Tarif Khusus KAJJ Naik : Gegara Content Creator FOMO?

·

Tarif Khusus KAJJ Naik Gegara Content Creator Fomo

Jagad media sosial diramein drama Tarif Khusus KAJJ Naik. Meskipun kenaikannya nggak terlalu signifikan. Diduga Content Creator FOMO jadi penyebab. Kombinasi sama Hukum Supply Demand, dimana permintaan naik maka harga naik.

Pendahuluan

Masih segar dalam ingatan kita tentang drama Tiket Kereta Jogja Mahal melebihi Solo. Padahal dari segi jarak, Solo lebih jauh daripada Jogja. Drama tersebut bikin rame media sosial pekan lalu. Jelas tingginya harga tiket tersebut nggak bisa lepas dari faktor supply demand. Dimana permintaan naik pasti harga akan ikutan naik. Begitupun sebaliknya, permintaan turun harga turun.

Tambah lagi, Jogja adalah destinasi wisata utama. Objek wisatanya lebih banyak daripada Solo. Boleh dibilang segala ada. Belum lagi romantisasi yang terlalu berlebihan sampe bikin Jogja jadi overrated. Akibat dari semua itu bermuara pada satu titik yakni Overtourism. Makanya nggak heran KAI menangkap ini peluang untuk mengeruk cuan besar. Oke ya, untuk Tiket Kereta Jogja mahal detailnya bisa dibaca di Blog Perjalanan Wisata. Jadi nggak akan dibahas lagi terlalu dalam di sini.

Sebelumnya Dihebohkan Tiket Kereta Jogja Mahal

Nah, nggak lama setelah itu, drama baru pun muncul lagi. Kali ini dari kalangan mereka yang biasa gunain tarif khusus KA Jarak Jauh. Tarifnya alami kenaikan, besaran tergantung relasi. Oke kalo tarsus KAJJ memang domainnya di sini. Makanya kita bahas sekarang. Apalagi jadi hot issue di media sosial. Kira-kira apa penyebab kenaikan ini ya?

Tentang Tarif Khusus KAJJ (2 Jam Sebelum Berangkat)

Sebelum bahas lebih dalam, kamu mesti tau dulu ya tentang Tarif Khusus KAJJ. Kenapa itu bisa ada? Jadi gini, PT. KAI sejak 2015 mencoba untuk memaksimalkan keterisian kursi KA Jarak Jauh. Terutama di jarak-jarak pendek. Banyak orang yang enggan naik kereta karena tiketnya kemahalan. Mereka memilih moda transportasi lain.

Atas dasar itulah, KAI memberlakukan skema tarif khusus untuk relasi pendek. Besarannya bervariasi tergantung jarak dan kereta yang digunakan. Contoh aja untuk Solo-Jogja PP awalnya ditetapkan mulai Rp 45 ribu sampe 55 ribu. Itu berlaku di beberapa kereta.

Tapi ada juga yang menetapkan lebih mahal. Balik lagi, tergantung relasi dan kereta. Tarif khusus tersedia 2 jam sebelum berangkat. Bisa dibooking via loket, vending machine tiket, atau aplikasi Access by KAI. Ada atau nggak nya tergantung lagi ketersediaan kursinya.

Tarif Khusus KAJJ Naik Mulai 10-15 Ribu (Nggak Drastis)

Tarif Khusus KAJJ Naik Antara 10 Sampai 15 Ribu

Mulai 2 Oktober 2026, PT. KAI menaikkan tarif khusus KAJJ tersebut. Kenaikan tarif khusus sekali lagi bervariasi. Tergantung relasi dan keretanya. Besaran kenaikan kalo dilihat sekilas sebenarnya nggak terlalu signifikan. Masih di range harga Rp 10.000 sampe 15.000,00. Jelas masih terjangkau. Tapi belakangan jagad medsos langsung heboh gegara kenaikan ini.

Seolah-olah naiknya signifikan. Percis KA Pasundan tempo hari. Padahal kenaikan signifikan yang terjadi di KA Pasundan cukup masuk akal. Karena pake sarana New Generation, otomatis kursinya mengalami pengurangan dari semula 106 pax kursi tegak lurus dan adu dengkul jadi 72 pax searah. Banyak banget kan berkurangnya?

Kenaikan drastis pernah terjadi di Tol Rajamandala tahun 1990. Waktu itu tarifnya naik dari Rp 100 ke Rp 500 untuk roda empat, dan Rp 50 ke Rp 100 roda dua. Drastis bukan? Tapi nggak ada yang protes. Jelas nggak berani karena waktu itu kan eranya Presiden Soeharto.

Content Cretaor FOMO dan Supply Demand

Apa penyebab Tarif Khusus KAJJ Naik? Dugaan utama mengarah pada Content Creator FOMO yang bikin konten video hacks khusus kalo mau dapat tiket murah manfaatin tarif khusus (tarsus). Mayoritas disajikan dalam bentuk konten video pendek terus diupload di Reels, Shorts, dan TikTok.

Nah, ada kecenderungan sejak Pandemi Covid-19 kebanyakan orang cenderung menyukai video pendek di ketiga platform itu. Biasanya scroll-scroll ke atas suka dapat video baru. Jadi ada kemungkinan menemukan hacks estafet pake tarsus dari situ. Kejadian content creator FOMO itu mulai muncul pasca Pandemi Covid-19. Jelaslah orang yang udah terlanjur scroll-scroll video pendek dan nemuin hacks ini jadi kepengaruh.

