Terowongan Stasiun Tugu Jogja Untuk Kenyamanan dan Keamanan

Terowongan Stasiun Tugu Jogja : Kenyamanan dan Keselamatan

Terowongan Stasiun Tugu sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru. Fasilitas itu telah ada sejak 1959. Namun kini telah direvitalisasi dan jadi lebih estetik daripada sebelumnya. Untuk lebih memberi kenyamanan dan keselamatan para penumpang dari dan menuju Pintu Selatan.

Pendahuluan

Stasiun Tugu Jogja dibangun 1887 dan beroperasi 1894. Saat itu merupakan terminus lintas barat (Westerlijnen) milik Staats Spoorwegen (SS). Karena untuk segmen berikutnya menuju Solo, Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden), dioperasikan oleh NISM dengan gaunge 1.435 mm.

Stasiun ini dibangun dan dioperasikan SS. Namun juga melayani perjalanan kereta milik NISM. Terutama setelah adanya percabangan ke utara (Jalur KA Jogja Magelang) dan selatan menuju kawasan Bantul hingga Brosot.

Awalnya bnangunan fisik Stasiun Tugu Jogja menggunakan gaya Neoklasik. Sedari awal sudah menerapkan model stasiun pulau. Dimana bangunan utama berada di antara dua jalur kereta.

Diawali dari Pintu Timur

Di tahun 1894 akses masuk stasiun berada di Pintu Timur atau Jalan Pangeran Mangkubumi sekarang. Peron selatan dipakai untuk melayani kereta NISM sedangkan utara untuk SS. Belum jelas kapan Pintu Selatan mulai dibangun dan dioperasikan.

erowongan stasiun tugu lama masih sangat sederhana
Terowongan Stasiun Tugu pertama kali dibuka pada 26 September 1959 oleh Menteri muda Perhubungan Darat, G.P.H. Djatikoesoemo. Menghubungkan Peron Utara di sekitar Pintu Timur dengan Pintu Selatan Stasiun Tugu. Diperkirakan Pintu Selatan itu juga baru dibuka di era 1950-an. Awalnya Pintu Timur merupakan satu-satunya akses utama di Stasiun Tugu Jogja (Foto: DeskDIY)

Terowongan Stasiun Tugu Dibuka 26 September 1959

Banyak yang bertanya apakah akses terowongan dari peron utara yang sejajar Pintu Timur ke Pintu Selatan itu dibangun di era kolonial. Fasilitas tersebut awalnya tak ada.

Justru terowongan itu baru dibuka tanggal 26 September 1959 oleh Menteri Muda Perhubungan Darat, G.P.H. Djatikoesoemo. Itu berarti 14 tahun setelah Kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian keberadaan pintu selatan di Jalan Pasar kembang berdekatan waktunya dengan itu. Sekitar dekade 1950-an.

khas banget vibes nya tahun 60an
Bagian dalam terowongan sangat klasik dan sederhana. Vibes 1950-an sangat terasa di sini. Hampir kosong dan nggak ada apa-apa di sini. Hanya sekedar untuk penyeberangan dari Peron Utara yang sejajar Pintu Timur ke Pintu Selatan Stasiun Tugu. Masih menggunakan keramik berwarna putih. (Sumber: FB Pages GeopixID)

Terowongan Stasiun Tugu : Sangat Sederhana dengan Vibes 1950-an

Sejak awal dibuka, tampilan Terowongan Stasiun Tugu itu sangat sederhana. Menggunakan tangga manual dengan bagian dalam yang biasa saja. Bahkan di sini terasa sekali vibes klasik tahun 1950-an. Jadul banget bukan? Apalagi sebelum 2018 Pintu Selatan itu masih dalam kondisi semrawut.

