Hunting Kereta Malam di Bandung bisa jadi biasa. Tapi kalo disertai hujan yang mengguyur suasananya agak lain. Apalagi mengambil spot historis kaya Viaduct Suniaraja dan JPL 162 Braga. Terus ada sorot lampu kereta. Momen apa aja yang didapat?
Pendahuluan
Normalnya, kalo udah di bulan Mei itu masuk musim kemarau. Tapi dalam dua bulan ini yang ada malah Kota Bandung hampir tiap hari diguyur hujan. Terutama di sore hingga malam hari. Di hari itu, tanggal 4 Mei 2026 di waktu Maghrib, Kota Bandung lagi diguyur hujan yang lumayan lebat.
Di waktu tersebut biasanya ada tiga KA Jarak Jauh yang melintas di dua spot bersejarah, Viaduct Suniaraja dan JPL 162 Braga. Sore hari itu juga nggak nyengaja buat hunting. Cuma kebetulan memang pas lagi di sana terus hujan turun.
Kebetulan bawa payung, momen hujan gini nggak akan disia-siain buat bikin konten rainy shoot atau hunting video kereta di tengah hujan yang lagi turun. Hmm, mau tau kan momen apa aja yang didapat pada sore hari itu? Apa aja KA Jarak Jauh yang lewat di dua spot bersejarah tersebut?
Mengenal Viaduct Suniaraja dan JPL 162 Braga
Sebelum lanjut ada baiknya kita kenalan dulu sama spot huntingnya. Pertama Viaduct Suniaraja. DIbangun oleh Staats Spoorwegen (SS) tahun 1930-an untuk mendukung pengembangan jalur kereta api Bandung Surabaya yang lagi upgrade dari single track ke double track di segmen Kiaracondong.
Awalnya di sini pake pintu perlintasan biasa dan jembatan yang membentang di atas Sungai Cikapundung. Lalu ditingkatkan lagi jadi viaduct untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Suniaraja.
Berikutnya JPL 162 Braga. Ini juga udah ada sejak era kolonial. Siapa yang nggak kenal kawasan Braga? Dari dulu sampe sekarang jadi destinasi favorit warga lokal maupun wisatawan yang lagi berkunjung ke Kota Bandung. Nah Jalan Braga ini ternyata memotong jalur kereta api. Sehingga dibuat perlintasan sebidang.
Percis di depan perlintasan ini ada dua bangunan bersejarah, yakni Gedung BJB Syariah dan Bank Indonesia.
Hunting Kereta Malam di Bandung : Momen Epik Tiga Kereta Menerjang Hujan di Kota Kembang
Nah inilah bagian paling penting dan epik nya. Seperti udah sempat disinggung di awal postingan, hunting kereta malam boleh jadi aktivitas biasa. Tapi ini kondisinya lagi hujan lumayan lebat.
Mana ambil lokasi di Viaduct Suniaraja dan JPL 162 Braga Kota Bandung lagi. Temperatur otomatis berubah jadi dingin. Sensasinya udah kaya di dalam ruangan ber-AC.
Di momen tersebut kebetulan ada tiga KA Jarak Jauh yang melintas. Dua baru aja meninggalkan Stasiun Bandung, dan satunya lagi bersiap untuk masuk. Kereta apa aja yang menerjang hujan di Kota Bandung?
Kereta Api Turangga, Sore Menjelang Malam
KA Jarak Jauh yang pertama adalah Kereta Api Turangga. Berangkat dari Stasiun Bandung jam 17:40 menjelang adzan Maghrib berkumandang. Harusnya sih belum terlalu gelap. Tapi karena ini hujan, jadi aja lebih gelap. Seolah-olah beneran udah malam.

Kereta yang mulai beroperasi tahun 1996 sebagai campuran eksekutif-bisnis ini baru aja berangkat dan akan melintasi Viaduct Suniaraja yang dibangun Staats Spoorwegen (SS) tahun 1930-an.
Kereta Api Malabar, Multi Kelas Lagi.
Hunting Kereta Malam di tengah hujan ini lanjut ke JPL 162 Jalan Braga Kota Bandung. Spot yang satu inipun nggak kalah estetik. Berada tepat di Jalan Braga yang kesohor itu. Posisi perlintasan ada di depan dua bangunan heritage: Gedung BJB Syariah dan Bank Indonesia.

Nah sekarang gilirannya Kereta Api Malabar rute Bandung-Malang PP yang melintas. Berangkat dari Stasiun Bandung jam 18:10 dan dijadwalkan tiba di Stasiun Malang jam 06:52 WIB. Kereta ini mulai beroperasi 27 April 2010 bersama Argo Parahyangan sebagai kelanjutan dari Argo Gede, yang merger sama Parahyangan waktu itu.
Awalnya Kereta Api Malabar adalah multi kelas yang terdiri dari eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Namun mulai Gapeka 2023 cuma ada layanan eksekutif dan ekonomi plus New Image yang kemudian lanjut ke eksekutif dan premium setelah upgrade sarana ke SSG1 (Staintess Steel Generasi ke-1).
Di momen ini, Kereta Api Malabar bawa kereta wisata Priority. Sehingga menjadikan kereta ini kembali ke asalnya sebagai Multi Kelas.
Kereta Api Argo Wilis dan Sorot Lampu Ditengah Derasnya Hujan
Hunting Kereta Malam di Bandung ini ditutup Kereta Api Argo Wilis. Sorot lampu dari lokomotif CC206 yang menarik Si Raja Selatan, disusul Semboyan 35, semakin membuat syahdu dan epic suasana hunting. Si Raja Selatan dengan sorot lampu dan Semboyan 35 tengah menerjang hujan deras yang mengguyur Kota Bandung.
Hingga kini, meskipun udah ada titisannya Eendaagsche Express (Argo Semeru), predikat Raja Selatan belum lepas dari Kereta Api Argo Wilis. Apalagi bersama Turangga memakai sarana terbarus Stainless Steel New Generation (SSNG).
Semua rutenya full jalur selatan. Mulai Priangan Timur, Cilacap Barat, hingga Kabupaten Banyumas bagian selatan.

Tips Hunting Kereta Malam (Trainspotting) Saat Hujan
Buat kamu yang pengen ngerasain Hunting Kereta Malam (Transpotting) pas lagi hujan lumayan deras, ini ada tips yang mudah-mudahan bisa bermanfaat:
- Siapkan jas hujan atau payung, dan baju ganti.
- Siapkan sendal model crocs yang terbuat dari karet
- Jangan lupa membersihkan lensa, terutama yang pake Kamera DSLR
Gimana kalo pake sepatu? Boleh tapi nggak disaranin. Karena hujan apalagi kalo deras itu ada genangan air yang bisa merembes masuk.
Tonton Keseruannya di Video Berikut!
Penasaran kaya gimana sih hunting kereta malam di Bandung? Ditambah sorot lampu dan bunyi Semboyan 35-nya Kereta Argo Wilis? Tonton Video Berikut!


Leave a Reply