whoosh bandung jakarta lanjut lrt jabodebek

Whoosh Bandung Jakarta (Lanjut LRT Jabodebek Jatibening Baru)

Turun dari Feeder KCIC perjalanan lanjut naik Kereta Cepat Whosh Bandung Jakarta. Di sinilah sensasi perjalanan yang sebenarnya. Waktu tempuh dua kota bertetangga betulan dipersingkat signifikan. Bahkan setelah ditambah naik LRT Jabodebek ke Jatibening Baru)

Pendahuluan

Kereta Cepat Whoosh telah resmi beroperasi sejak awal Oktober 2023. Namun meskipun begitu namanya drama dan pro kontra masih aja terjadi. Terutama rutenya yang nggak tembus ke Jantung Kota Bandung. Justru malah adanya di daerah pinggiran.

Untuk mencapainya masih dibutuhkan Feeder KCIC Bandung Padalarang pp. Nah rekomendasi Feeder KCIC ini jadi pro kontra. Banyak yang membandingkan dengan KA Argo Parahyangan yang langsung tembus jantung kota. Padahal waktu tempuhnya 3 jam 10 menit.

Setelah mencoba langsung, Feeder KCIC Bandung Padalarang waktu tempuhnya 19 menit. Hanya berhenti di Stasiun Cimahi. Kemudian naik Kereta Cepat Whoosh sampai stasiun Halim 30 menit, ditambah LRT Jabodebek kurang dari 10 menit ke Stasiun Jatibening Baru.

Jadi walaupun udah transfer Feeder KCIC ke Whoosh, lalu dari Whoosh ke LRT Jabodebek, ternyata waktu tempuhnya bisa dipersingkat dengan signifikan. Nggak sama dengan naik KA Argo Parahyangan.

Feeder KCIC Tiba di Stasiun Padalarang

Perjalanan kali ini ialah naik Whoosh Bandung Jakarta. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, untuk menaiki Whoosh hanya bisa dari Stasiun Padalarang (atau Tegalluar). Alternatifnya dari Stasiun Bandung naik Feeder KCIC.

Nah Feeder KCIC ini benar-benar membantu para penumpang Kereta Cepat Whoosh. Udah itu di Stasiun Bandung juga mendapat perlakuan istimewa. Ditempatkan di lounge khusus. Untuk masuknya nggak perlu melewati Boarding Gate.

Singkat cerita perjalanan Feeder KCIC pun tiba di Stasiun Padalarang. Selanjutnya bersiap untuk merasakan sensasi sebenarnya. Menaiki Kereta Cepat Whoosh yang waktu itu masih promo Rp 150.000,00. Turun dari Feeder KCIC langsung transfer ke peron atas.

Perjalanan Naik Whoosh Bandung Jakarta Lanjut LRT Jabodebek: Kurang dari Satu Jam!

Tiba di gedung atas, selanjutnya adalah memasuki hall utama Stasiun Padalarang untuk keberangkatan Whoosh. Disitulah proses Boarding baru bisa dilakukan. Caranya pun cukup sederhana. Hanya dengan scan QR Code atau memasukan tiket fisik ke dalam gate.

Berhasil masuk ke area penumpang, selanjutnya ialah menaiki skybridge untuk pindah ke peron Jalur 4. Dimana Whoosh nantinya masuk dan siap melesat menuju Stasiun Halim. Sediklit info, skybridge ini dulunya adalah JPO Padalarang.

Whoosh Bandung Jakarta Masuk Jalur 4

Kereta Cepat Whoosh yang dinanti pun akhirnya masuk Jalur 4 Stasiun Padalarang. Nah dari situ masuk dan menempati kursi yang telah dipesan sebelumnya. Berhenti di sini pun hanya 2 menit. Setelahnya Kereta Cepat Whoosh diberangkatkan menuju Stasiun Halim.

Tagog Apu dan 10 Terowongan (Belum Dirinci)

Perjalanan Whoosh Bandung Jakarta melewati kawasan Tagog Apu dan 10 Terowongan. Namun di kesempatan kali ini belum bisa dirinci satu per satu. Intinya terowongan pertama ialah Cihaliwung. Terletak di antara Stasiun Padalarang dan kawasan Tagog Apu.

Barulah kemudian melesat melewati 8 terowongan lagi di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta. Dimana terdapat satu yakni Terowongan Cikalong Wetan dengan panjang 4,4 km. Inilah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia saat ini.

Terowongan Cikalong Wetan berada tepat di depan Jembatan Cisomang. Dimana dari sana bisa melihat jembatan kereta eksisting yang biasa dilewati KA Argo Parahyangan. Dimana untuk arah Halim ada di sebelah kiri. Jembatan Cisomang KCIC ternyata lebih pendek.

Sungai Citarum dan Waduk Jatiluhur

Boleh dibilang inilah jembatan paling eksotis di jalur Whoosh Bandung Jakarta. Melintas di atas Sungai Citarum. Bahkan dari sini kita bisa melihat waduk Jatiluhur dari kejauhan.