Kondisi jadul yang berlangsung dalam waktu lama. Memang di satu sisi keberadaan fasilitas tersebut cukup membantu memberikan rasa nyaman dan aman bagi para penumpang yang naik dan turun di Stasiun Tugu Jogja. Terutama bagi yang ingin langsung menjangkau kawasan Malioboro.

Ketika terowongan jadul itu masih dibuka, Pintu Timur juga masih melayani penumpang turun. Namun untuk layanan KA Prameks berada di Pintu Selatan. Dimana untuk keamanan tadi itu juga bisa memanfaatkan fasilitas terowongan. Apalagi bila KA Prameks berhenti di jalur 2 atau 3.

masih pake tangga manual
Tangga di sisi Pintu Selatan Stasiun Tugu Jalan Pasar Kembang. Masih menggunakan tangga manual yang sangat sederhana. Ini juga kelihatan klasik dan jadul bukan? Kondisi yang berlangsung sangat lama. Sebelum diadakan revitalisasi pada tahun 2022. (sumber: Pratiwanggini.net)

Revitalisasi Terowongan Stasiun Tugu Pasca Pandemi

Berakhirnya Pandemi Covid-19 dengan segala pembatasannya membuat dunia pariwisata kembali bergairah. Karenanya fasilitas terowongan yang telah usang perlu dilakukan revitalisasi. Apalagi Pintu Selatan dan kawasan Pasar Kembang juga telah berubah total.

Dimulai sekitar tahun 2022, revitalisasi Terowongan Stasiun Tugu akhirnya selesai dan mulai digunakan pada bulan September 2023.

Wajah Baru Terowongan Stasiun Tugu

Fasilitas penunjang yang telah ada sejak 26 September 1959 tersebut sekarang hadir dengan wajah baru. Tentunya lebih estetik dan modern. Tangganya telah diganti eskalator. Meski berukuran pendek.

Bagian dalam terowongan telah dirubah dan memakai marmer. Sehingga terlihat lebih estetik dan modern. Kesan jadul benar-benar telah hilang. Ditambah adanya pajangan berupa Infografis sejarah perkeretaapian di Jogja dan Indonesia.

Semakin Meningkatkan Kenyamanan dan Keamanan

Keberadaan fasilitas lawas dengan vibes baru semakin meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang yang akan menggunakan kereta api dari Stasiun Tugu Jogja. Terlebih saat ini tengah berlangsung revitalisasi Pintu Timur di Jalan Pangeran Mangkubumi.

Kondisi yang mau tak mau mengharuskan Pintu Selatan Stasiun Tugu jadi satu-satunya akses masuk dan keluar. Untuk mencapai peron utara dekat Pintu Timur, fasilitas terowongan ini bisa jadi solusi. Tanpa harus khawatir menyeberangi rel di jalur 1, 2, dan 3.

Kesimpulan

Terowongan Stasiun Tugu Jogja pertama kali dibuka pada 29 September 1959. Sebagai penghubung Peron Utara dengan Pintu Selatan Stasiun Tugu di Jalan Pasar Kembang. Setelah sekian lama mempertahankan vibes klasik tahun 1950-an, fasilitas inipun direvitalisasi.

Selesainya revitalisasi terowongan inipun hadir dengan wajah baru yang lebih estetik dan modern. Menggunakan marmer dan terdapat pajangan infografis sejarah perkeretaapian Jogja dan Indonesia.

Saat ini ditengah revitalisasi Pintu Timur Jalan Pangeran Mangkubumi, peran terowongan inipun menjadi sangat penting. Karena Pintu Selatan Stasiun Tugu jadi satu-satunya akses masuk dan keluar.

Daftar Pustaka

  • Anonimus .2023. Ternyata Stasiun Lempuyangan Lebih Tua Daripada Stasiun Tugu. DeskDIY Dot ID.
  • Anonimus. 2016. Terowongan Stasiun Tugu Yogya. GeopixID (Facebook Pages)
  • Pratiwanggini, Wiwin. 2012. Terowongan di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Galeri Foto