1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kereta Api : KAJJ, Komuter, dan Wisata

Moda transportasi yang tak asing lagi bahkan telah menjadi pilihan utama untuk melakukan kegiatan traveling. Pada bagian ini tersedia berbagai artikel yang membahas seputar profil kereta api beserta rutenya. Termasuk juga sejarah pengoperasiannya. Kami membagi lagi ke dalam 3 sub katagori yakni

Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ)

Disebut juga layanan antar kota. Untuk menaiki kereta ini dibutuhkan proses reservasi tiket sampai pada boarding ketika berada di stasiun dan hendak berangkat. Biasanya pemesanan tiket bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan tergantung pada periodenya.

Nama-nama seperti Argo Parahyangan, Argo Semeru, Argo Wilis, Lodaya, Cikuray dan lainnya tentu cukup familiar di telinga kita. Nah itu semua akan dibahas di sini. Masuk dalam katagori KAJJ.

Namun bila berbicara soal jarak jauh, ternyata ada kereta jarak menengah atau aglomerasi yang secara prosedur untuk menaikinya sama seperti KAJJ

Naik aglomerasi seperti KA Joglosemarkerto atau Kamandaka membutuhkan proses reservasi dan boarding. Itu juga akan masuk dalam sub katagori KAJJ meski aslinya bukan KAJJ.

Pola operasional Kereta Aglomerasi cenderung mirip dengan komuter. Bedanya di sini membutuhkan proses boarding. Saat ini mayoritas KAJJ masih dioperasikan oleh PT. KAI, dan telah bertambah satu operator baru yakni KCIC selaku operator Kereta Cepat atau Whooosh.

Komuter dan Perintis

Moda transportasi Kereta Api sebagai penunjang aktivitas harian kamu. Misalkan mau kerja, kuliah, atau sekolah kadang membutuhkan moda transportasi ini. Untuk yang model begini dinamakan Kereta Komuter. Pola operasionalnya berhenti di setiap stasiun dan pemberhentian. Untuk menaikinya tanpa reservasi apalagi boarding.

Di sini kamu hanya perlu membeli tiket melalui aplikasi atau langsung Tap In Kartu Uang Elektronik (KUE) di stasiun langsung bisa naik kereta komuter. Bedanya komuter dan jarak jauh ialah diperbolehkan untuk berdiri. Bahkan dalam kondisi tertentu misalkan harus mengutamakan penumpang prioritas malah wajib berdiri.

Selain komuter ada satu lagi namanya Kereta Api Perintis. Bedanya pengoperasian Perintis cenderung dalam rangka menyelamatkan aset milik operator. Jadwalnya terbatas dan tarifnya pun murah karena disubsidi oleh pemerintah. Umumnya pola pengoperasian perintis mirip dengan komuter. Tergantung pada wilayah masing-masing.

Kereta Api Wisata dan Lainnya

Masih ada lagi kereta api wisata yang dioperasikan untuk kebutuhan pariwisata di destinasi wisata dengan tema Roda Besi seperti Ambarawa. Juga kereta-kereta barang hingga kereta inspeksi. Untuk barang ada yang berjadwal maupun KLB, sedangkan inspeksi biasanya KLB (Kereta Luar Biasa). Kereta Bandara yang dioperasikan Railink juga masuk di sini.

Kereta Api : Sarana, Stasiun, dan Infrastruktur Lainnya

Tak ketinggalan, pada bagian ini juga turut dibahas tentang sarana, stasiun, dan infrastruktur perkeretaapian lainnya.

Sarana

Sarana di sini mencakup kereta, gerbong, dan lokomotif yang dipakai untuk menarik rangkaian kereta. Termasuk juga kereta dengan tenaga listrik maupun diesel sebagai penggerak. Masuk di sini kereta-kereta khusus, inspeksi, hingga penolong.

Infrastruktur Perkeretaapian

Untuk mengoperasikan rangkaian kereta api, infrastruktur jelas perlu. Mencakup jaringan rel kereta, sistem persinyalan sebagai aspek keselamatan, jembatan untuk melewati sungai atau lembah, hingga terowongan.

Stasiun dan Pemberhentian

Apalah artinya rangkaian kereta api tanpa adanya stasiun dan pemberhentian. Ini merupakan fasilitas penting yang harus ada.

Stasiun sebagai titik keberangkatan awal maupun terminus. Sedangkan pemberhentian ada yang berupa halte dan stopplast. Halte hanya ada fasilitas loket dan ruang tunggu. Sedangkan stopplast biasanya hanyalah sebuah titik tanpa ada bangunan fisik. Namun sekarang keberadaan halte mulai berkurang. Bahkan stopplast sudah tak ada lagi.