Tokyo Metro 6116 : Dulu Chiyoda Line Sekarang Nggak Tentu

·

,
Tokyo Metro 6116 Dulu Chiyoda Line Sekarang Tergantung Kesiapan Sarana

Tokyo Metro 6116 mengawali dinasnya tahun 1972 di Chiyoda Line Jepang. Datang ke Indonesia tahun 2016, bedanya di sini dinasnya nggak tentu di jalur mana dan lebih fleksibel. Pokoknya tergantung kesiapan sarana dan kebutuhan lintas nya.

Pendahuluan

Kayanya masih pengen nih bahas KRL Tokyo Metro 6000 Series. Bukannya apa-apa, karena jenis ini ada satu trainset yang mengalami Tragedi Bekasi Timur 27 April 2026 lalu. Bagian belakang 6124F (kode 6024) diseruduk KA Argo Bromo Anggrek sampe abis tinggal sisa seperempat bagian!

Tragedi Bekasi Timur itu sendiri memakan korban 16 penumpang dan melukai puluhan lainnya. Semua korban meninggal dunia adalah wanita, karena bagian depan dan belakang kereta itu KKW (Kereta Khusus Wanita).

Alhasil rangkaian 6124F tinggal sisa 9 kereta. Bagian belakangnya udah hampir pasti nggak bisa diperbaiki. Entah gimana nasibnya kedepan, bisa aja ada kabin rakitan kaya dulu TOEI 6000, atau dijadiin donor buat kereta yang lain. Misalnya yang tadinya Stamformasi 10 jadi 12, tambah sisaan 6124 tersebut.

6124 sendiri adalah generasi keempat yang di produksi massal. Masuk batch ke-4 buatan Kawasaki Heavy Industries tahun 1981. Di Jepang, 6124 mulai dinas di tahun yang sama. Pengiriman ke Indonesia 2017 dan melanjutkan masa dinasnya dibawah KCI sampai dengan tanggal 27 April 2026 kemarin.

Tokyo Metro 6116 Generasi Kedua (Batch 2)

Ok, sekarang kita nggak akan bahas 6124 yang baru aja ngalamin kejadian nahas. Di sini kita akan bahas 6116 yang nggak lain adalah “kakak”-nya 6124. Kenapa bisa disebut saudara tua?

Kereta ini masuk ke generasi 2 Tokyo Metro 6000 Series yang diproduksi massal. Sekaligus batch ke-2 yang diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industries tanggal 22 Agustus 1972. Kemudian beroperasi di Chiyoda Line pada tahun yang sama.

Sama kaya KRL Tokyo Metro 6000 Series lainnya, awal dinas kereta ini tanpa AC. Pemasangan AC untuk 6116 dan trainset lainnya pada periode 1988-1994. Tanggal 9 November 1995, 6116 Series menjalani refurbishment.

Tokyo Metro 6116 dari Chooper ke VVVF

Pada awalnya, selain tanpa AC, kereta ini gunakan traksi GTO-Chopper. Pemasangan AC sendiri baru di periode 1988-1994. Kemudian ketika menjalani refurbishment tahun 1995, sistem traksinya diganti dari GTO-Chopper ke VVVF-IGBT.

Apa itu VVVF? Menurut PT. LEN Industri, VVVF adalah sistem inverter yang merupakan salah satu komponen dalam sistem kontrol propulsi Kereta Rel Listrik (KRL). Inverter ini mengkonversi aliran tegangan AC atau DC dalam tegangan yang sesuai untuk mengemudikan (drive) motor traksi yang digunakan.

Sistem inverter VVVF ini memainkan peran untuk mengontrol kecepatan kereta KRL dengan mengontrol tegangan dan frekuensi. Listrik tegangan tinggi 1500 Vdc dari catenary digunakan untuk penggerak utama kereta dengan inverter VVVF dan motor traksi berupa motor induksi 3-fasa.