Naiknya tarif Diduga Ada Peran Content Creator FOMO

Estafet Tarif Khusus KA Jarak Jauh

Alhasil banyak yang ngikutin si content creator FOMO dan jumlahnya pun terus meningkat dari waktu ke waktu. Maka muncul fenomena kecenderungan membeli tiket 2 jam sebelum berangkat pake metode estafet itu tadi. Gimana caranya?

Ambil contoh naik kereta dari Stasiun A ke Stasiun D, lewatin B dan C. Tarif dari A ke B Rp 30.000,00. Dari B ke C Rp 45.000,00. Dari C ke D Rp 55.000,00. Untuk tarif fulltrip A ke D Rp 200.000,00

  • Di Stasiun A booking tiket menuju Stasiun B 2 jam sebelum berangkat.
  • 2 jam sebelum tiba di Stasiun B, booking dulu tiket untuk ke stasiun C.
  • perjalanan menuju stasiun C, lagi-lagi 2 jam sebelum nyampe booking untuk ke Stasiun D.

Total harganya jadi Rp 130.000,00 secara estafet menggunakan tarif khusus. Memang lebih murah kalo dibanding langsung dari Stasiun A ke Stasiun D di Rp 200.000,00.

Nggak Harus Boarding Lagi kaya Whoosh

Sistem boarding KAI meskipun sebagian udah face recognition tapi masih belum kaya Whoosh. Di Stasiun Whoosh itu menerapkan sistem Tap Gate. Jadi kamu wajib tap in dan tap out tiket dulu. Nah di Stasiun KAI kan beda. Udah turun keluar ya keluar aja. Paling cuma di KRL Commuter Line yang tap out.

Inilah yang dimanfaatin Content Creator FOMO itu dan disebarin luas ke masyarakat lewat video durasi pendek. Hasilnya jelas diikuti. Cukup duduk manis terus dua jam sebelum batas akhir pertama booking dulu.

Beruntung kalo masih tetap duduk di kursi itu. Jadi nggak harus turun juga. Kalopun harus pindah, paling cuma bergeser ke kursi atau kereta lain. Nggak mesti boarding ulang. Nah kalo udah gini, gimana nggak diikutin coba?

Tarif Khusus KAJJ Naik : Kembali ke Supply Demand

Melihat tingginya kecenderungan kaya gini, KAI pun balik lagi ke hukum supply demand. Setiap peluang untuk menaikkan pendapatan pasti langsung dikejar. Maka nggak usah heran pada akhirnya Tarif Khusus KAJJ Naik. Sekali lagi dimana permintaan tinggi maka harga naik. Itu udah sangat jelas!

Tarif Khusus KAJJ Naik: Solo Jogja Mulai Rp 55.000,00

Sekarang kita ambil satu contoh kasus real Tarif Khusus KAJJ Naik, yaitu di relasi Solo Jogja. Tentu aja ini masih berkaitan sama Tiket Kereta Jogja Mahal yang sebelumnya dibahas di Blog Perjalanan Wisata. Bedanya kalo itu tarif KA Jarak Jauh yang full trip, nah yang ini tarif khususnya.

Solo Jogja Mulai 55 Ribu

Sebelumnya, harga tiket kereta Solo Jogja maupun sebaliknya pake skema tarsus itu mulai Rp 45.000,00 sampe Rp 55.000,00. Itu biasanya berlaku di kereta-kereta rute Solo atau Jogja. Misalnya di KA Sancaka yang melayani rute Surabaya Gubeng ke Stasiun Tugu Jogja dan sebaliknya. Begitu juga di KA Senja Utama Solo. Contoh perjalanan pake tarsus Solo Jogja Kereta Sancaka: Cepat dan Bebas Drama (Go Show).

Nah mulai 2 Oktober 2026 kemarin, relasi Solo Jogja ini mengalami kenaikan tipis Rp 10.000,00. Tarif khusus kereta ekonomi komersialnya jadi Rp 55.000,00. Sedangkan yang eksekutif di Rp 65.000,00. Harga segini sebenarnya masih oke. Apalagi dengan tetap ngandalin keunggulan bebas drama kalo dibanding sama naik KRL Joglo. Begitupula sama Bus Bumel.

Kesimpulan

Mulai 2 Oktober 2026, Tarif Khusus KAJJ Naik antara 10.000 sampe 15.000. Kalo dilihat sekilas kenaikannya nggak begitu signifikan. Tapi tetap aja namanya netizen di medsos udah gaduh duluan.

Adapun penyebab kenaikan ini adalah kombinasi dua hal: Dugaan content creator FOMO yang ngasih pengaruh via video pendek dan hukum supply demand. Video pendek bikini banyak orang kepengaruh. Sehingga rame-rame nyobain pake tarif khusus walaupun harus estafet. Nah, PT. KAI menangkap ini peluang buat naikin pendapatan. Di sini hukum supply demand berlaku.

Tetap Tarus atau Ganti Lain? Terserah Kamu!

Nah setelah Tarif Khusus KAJJ Naik, termasuk yang Solo Jogja itu, sekarang apakah kamu masih akan tetap pake tarsus? atau justru saatnya mempertimbangkan opsi lain? Misalnya pengen balik lagi ke KRL Joglo dengan segala konsekuensinya? atau pengen nyoba naik Bus Solo Jogja? Itu semua terserah kamu ya! Tapi yang jelas kalo memang kamu maunya cepat nyampe dan bebas drama, tarsus tetap jadi pilihan bijak.

Antara Tetap Pilih Tarsus atau KRL atau Bus Bumel

Keberatan karena tarifnya naik? Silakan cari alternatif lain, dengan segala risiko yang siap kamu tanggung. Setiap pilihan pasti ada risikonya. Sekarang semua balik lagi ke kamu.

Comments

Leave a Reply