Emangnya Bisa Naik Kereta ke Madura? Sini Ta Kasih Tau!

·

Emangnya Bisa Naik Kereta ke Madura (Sini Ta Kasih Tau)

Si Ular Besi memang pernah berjaya di Pulau Garam. Tapi udah lama nggak ada lagi di sana. Tapi di tanggal 14 Agustus 2025 justru ngetrip naik kereta ke Madura. Lho emangnya bisa toh? Sini ta kasih tau!

Pendahuluan

Nggak salah kok, Kereta Api dulu pernah berjaya di Pulau Madura. Bahkan punya sejarah yang lumayan panjang di sana. Bukan sekedar sejarah panjang tapi dalam perjalanan sejarah itu juga penuh dinamika. Misalnya ada jalur yang buka tutup dan semisalnya.

Keberadaan si ular besi di Pulau Garam berlanjut setelah Indonesia Merdeka. Namun pasca kemerdekaan inilah, dinamikanya justru bergerak ke arah yang kurang baik. Pertumbuhan jalan raya dan angkutan ban karet membuat kejayaan itu terus memudar. Sampe akhirnya di pertengahan dekade 1970-an, jalur kereta yang tersisa di sana semuanya ditutup.

Alasan penutupan jalur kereta api di Madura nggak jauh beda sama lintas cabang yang ada di Pulau Jawa. Hampir semuanya karena dua alasan yaitu sarana dan pra-sarana udah tua, ditambah kalah saing sama angkutan jalan raya.

Cuma kalo kamu mau mengunjungi Pulau Madura, sebetulnya masih bisa naik kereta. Lho kok bisa? Sini ta kasih tau caranya!

Naik Kereta ke Madura : Commuter Line dari Stasiun Surabaya Gubeng

Perjalanan ini mulai dari Stasiun Surabaya Gubeng naik Commuter Line. Sejatinya ada banyak alternatif, antaralain: Commuter Line Jenggala, Penataran, dan Supas. Nah di tanggal 14 Agustus 2025 itu perjalanan berawal dari stasiun sentral ini naik Commuter Line Jenggala Lebih dulu menunggu di Jalur 1 Stasiun Surabaya Gubeng. Berarti jelas ya masuknya dari pintu mana.

Commuter Line Jenggala Gunakan Rangkaian Darurat

Tanggal 13 Agustus 2025 itu Commuter Line Jenggala gunakan rangkaian kereta ekonomi kapasitas 106 seat. Kaya yang biasa dipake Commuter Line Bandung Raya atau pas Fun Trip KA Pandanwangi sebelumnya. Ternyata ini bukan rangkaian asli, melainkan rangkaian darurat. Waktu itu sarana asli yang biasanya KRDI lagi maintenance.

Perjalanan Pendek Surabaya – Waru Cuma Berhenti Satu Stasiun

Commuter Line Jenggala berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng. Tujuan akhir kereta ini adalah Stasiun Mojokerto via Sidoarjo. Namun karena ini trip naik kereta ke Madura, kita hanya akan ngambil rute pendek yakni tujuan Stasiun Waru, dengan hanya berhenti di satu stasiun yakni Wonokromo.

Lho kok cuma sampe Waru ya? Katanya ke Madura? Jadi gini, kereta memang cuma sampe Waru dan kita lanjut ke Pulau Garam itu naik Bus Transjatim. Ya, BRT Jawa Timur itu memang punya rute Bungurasih-Bangkalan PP. Jadi begitu kereta ini nyampe Waru, kita langsung nyeberang ke Terminal Bungurasih buat transfer ke Transjatim.

Naik Kereta ke Madura : Berhenti di Wonokromo

Nggak lama setelah berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng, Commuter Line Jenggala singgah dan berhenti di Stasiun Wonokromo. Ini memang pemberhentian pertama kalo naiknya dari Gubeng. Pemberhentian di sini nggak lama. Kereta pun berangkat lagi setelah naik turun penumpang.

Lewati Bendungan Jagir

Selepas Wonokromo, Commuter Line Jenggala melewati Bendungan Jagir. Seperti lazimnya kereta yang berangkat dari Surabaya ke arah barat lewat jalur selatan. Sebelumnya pas naik Tumapel atau Commuter Line Supas juga ngelewatin ini. Bahkan waktu naik KA Blambangan Ekspres pun ke sini meski perjalanan malam dan tidur di atas kereta. Nah sekarang giliran perjalanan pagi jelang siang dan bisa menyaksikan langsung bendungan yang telah ada sejak era Kolonial Belanda.

Abis Wonokromo Lewat Bendungan Jagir

Tiba di Stasiun Waru dan Nyeberang ke Bungurasih

Keretanya Cuma Sampe Stasiun Waru Lanjut Transjatim

Nggak kerasa perjalanan pun tiba di Stasiun Waru. Ini berarti fase pertama perjalanan menuju Pulau Madura udah terlewati. Singkat cerita turun dari Commuter Line Jenggala, rehat sebentar, kemudian lanjut nyeberang jalan ke Terminal Bungurasih. Sebagai tambahan, posisi terminal ini sebenarnya ada di seberang Stasiun Waru dan merupakan terminal utama Surabaya. Meski posisi sebenarnya udah masuk Sidoarjo.

Transfer ke Transjatim Turun di Halte Masjid Agung (via Suramadu)

Begitu nyampe Terminal Bungurasih, langsung masuk ke dalam dan cari titik awal keberangkatan Bus Transjatim. Akhirnya ketemulah titik itu dan naik Transjatim Koridor 5 Tujuan Akhir Terminal Bangkalan di Pulau Madura.

Nah perjalanan naik Bus Transjatim ini ternyata kaya muterin Surabaya. Dari Terminal lewat Tol Waru-Juanda lanjut ke Tol Surabaya-Porong terus mengarah ke utara sampe masuk kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Udh itu berbelok ke Jalan Jakarta dan melewati Sidotopo. Singkatnya, Bus Transjatim memasuki akses Suramadu terus nyeberangin Jembatan Suramadu sampe masuk ke sisi Pulau Madura.

Turun di Halte Masjid Agung depan Alun Alun Bangkalan

Nah begitu sampe ujung jalan, Bus belik ke kiri arah Bangkalan dan perjalanan berakhir di Halte Masjid Agung. Tepat di depan Alun Alun Bangkalan. Perjalanan inipun berakhir di sini. Meski busnya masih tetap lanjut sampe Terminal Bangkalan.

Ternyata Keretanya Cuma Sedikit

Nah sebagai kesimpulan akhir, Naik Kereta ke Madura itu sebenarnya bisa lho! Tapi cuma sampe Stasiun Waru ya. Begitu nyampe situ langsung nyeberang ke Terminal Bungurasih yang memang nggak jauh dari situ. Udah gitu masuk ke dalam terminal, cari titik awal keberangkatan Transjatim terus naik Koridor 5 jurusan Terminal Bangkalan.

Perjalanan naik Bus Transjatim sendiri lewat Tol Mojokerto lanjut Surabaya Porong ngarah ke Pelabuhan Tanjung Perak. Bus-nya akan ngambil arah ke Jembatan Suramadu. Halte Masjid Agung di depan Alun Alun Bangkalan jadi akhir dari perjalanan kali ini.

Comments

Leave a Reply