
Beroperasi pada tanggal 11 Maret 1992, Kereta Api Lodaya jadi pilihan utama perjalanan dari Tanah Priangan ke Bumi Mataram. Khususnya wilayah Vortenslanden yang meliputi Jogja, Klaten, dan Surakarta (Solo). Sempat jadi kereta full bisnis (K2), terus campuran eksekutif-bisnis, campuran eksekutif-premium SSG1, dan sekarang campuran eksekutif-ekonomi SSNG.

Good News or Bad News? Mulai tanggal 1 Desember 2025 nanti KA Lodaya Melintas Stasiun Maos. Satu sisi jadi kabar baik karena waktu tempuh jadi…

Sempat dibawa dinas CC204 di awal Gapeka 2025. Lokomotif Kereta Api Lodaya akhirnya kembali ke CC206. Boleh jadi efek dari banyaknya hambatan. Meskipun begitu, sang…

Tanggal 11 Maret 2025 sebenarnya hari jadi KA Lodaya 33 tahun. Harusnya ada sesuatu yang istimewa. Namun yang terjadi malah dapat downgrade duksar lokomotif dari…

KA Lodaya Bandung Solo 3 adalah etape terakhir dari perjalanan Naik Kereta Api Lodaya menuju Stasiun Solo Balapan. Di sini perjalanan telah memasuki wilayah Daop…

Perjalanan Naik KA Lodaya Bandung Solo 2. Ini merupakan lanjutan dari Jalur Pegunungan Priangan Timur. Tiba di Daop 5 Purwokerto dengan lintasan cenderung datar dengan…

Perjalanan Naik KA Lodaya Bandung Solo 1 melintas Jalur Pegunungan Priangan Timur yang terkenal ekstrem. Masih di Gapeka 2023 dan Sang Macan juga masih dibawa…
Kereta Api Lodaya mulai beroperasi pada 11 Maret 1992 sebagai KA Senja Mataram untuk perjalanan malam dan paginya KA Fajar Padjadjaran. Awalnya di rute Bandung-Yogyakarta PP namun seiring berjalan waktu diperpanjang ke Solo Balapan.
Nama Lodaya mulai dipakai sekitar tahun 1997/1998 menggantikan satu Perka Senja Mataram/Fadjar Padjadjaran. Pada 12 Mei 2000 seluruh perjalanan sudah memakai nama Lodaya dengan livery yang didesign khusus.
Nama itu sendiri berasal dari mitologi Sunda, yakni sosok Macan Putih jelmaan Prabu Siliwangi ketika menghadapi anaknya Raden Kiansantang. Nama tersebut juga singkatan dari Solo Bandung Raya. Sesuai dengan rute perjalanannya.
Saat ini Kereta Api Lodaya hadir dengan sarana baru, Kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) campuran eksekutif dan ekonomi.

Disclaimer : terutama untuk perubahan nama dari Senja Mataram ke Lodaya diperkirakan terjadi sekitar tahun 1997-1998. Di sini kami menggunakan asumsi tanggal 1 Januari 1998. Begitupula penggunaan livery selendang pecut untuk pertama kalinya.
Mengawali dinas perdana sebagai KA Senja Mataram untuk perjalanan malam dan Fadjar Padjadjaran untuk perjalanan pagi. Waktu itu melayani rute Bandung-Yogyakarta PP dengan layanan full kereta bisnis (K2). Seiring berjalannya waktu rute diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan tambah layanan eksekutif (K1) sehingga menjadi campuran eksekutif dan bisnis.
Menggantikan satu Perka Senja Mataram/Fadjar Padjadjaran. Sedangkan perjalanan lainnya masih dengan nama Senja Mataram/Fadjar Padjadjaran. (Tanggal di samping hanya perkiraan)
Di tanggal ini semua perjalanan telah menggunakan nama Lodaya. Tak hanya itu, Sang Macan juga mendapatkan Livery Khusus. Nah di sinilah banyak yang beranggapan bahwa kereta ini mulai beroperasi pada 12 Mei 2000. Nggak salah sih tapi alangkah lebih baik bila tak menafikan sejarah awal sang macan yakni Senja Mataram dan Fadjar Padjajaran pada dekade 1990-an.
Sebagaimana kebanyakan KA Jarak Jauh, livery Kereta Api Lodaya pun ikut alami penyesuaian dengan mulai memakai Livery Selendang Pecut. Ini pertama kali dikenalkan di KA Jayabaya waktu comeback setahun sebelumnya. Beda kereta bisnis dan eksekutif dari warna pintunya. Abu-abu di bisnis (K2) dan Biru Tua di eksekutif (K1)
Kereta Api Lodaya mengalami mutasi dari Dipo Bandung (BD) ke Dipo Solo Balapan (SLO) dan menjadi kereta-nya Daop 6 Yogyakarta. Juga mendapat alokasi rangkaian K1 09 ex-Gajayana yang sempat dipakai sampai awal tahun 2018. Setelahnya mulai bawa lagi K1 yang lebih jadul seperti keluaran 1964, 1967, 1995, dan 1998.
Sang Macan mengalami banyak perubahan mulai dari sarana hingga layanan kereta. Mulai November 2018 ini satu rangkaian berubah menjadi campuran eksekutif dan premium seiring dengan penggunaan sarana terbaru Stainless Steel Generasi ke-1 (SSG1). Sedangkan satu rangkaian lainnya masih campuran bisnis-eksekutif. Awal 2019 semua rangkaian jadi SSG1.
Sang Macan mendapatkan alokasi Trainset-1 dari sarana kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) campuran eksekutif dan ekonomi. Sekaligus menjadikannya sebagai SSNG pertama di Tanah Priangan. Trainset-1 ini pertama kali digunakan oleh KA 92 dan 93. Pada tanggal 1 September 2024 giliran KA 91 dan 94 yang mendapatkan SSNG. Sehingga seluruh perjalanan kini telah menggunakan sarana SSNG.
Kereta Api Lodaya mengalami pergantian dukungan sarana lokomotif di awal Gapeka 2025 dari CC206 ke CC204. Hal ini karena kurangnya armada CC206 yang sudah menjadi lokomotif penarik sejak 2015. Selain itu stamformasinya pun ikut berubah menjadi 9 kereta (SF9) dengan mengurangi 1 kereta ekonomi new generation-nya hingga hanya membawa 3 K3 SSNG. Namun ternyata CC204 banyak mengalami kendala. Terutama ketika melewati Lintas Priangan Timur dengan kontur yang ekstrem. Akhirnya sejak masa angkutan Lebaran 2025 pada akhir Maret, Si Maung balik lagi menggunakan CC206.








