wisata lokomotif cepu perhutani kph cepu

Wisata Lokomotif Cepu (Perhutani) Destinasi Satu Satunya

Ternyata Wisata Lokomotif Cepu (Perhutani) jadi destinasi satu-satunya di sana. Meski jadi dasar pembangunan Jalur Kereta Pantura Timur pasca ditemukannya cadangan minyak bumi. Selebihnya ada di Blora.

Prologue

Cepu boleh aja punya peran vital dalam pembangunan Jalur Kereta Pantura Timur dari Semarang ke Surabaya. Pasalnya NISM selaku operator kereta api swasta Belanda pernah enggan membangunnya karena daerah Pantura Timur didominasi rawa dan jarang penduduknya.

Tapi berkat ditemukannya cadangan minyak bumi di Cepu, NISM segera membangunnya. Mulai dari segmen Surabaya Gundih (1900-1903) termasuk Stasiun Cepu di dalamnya. Menyusul kemudian tahun 1924 dari Gambringan ke Semarang yang menjadikan Surabaya dan Semarang terkoneksi tanpa transit.

Hingga kini Cepu boleh dibilang sangat identik dengan Kota Minyak. Secara potensi ekonomi pastinya sangat prospek. Walaupun begitu Cepu tetaplah dianggap nggak ubahnya kota kabupaten. Bahkan destinasi wisata pun hanya satu.

Before We Go

Sebetulnya ini bukanlah konten baru. Terutama dari sisi foto masih menggunakan edisi 2018 sebelum Pandemi Covid-19. Konten udah pernah release di Solo Traveling ID dan Manglayang ID.

Hanya saja karena agak ngalor ngidul dan kebutuhan konten tambahan terkait Jalur Kereta Pantura Timur, jadilah konten ini di daur ulang di Mugen ID. Jika sebelumnya jadi satu, maka di sini akan dibagi 3 dan ini adalah lanjutan dari pembahasan Stasiun Cepu : Peran Vital di Jalur Kereta Pantura Timur

Wisata Lokomotif Cepu di Perhutani KPH Cepu

Destinasi satu-satunya yang dimaksud ialah Perhutani KPH Cepu. Jadi selain minyak bumi, Cepu juga merupakan penghasil kayu jati. Nah Perhutani KPH Cepu ini adalah hutan jati yang telah ada sejak era Kolonial.

Pihak Belanda membangun jaringan rel kereta api di sini untuk pengangkutan kayu jati di tahun 1913. Inilah yang kelak menjadi Wisata Lokomotif Cepu sekarang. Jadi daya tarik dan sensasi tersendiri naik kereta api di tengah hutan jati.

Wisata Lokomotif Cepu : Jaringan Rel Kereta

Jaringan rel yang dibangun di dalam hutan panjangnya 300 meter dan memiliki lebar spoor 1.067 mm. Pemilihan lebar ini untuk memudahkan nyambung ke jalur utama via Stasiun Cepu. Rel kereta di dalam hutan Cepu ini tak bisa dilepaskan dari keberadaan lokomotif uap yang berfungsi sebagai alat angkut utama hasil hutan.

Kawasan Perhutani KPH Cepu sendiri berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia tanggal 16 Juni 1952 (No. 73/UM/52). Ditetapkan secara administratif meliputi Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro.

Surat Ketetapan tersebut mengganti ketetapan WD Directure Van Landbow, Nijvereid En Handel tanggal 31 Desember 1928 No. 13250 / Dep (Byland No. 11854) mengenai pembagian Daerah Hutan untuk Jawa dan Madura.

Sarana Wisata Lokomotif Cepu

Adapun untuk sarananya berupa Lokomotif yang ada di Bengkel Traksi dan Dipo Lokomotif antara lain:

  • Lokomotif 4 Bersaudara buatan BMAG (Berliner Maschinebau-Actien Gesselcheft) masing-masing diberi nama: Tujuhbelas, Agustus, Bahagia dan Madjoe. Untuk lokomotif Madjoe sendiri dibawa ke Jakarta dan menurut cerita ditaruh di Kantor Pusat Perhutani Jakarta
  • 2 Lokomotif langsir uap buatan Du Croo and Braun.
  • 1 Lokomotif Hanomag tahun 1922 ex PJKA C2902
  • 1 buah drensin buatan Jepang merk Honda
  • 1 buah Drensin hasil modifikasi dari jensi Colt T 120
  • Lori Onthel

Semua kereta tersebut tersimpan baik di Dipo Loko dan Bengkel Traksi Perum Perhutani KPH Cepu. Tentunya sebagai asset Wisata Lokomotif Cepu. Adapun di masa lalu semua jalur kereta api dan sarana pendukungnya dimiliki oleh Jawatan Kehutanan HIndia Belanda.

Jadi kalo dihitung sama tahun sekarang, Bengkel dan Dipo Lokomotif-nya sudah berusia 109 tahun. Sementara jaringan rel kereta sepanjang 300 meter di dalam kawasan hutan jati sudah berusia 105 tahun. Wih, dah seabad ya.

Wisata Lokomotif Cepu: Mengelilingi Hutan Jati Naik Kereta Api

Saat ini kawasan Perhutani KPH Cepu boleh dibilang destinasi wisata satu-satunya yang ada di Cepu. Tentunya karena namanya juga Wisata Lokomotif Cepu diantara atraksi yang bisa kita nikmati ialah Menelusuri Hutan Jati peninggalan Belanda dengan Kereta Api.

Dengan panjang lintasan 300 meter. Apakah kita jalan di hutan naik kereta api pake lokomotif uap? Untuk saat ini lokomotif uap kebetulon sudah jarang digunakan. Sebagai gantinya kita akan naik kereta yang ditarik semacam lokomotif diesel mini jenis Ruston.

Meski bukan lagi lokomotif uap tetap nggak akan menghilangkan sensasinya kok. Berkereta api ditengah hutan dengan rangkaian kereta mirip di film-film koboi. Ini jadi nilai tambah tersendiri disamping satu-satunya yang ada di Cepu. Mengingat destinasi wisata justru lebih banyak di Blora.

Kesimpulan

Wisata Lokomotif Cepu adalah atraksi wisata di Perhutani KPH Cepu. Sama halnya dengan jalur kereta api, hutan jati ini juga telah ada sejak era Kolonial Belanda. Untuk jalur kereta api mulai dibangun Belanda tahun 1913. Dengan lebar spoor 1.067 mm sebenarnya bisa nyambung dengan jalur utama via Stasiun Cepu.

Di sini kita menaiki kereta gerobag yang ditarik semacam lokomotif diesel jenis Ruston. Mengelilingi Hutan Jati dengan panjang lintasan 300 meter. Layaknya di film koboi jadi sensasi sendiri. Disamping tentu sebagai Destinasi Wisata satu-satunya di Cepu.

Masih Lanjut Bagian Akhir

InSyaaAlloh pembahasan Wisata Lokomotif Cepu akan berlanjut ke bagian akhir yakni Lokomotif C12 dan Perkeretaapian Kabupaten Blora. Di sini juga akan menjawab plot yang tersirat yakni jalur kereta api di Perhutani KPH Cepu dengan Stasiun Cepu. Nyambung kah itu? Nantikan jawabannya di konten tentang Lokomotif C12. Stay Tune Aja.

Galeri Foto