punya nilai strategis. Jarak kurang dari 2 km menuju Alun Alun dan Pasar Rakyat Wanaraja. Bahkan diduga kuat pernah jadi latar film Teraktor Benyamin (1975). Waktu itu disebut Stasiun Wanajaya dengan bangunan sangat sederhana. Setelah ditelusuri Wanajaya yang dimaksud merujuk ke Wanaraja Garut. Bisa jadi alternatif ke Situ Bagendit walaupun kurang direkomendasikan karena jalannya kecil. Hanya melayani perjalanan KA Lokal Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta dan Garut-Padalarang.

Stasiun Wanaraja Nilai Strategis dan Latar Film

Stasiun Wanaraja adalah stasiun kedua yang ikut aktif lagi di jalur KA Cibatu Garut. Meski terkesan kagog tapi bukan berarti nggak strategis. Bahkan pernah jadi latar film. Film apa ya? Seberapa strategiskah?

Pendahuluan

Masih seputar stasiun di jalur KA Cibatu Garut yang ikut direaktivasi seiring dengan program reaktivasi jalur legendaris ini. Kali ini adalah stasiun yang sebenarnya tinggal selangkah lagi menuju Garut Kota.

Itupun kalo nggak memperhitungkan keberadaan 2 halte yang ditutup permanen. Dimana keduanya terakhir beroperasi sekitar tahun 1983-1984. Bersama 2 halte lainnya. Sebelum jalur KA Cibatu Garut di non-aktifkan.

Kesannya ngagokan sih, tapi bukan berarti keberadaannya nggak punya nilai strategis. Bahkan pernah lho jadi latar film. Nah, kira-kira film apa ya? Juga seberapa strategiskah stasiun ini?

Stasiun Wanaraja di antara Dua Halte Non Aktif

Sebenarnya kalo melihat dari masterplan Staatspoorwegen ketika membangun Jalur Kereta Api Cicalengka Garut, Stasiun Wanaraja nggak masuk dalam rencana. Ini tentu berbeda dengan Stasiun Pasir Jengkol Garut.

Justru Staatspoorwegen memasukkan 4 buah halte sebelum Stasiun Garut Kota. Keempat halte tersebut antaralain: Halte Citameng, Halte Hunjurea, Halte Cinunuk, dan Halte Citameng. Posisinya antara Stasiun Pasir Jengkol Garut dengan Stasiun Garut Kota.

Entah dibangun tahun berapa, yang jelas Stasiun Wanaraja bukan dibangun pada periode pembangunan Cicalengka-Garut, 1887-1889. Boleh jadi seperti Stasiun Cibatu yang baru dibangun belakangan.

Posisinya sendiri berada di antara 2 halte yakni Halte Hunjurea dan Halte Cinunuk. Namun sayangnya pada saat reaktivasi, semua halte nggak ikut direaktivasi. Dengan kata lain ditutup permanen.

Pernah Jadi Latar Film

Mungkin nggak banyak yang tau Stasiun Wanaraja pernah jadi latar fim Indonesia jadul. Itu terjadi ketika jalur KA Cibatu Garut masih aktif. Sekitar tahun 1975. Apakah film Indonesia jadul yang dimaksud?

Film tersebut berjudul Teraktor Benyamin (1975) yang dibintangi alm. H. Benyamin Sueb. Adalah Benny (Benyamin Sueb), seorang mahasiswa Pertanian hendak melakukan penyuluhan untuk tugas akhir (skripsi).

Awalnya Benny berangkat dari Stasiun Jakarta Kota (JAKK) menumpang Kereta Api Parahyangan. Di kereta itu sempat bertemu dengan teman kampusnya dari jurusan lain bernama Hetty (Hetty Koes Endang).

Di Film Namanya Wanajaya, Tapi Merujuk ke Wanaraja

Setibanya di Bandung, Benny meneruskan perjalanan menggunakan kereta lokal yang ditarik loko uap. Nah kereta lokal itu diketahui jurusan Wanajaya. Di film Stasiun digambarkan sangat sederhana.

Ketika ditelusuri memang ada Wanajaya di Garut. Dimana itu merujuk ke Wanaraja. Nah berarti besar kemungkinan Stasiun Wanajaya yang jadi tujuan akhir perjalanan “Babeh” memang Stasiun Wanaraja.

Stasiun Wanaraja Nggak Jauh dari Alun Alun dan Pasar

Selain pernah jadi latar film Teraktor Benyamin (kemungkinan besar ya jika melihat penelusuran yang ada), stasiun ini punya nilai strategis lain. Posisinya kurang lebih 1,1  km dari Alun Alun Wanaraja dan 1,5 km dari Pasar Rakyat.

Kedua lokasi tersebut berada di Jalan Raya Wanaraja yang merupakan bagian dari Jalan Arteri Cibatu-Garut. Sedangkan akses dari dan menuju Stasiun melalui Jalan Cikole. Posisi Stasiun percis di depan Gedung SD Cikole Hilir 1 dan Kantor Desa Wanasari.

Alternatif Situ Bagendit

Selain hanya berjarak kurang dari 2 km ke Alun Alun dan Pasar Rakyat via Jalan Cikole, Stasiun Wanaraja bisa jadi salah satu alternatif menuju Objek Wisata Situ Bagendit Garut.

Jarak antara Stasiun dengan Situ Bagendit ialah 9 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 28 menit. Melalui Jalan Cikole lebih dulu ke arah Alun Alun Wanaraja. Lanjut belok kanan Jalan Cinunuk Banyuresmi

Hanya saja ada kekurangannya. Jalur alternatif ini masih merupakan jalan kecil dua arah. Jadi agak kurang direkomendasikan lah. Kecuali kalo mau lanjut naik motor sih bisa-bisa aja

Stasiun Wanaraja Layani Perjalanan KA Lokal

Sebagaimana Stasiun Pasir Jengkol Garut sebelumnya, Stasiun Wanaraja hanya melayani perjalanan KA Lokal saja yakni KA Lokal Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta dan Garut-Padalarang.

Kesimpulan

Meski terkesan kagog udah dekat Garut Kota, bukan berarti Stasiun Wanaraja nggak punya nilai strategis. Jarak kurang dari 2 km menuju Alun Alun dan Pasar Rakyat Wanaraja.

Bahkan diduga kuat pernah jadi latar film Teraktor Benyamin (1975). Waktu itu disebut Stasiun Wanajaya dengan bangunan sangat sederhana. Setelah ditelusuri Wanajaya yang dimaksud merujuk ke Wanaraja Garut.

Bisa jadi alternatif ke Situ Bagendit walaupun kurang direkomendasikan karena jalannya kecil. Hanya melayani perjalanan KA Lokal Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta dan Garut-Padalarang.

Galeri Foto