kereta api lodaya dari priangan ke vortenslanden

Kereta Api Lodaya : Dari Priangan ke Vortenslanden

Beroperasi pada tanggal 11 Maret 1992, Kereta Api Lodaya jadi pilihan utama perjalanan dari Tanah Priangan ke Bumi Mataram. Khususnya wilayah Vortenslanden yang meliputi Jogja, Klaten, dan Surakarta (Solo). Sempat jadi kereta full bisnis (K2), terus campuran eksekutif-bisnis, campuran eksekutif-premium SSG1, dan sekarang campuran eksekutif-ekonomi SSNG.

Timeline Singkat Sang Macan

Disclaimer : terutama untuk perubahan nama dari Senja Mataram ke Lodaya diperkirakan terjadi sekitar tahun 1997-1998. Di sini kami menggunakan asumsi tanggal 1 Januari 1998. Begitupula penggunaan livery selendang pecut untuk pertama kalinya.

Timeline KA Lodaya

Mengawali dinas perdana sebagai KA Senja Mataram untuk perjalanan malam dan Fadjar Padjadjaran untuk perjalanan pagi. Waktu itu melayani rute Bandung-Yogyakarta PP dengan layanan full kereta bisnis (K2). Seiring berjalannya waktu rute diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan tambah layanan eksekutif (K1) sehingga menjadi campuran eksekutif dan bisnis.

Menggantikan satu Perka Senja Mataram/Fadjar Padjadjaran. Sedangkan perjalanan lainnya masih dengan nama Senja Mataram/Fadjar Padjadjaran. (Tanggal di samping hanya perkiraan)

Di tanggal ini semua perjalanan telah menggunakan nama Lodaya. Tak hanya itu, Sang Macan juga mendapatkan Livery Khusus. Nah di sinilah banyak yang beranggapan bahwa kereta ini mulai beroperasi pada 12 Mei 2000. Nggak salah sih tapi alangkah lebih baik bila tak menafikan sejarah awal sang macan yakni Senja Mataram dan Fadjar Padjajaran pada dekade 1990-an.

Sebagaimana kebanyakan KA Jarak Jauh, livery Kereta Api Lodaya pun ikut alami penyesuaian dengan mulai memakai Livery Selendang Pecut. Ini pertama kali dikenalkan di KA Jayabaya waktu comeback setahun sebelumnya. Beda kereta bisnis dan eksekutif dari warna pintunya. Abu-abu di bisnis (K2) dan Biru Tua di eksekutif (K1)

Kereta Api Lodaya mengalami mutasi dari Dipo Bandung (BD) ke Dipo Solo Balapan (SLO) dan menjadi kereta-nya Daop 6 Yogyakarta. Juga mendapat alokasi rangkaian K1 09 ex-Gajayana yang sempat dipakai sampai awal tahun 2018. Setelahnya mulai bawa lagi K1 yang lebih jadul seperti keluaran 1964, 1967, 1995, dan 1998.

Sang Macan mengalami banyak perubahan mulai dari sarana hingga layanan kereta. Mulai November 2018 ini satu rangkaian berubah menjadi campuran eksekutif dan premium seiring dengan penggunaan sarana terbaru Stainless Steel Generasi ke-1 (SSG1). Sedangkan satu rangkaian lainnya masih campuran bisnis-eksekutif. Awal 2019 semua rangkaian jadi SSG1.

Sang Macan mendapatkan alokasi Trainset-1 dari sarana kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) campuran eksekutif dan ekonomi. Sekaligus menjadikannya sebagai SSNG pertama di Tanah Priangan. Trainset-1 ini pertama kali digunakan oleh KA 92 dan 93. Pada tanggal 1 September 2024 giliran KA 91 dan 94 yang mendapatkan SSNG. Sehingga seluruh perjalanan kini telah menggunakan sarana SSNG.

Kereta Api Lodaya mengalami pergantian dukungan sarana lokomotif di awal Gapeka 2025 dari CC206 ke CC204. Hal ini karena kurangnya armada CC206 yang sudah menjadi lokomotif penarik sejak 2015. Selain itu stamformasinya pun ikut berubah menjadi 9 kereta (SF9) dengan mengurangi 1 kereta ekonomi new generation-nya hingga hanya membawa 3 K3 SSNG. Namun ternyata CC204 banyak mengalami kendala. Terutama ketika melewati Lintas Priangan Timur dengan kontur yang ekstrem. Akhirnya sejak masa angkutan Lebaran 2025 pada akhir Maret, Si Maung balik lagi menggunakan CC206.

Galeri Foto

tahun 1992 mengacu pada senja mataram dan fajar padjadjaran
KA Fadjar Padjadjaran cikal bakalnya Lodaya
semua perjalanan jadi lodaya tahun 2002
KA Lodaya ketika memakai Livery Selendang Pecut
dari full kereta bisnis ke campuran dan berganti nama jadi lodaya
KA Lodaya melintas JPL 148 Braga Kota Bandung
ka lodaya campuran bisnis eksekutif
Menjelang akhir 2017 kereta ini mutasi ke Dipo Solo Balapan
lodaya stainless steel g1 sejak akhir 2018
KA Lodaya di Stasiun Kroya
peningkatan hanya di kereta eksekutif
Awal 2019 seluruh rangkaian upgrade ke SSG1 campuran Eksekutif dan Premium
susunan rangkaian berubah sejak gapeka 2021
Melintas Langsung Stasiun Rancaekek
karena defisit saat ini nggak lagi pake cc206
Mulai 1 Mei 2024, KA Lodaya upgrade ke SSNG Campuran
ka lodaya bandung solo 1 berhenti di stasiun cipeundeuy
Berhenti untuk pemeriksaan rem di Stasiun Cipeundeuy