KA Bogowonto Seberkas Cahaya di Kegelapan

KA Bogowonto Seberkas Cahaya di Kegelapan

Pertama kali dinas KA Bogowonto dikenal sebagai pelopornya kereta ekonomi ber-AC. Ketika perkeretaapian masih di masa kegelapan. Seiring perjalanan waktu terjadi perubahan rute hingga kerap berganti trainset.

Pendahuluan

Sebelum adanya sistem check in dan pembatasan kapasitas angkut 100% di masa angkutan lebaran 2012, perkeretaapian Indonesia benar-benar berada di titik nadir. Suatu masa yang bisa dibilang kegelapan 3pekat.

Dulu namanya Stasiun Kereta Api sangat identik dengan kesan kumuh dan jorok. Kesan tersebut juga tercermin di kereta ekonomi. Jangankan adem, dulu itu namanya pengasong, pengamen, hingga copet seperti nggak ada habis-habisnya.

Ketika pertama naik ke atas kereta ekonomi hampir pasti yang akan tercium ialah aroma menyengat dari toilet. Bahkan ruang sempit itupun kerap dijadikan tempat untuk penumpang di momen seperti lebaran.  

Upaya Membuat Kereta Ekonomi Nyaman

Dari sisi operator hingga regulator sendiri bukannya nggak ada pergerakan. Berbagai upaya untuk membuat kereta ekonomi nyaman pun kerap dilakukan. Misalnya peremajaan rangkaian. Sekalipun belum dilengkapi AC.

Namun yang namanya kereta rakyat gitu apalagi penumpangnya nyaris nggak dibatasi tetap aja menjadikannya tetap nggak nyaman. Makanya kesan negatif pun tetap melekat di masa itu.

Seberkas Cahaya Dalam Wujud KA Bogowonto

Tahun 2010 PT KAI membuat gebrakan baru dengan meluncurkan KA Bogowonto. Kereta ini memang ekonomi. Tapi berbeda dengan lainnya. Bukan hanya dari sisi eksterior yang menyejukkan mata.

Lebih dari itu kesejukan itupun bisa dirasakan ketika kita berada di dalam gerbongnya. Ya, kereta yang diluncurkan pada 3 September 2010 tersebut dilengkapi pendingin udara layaknya kereta eksekutif waktu itu.

Beneran beda sendiri ya, terlebih rangkaiannya sendiri buatan PT. INKA Madiun dengan fasilitas AC Sentral. Lewat KA Bogowonto juga kita bisa ambil pelajaran bahwa wong cilik juga berhak atas kenyamanan seperti penumpang eksekutif.

KA Bogowonto Awalnya Layani Jakarta – Kutoarjo

KA Bogowonto diluncurkan bersamaan dengan masa angkutan lebaran 2010. Untuk relasinya sendiri dari Stasiun Jakarta Pasar Senen menuju Stasiun Kutoarjo dan sebaliknya.

Namanya sendiri diambil dari Sungai Bogowonto yang salah satu alirannya berada di Kabupaten Purworejo. Sungai ini hulunya di Pegunungan Menoreh, Wonosobo, dan muara di Samudera Hindia.

KA Bogowonto Adalah Pelopor

Diluncurkannya KA Bogowonto di tahun 2010 diikuti dengan kemunculan kereta-kereta sejenis. Sebut aja KA Gadjah Wong yang melayani Jakarta Pasar Senen – Lempuyangan.

Kemudian disusul KA Krakatau (kini Singasari), Majapahit, hingga Jaka Tingkir dengan trainset yang nyaris identik. Kecuali Krakatau pake dedicated livery. Kereta ini sendiri akhirnya memperpanjang rutenya hingga Lempuyangan.

Selain itu, KA Bogowonto menjadi sebuah motivasi sendiri bagi operator untuk membuat seluruh kereta ekonomi dan bisnis jadi adem. Terbukti setelahnya kereta ekonomi eksisting dilengkapi AC Split. Fasilitas yang sama juga ada di kereta bisnis.

Karenanya sah-sah saja menyebut kereta ini sebagai pelopornya kereta ekonomi dan bisnis AC. Akhirnya pada tahun 2013 semua kereta yang ada telah dilengkapi fasilitas AC. Baik sentral maupun ala rumahan (split).

Berbagai Dinamika KA Bogowonto

Layaknya kebanyakan kereta api jarak jauh (KAJJ), KA Bogowonto pun mengalami berbagai dinamika dalam perjalanan karirnya. Setelah perpanjangan rute hingga Stasiun Lempuyangan, trainset pun mengalami dinamika.

Hingga tahun 2019 masih menggunakan rangkaian aslinya. Namun sayangnya livery ombak biru pun dirubah jadi selendang pecut. Juga mengalami “standardisasi” alias penyeragaman warna pintu jadi orange layaknya kereta ekonomi lainnya.

Layanan Kereta Eksekutif

Mulai 2019 pasca bermunculannya kereta berbody stainless steel dinamika lain pun datang. Sang pelopor mulai punya layanan kereta eksekutif. Dimana trainset yang dipakainya ialah sapujagat alias jadul.

Nggak Karuan Sejak Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 di awal 2020 juga memunculkan dinamika lainnya. Sang pelopor ikut merasakan trainset yang boleh dibilang nggak teratur saat itu. Bahkan sekali waktu pernah memakai kepunyaan ekonomi reguler kapasitas 106 penumpang.

KA Bogowonto Stainless Steel

Walaupun kembali lagi seperti sediakala. Ternyata dinamika masih berlanjut. Pada akhirnya Sang Pelopor pun berubah jadi kereta berbody stainless steel sejak periode Nataru 2022. Wah jadi elite dong? Boleh dibilang begitu.

Kesimpulan

Diluncurkan pada 3 September 2010, KA Bogowonto menjadi semacam seberkas cahaya di tengah kegelapan pekat. Dimana kala itu kereta ekonomi identik dengan hal negatif dan ketidaknyamanan.

Namun setelah peluncurannya diikuti dengan berbagai perbaikan. Terutama pemasangan fasilitas pendingin udara (AC) di kereta ekonomi lainnya dan bisnis. Rute kereta ini pun diperpanjang dari Stasiun Kutoarjo ke Lempuyangan.

Berbagai dinamika pun muncul sejak 2013. Mulai dari penyeragaman livery, penambahan kereta eksekutif, dan puncaknya pada masa Nataru 2022 berganti jadi stainless steel.

Galeri Foto