Inverter VVVF menggunakan IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor) sebagai komponen switching. Inverter VVVF dapat diintegrasikan dengan sistem control electric-brake untuk fungsi pengereman dinamis. Itulah kenapa ada istilah VVVF-IGBT.

Masuk ke Indonesia Tahun 2016

Tokyo Metro 6116 masuk ke Indonesia dan mulai memperkuat armada KRL Commuter Indonesia pada tahun 2016. Ketika didatangkan, kereta ini udah pake sistem VVVF-IGBT tadi yang dipasang tahun 1995 saat refurbishment.

Dinas Lebih Fleksibel di KAI Commuter

Semasa di Jepang, Tokyo Metro 6116 dinas di Chiyoda Line. Tapi begitu masuk Indonesia jadi nggak tentu. Kereta ini bisa dinas di jalur mana aja tergantung kesiapan sarana dan kebutuhan di lintas.

Di Sini Bisa Ngerasain Hampir Semua Jalur

Makanya itu, ada kalanya kereta ini terlihat di Bogor Line. Kadang dinas Cikarang Line. Bahkan nggak jarang juga terlihat di Rangkasbitung Line (Green) dan Tangerang Line. Pernah juga sebatas Feeder rute Angke-Manggarai.

Dengan kata lain, dibawah KAI Commuter, kereta ini dinasnya lebih fleksibel karena bisa di lintas mana aja. Kereta ini merupakan asuhan Dipo Depok. KRL ini juga langsung pake stamformasi 10.

Tokyo Metro 6116 “Kakak” nya 6124

Nah kenapa kereta ini bisa dibilang “kakak”-nya 6124? Itu karena keduanya berasal dari pabrikan yang sama, Kawasaki Heavy Industries. Dari awal juga udah pake stamformasi 10.

Perbedaannya, bila sang kakak awalnya gunakan GTO-Chopper, 6124 gunakan AVF-Chopper. Sedari awal, 6124 juga udah disiapin buat dipasang AC, yang akhirnya dipasang 1988-1994.

Keduanya sama-sama menjalani refurbishment tahun 1995 dan konversi ke VVVF-IGBT. Datang ke Indonesia-nya juga beda, si adek menyusul kakak-nya tahun 2017 dan sama-sama menempati Dipo Depok.

Nasib juga yang bedain keduanya. Hari sial memang nggak ada di kalender. Tanggal 27 April 2026, si adek terancam pensiun lebih awal akibat diseruduk secara brutal oleh KA Argo Bromo Anggrek sampe kereta paling belakang nya ancur sekitar 75%. Jadi korban Tragedi Bekasi Timur.

Sedangkan kakak-nya ini, Tokyo Metro 6116 masih tetap dinas sampe sekarang. Entah di lintas mana, pokoknya tergantung kebutuhan.

Kesimpulan

Tokyo Metro 6116 Series mulai dinas di Chiyoda Line tahun 1972. Awalnya kereta ini tanpa AC dan gunakan traksi GTO-Chopper. Bagian dari generasi ke-2 dan batch-2 yang diproduksi di Kawasaki Heavy Industries. Pemasangan AC baru pada periode 1988-1994, dan refurbishment 1995 mengganti traksinya jadi VVVF-IGBT.

Sedari awal sampe dinas di Indonesia, kereta ini tetap di stamformasi 10. Cuma bedanya, dibawah KAI Commuter, dinasan kereta ini tergantung kesiapan sarana dan kebutuhan lintas. Jadi bisa di lintas mana aja.

Disebut kakak-nya 6124 karena berasal dari pabrik yang sama, dan ketika di Indonesia sama-sama menempati Dipo Depok. Namun nahas-nya, si adek jadi korban Tragedi Bekasi Timur 27 April 2026. Terancam pensiun lebih awal gegara diseruduk brutal sama KA Argo Bromo Anggrek.

Comments

Leave a Reply