Nggak Terasa Udah di Bekasi Aja

Kereta terus melesat bahkan mencapai kecepatan maksimum 350 km/jam ketika hendak memasuki Kabupaten Karawang. Sebetulnya di sini ada stasiun Karawang tapi belum dioperasikan.

Tanpa terasa perjalanan telah mencapat Kabupaten Bekasi. Itu artinya nggak lama lagi akan tiba di tujuan akhir Stasiun Halim. Jalur Kereta Cepat Whoosh di sini ada di sisi selatan Jalan Tol Jakarta Cikampek. Sehingga ketika memasuki Cibitung dan Cikunir bisa melihat JORR.

Tiba di Stasiun Halim dan Persiapan Transfer Lagi

Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Whoosh Bandung Jakarta tiba di Stasiun Halim. Inilah destinasi akhir sekaligus terminus Kereta Cepat Whoosh di Jakarta. Berada di kawasan Halim Perdanakusuma dan masih di sisi jalan tol Jakarta Cikampek.

Stasiun ini nampak begitu megah dan modern. Berada di sini sensasinya seperti di luar negeri. Oke nggak usah berlama-lama mengagumi bangunan ini. Karena masih harus persiapan untuk transfer lagi. Kali ini ke LRT Jabodebek. Dimana kita akan menuju Stasiun Jatibening Baru.

Untuk mencapat Stasiun LRT Jabodebek ternyata nggak ribet. Cukup jalan kaki melewati skybridge dan langsung nyampe. Stasiun Halim untuk KCIC dan LRT Jabodebek merupakan satu kawasan dan saling terhubung satu sama lain. Bahkan kalo dari parkiran, akses ke LRT itu lewat bangunan utama (KCIC).

Naik LRT Jabodebek ke Jatibening Baru, Waktu Berkurang Banyak!

Tibalah di Stasiun Halim LRT Jabodebek. Untuk masuk dan naik LRT Jabodebek sangat simple. Tinggal siapkan Kartu Uang Elektronik (KUE), boleh Kartu Multi Trip (KMT) atau e-money lainnya (BCA, BNI, BRI, Mandiri). Alternatif lainnya aplikasi LinkAja. Untuk kali ini pake KMT aja ya.

Tap In KMT langsung naik eskalator karena LRT Jabodebek ke Jatibening Baru berada di peron 2. Nggak usah menunggu lama, LRT Jabodebek tiba di Halim dan langsung naik. Walaupun agak penuh dan nggak dapat kursi.

Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit (asumsi sekitar 7 menit), perjalanan singkat ini tiba di Stasiun Jatibening Baru. Nah apabila ditotal keseluruhan perjalanan mulai dari Feeder KCIC (19 menit), Whoosh Bandung Jakarta (30 menit), dan LRT Jabodebek (7 menit), terjadi pengurangan signifikan.

Dari Bandung ke Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 56 menit! Atau anggaplah LRT nya 10 menit berarti totalnya jadi 59 menit (dibulatkan 1 jam)! Meski dua kali transfer waktunya tetap berkurang banyak. Dari sebelumnya 3 jam 10 menit naik KA Argo Parahyangan.

Whoosh Bandung Jakarta Jauh Lebih Efisien

Nggak bisa dipungkiri lagi perjalanan Whoosh Bandung Jakarta jauh lebih efisien dari sisi waktu. Apalagi bila tinggalnya di daerah seperti Duren Sawit, Jatiwaringin, hingga Pondok Gede (udah masuk Bekasi).

Ketimbang naik Argo Parahyangan yang katanya menghubungkan antar pusat kota, waktunya 3 jam 10 menit. Itupun hanya dari Stasiun Bandung ke Stasiun Gambir Jakarta Pusat.

Untuk ke tujuan akhir tetap harus lanjut. Dimana pilihan yang tersedia hanyalah Transjakarta. KRL Commuter Line nggak berhenti di Stasiun Gambir. Memang ada alternatif di Bekasi dan Jatinegara. Tapi sekali lagi masih harus naik Transjakarta.

Sedangkan Whoosh Bandung Jakarta turun di Stasiun Halim bisa langsung transfer ke LRT Jabodebek yang masih satu kawasan. Layanan Transjakarta pun ada di sini yang ke Stasiun Cawang.

Kesimpulan

Perjalanan Naik Whoosh Bandung Jakarta dari Stasiun Padalarang ke Halim ditempuh dalam waktu 30 menit. Bila ditambah Feeder KCIC Bandung Padalarang sebelumnya (19) dan LRT Jabodebek ke Jatibening Baru (10) maka totalnya 59 menit (dibulatkan 1 jam).

Jauh berkurang dari sebelumnya 3 jam 10 menit. Masih lebih cepat walaupun masih harus ada transfer 2 kali. Dari Feeder KCIC ke Whoosh dan dari Whoosh ke LRT Jabodebek.

Galeri Foto

Video