Update Terkini
Stasiun Tanggung: Saksi Bisu Kereta Api Pertama di Indonesia!
Kepo nggak sih di mana stasiun tertua di Indonesia? Kenalan yuk sama Stasiun Tanggung! Saksi…
Dekat Banyuwangi Park, Stasiun Kabat Banyuwangi Sangat Miris
Stasiun Kabat Banyuwangi aslinya dibangun Staats Spoorwegen (SS). Kemudian jadi saksi sejarah jalur kereta pertama…
Stasiun Kalibaru : Di Antara Gunung Gumitir dan Raung
Stasiun Kalibaru adalah stasiun paling barat di Kabupaten Banyuwangi. Posisinya cukup strategis, tepat di Jalan…
Jadwal Stasiun Banyuwangi Kota : KA Jarak Jauh dan Rapid
Berikut adalah jadwal stasiun Banyuwangi Kota di Gapeka 2025 yang mulai berlaku 1 Februari 2025….
Stasiun Banyuwangi Kota : Lebih Dekat Ke Pusat Kota
Bila dibanding Ketapang, Stasiun Banyuwangi Kota jelas lebih dekat ke Pusat Kota. Karenanya jadi pintu…
Stasiun Klaten Cocok Jadi TOD (Dekat Terminal Bus Ir Sukarno)
Pernah ngalamin jalan kaki jauh dari terminal ke Stasiun atau sebaliknya? Nah di Stasiun Klaten…
Jadwal KA Stasiun Kalisat : Banyak Layani Kereta Ekonomi
Berikut adalah Jadwal KA Stasiun Kalisat berdasarkan Gapeka 2025. Stasiun terbesar kedua di Kabupaten Jember…
Stasiun Klakah Ganti Nama Jadi Stasiun Lumajang? (Teralihkan)
Stasiun Klakah telah ganti nama jadi Stasiun Lumajang. Terhitung mulai 10 Agustus 2025. Sayang perubahan…
Banyak Penolakan, Naming Rights Stasiun Cirebon Batal?
Gegara banyak muncul penolakan, akhirnya kesepakatan PT. KAI dan Batik Trusmi untuk Naming Rights Stasiun…
Stasiun Pasar Minggu Baru : Nah Ini Memang Beneran Baru
Berada di antara Duren Kalibata dan Pasar Minggu, Stasiun Pasar Minggu Baru adalah bagian dari…
Stasiun Duren Kalibata : Dikira Baru Ternyata Peninggalan NISM
Seperti halnya Cawang, Stasiun Duren Kalibata juga dulunya merupakan sebuah halte bernama Tjililitan. Lebih dari…
Timeline Stasiun Universitas Indonesia : Akhirnya Steril Lagi
Ketika baru beroperasi tahun 1987, Stasiun Universitas Indonesia sangat steril. Namun seiring perkembangan kawasan sekitar,…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
