Stasiun BNI City KRL Untuk Mengurai Kepadatan

Stasiun BNI City KRL Untuk Mengurai Kepadatan

Stasiun BNI City KRL kini layani perjalanan Commuter Line lintas Cikarang Loop Line. Posisinya memang sangat dekat dengan 2 stasiun lainnya. Tujuan utama untuk mengurai kepadatan penumpang. Juga untuk mewujudkan Transit Oriented Development (TOD) antar kereta tanpa segregasi.

Pelanggan KRL Commuter Line khususnya di lintas Cikarang Loop Line kini punya alternatif baru untuk naik turun. Khususnya bagi yang ingin ke kawasan bisnis Sudirman dan Thamrin. Sebuah stasiun yang tadinya ekslusif cuma layani calon penumpang pesawat. Mulai 30 Juli 2022 kemarin mulai melayani perjalanan KRL Commuter Line, khususnya Cikarang Loop Line.

Namun uniknya stasiun itu jaraknya nggak sampe sepetak sama Stasiun Sudirman di sisi timur dan Stasiun Karet di sebelah barat. Malah sama Stasiun Karet nempel banget. Sinyal keluar Stasiun Karet justru jadi pintu masuk stasiun megah di kawasan Sudirman ini.

Saking nempelnya sampe ada issue Stasiun Karet bakal ditutup. Namun dari pihak operator sendiri belum punya rencana penutupan. Alhasil baik Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman yang mengapitnya masih tetap beroperasi hingga kini.

Stasiun BNI City KRL Gegara Citayam Fashion Week?

Belum lama ini sempat jadi trending Citayam Fashion Week (CFW). Ceritanya muda mudi dari Citayam Depok datang ke kawasan Dukuh Atas untuk melakukan catwalk dan berpose layaknya even Fashion Show. Karena itu muncul istilah Citayam Fashion Week (CFW) berlokasi di Dukuh Atas, Sudirman. Tempatnya sangat strategis dan dijangkau 3 moda sekaligus: KRL Commuter Line, MRT Jakarta dan Transjakarta.

Gegara momen tersebut praktis terjadi peningkatan animo penumpang di Stasiun Sudirman. Stasiun yang sehari-harinya aja udah sibuk dan padat sama aktivitas lalu lalang pekerja di kawasan bisnis Sudirman Thamrin malah ditambah lagi acara Citayam Fashion Week (CFW). Makanya sekarang mau weekend pun tetap ramai. Malah bisa jadi melebihi hari kerja. Nggak bisa disangkal lagi efek dari Citayam Fashion Week (CFW).

Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejatinya telah melarang aktivitas ini dilakukan di Jalan Raya. Mengingat asalnya daerah itu merupakan jalan umum. Biasa dilalui kendaraan bermotor. Fungsi Zebra Cross juga hanya untuk arus penyeberangan orang. Bukan untuk fashion show. Apakah CFW lantas bubar? Nggak juga, nyatanya aktivitas sejenis tetap berlangsung di area trotoar dan di dekat Stasiun MRT Dukuh Atas.

Dengan tingginya arus penumpang ke daerah itu praktis nggak bisa kalo ngandalin Stasiun Sudirman tok. Maka dari itu Stasiun BNI City diaktifkan untuk melayani penumpang KRL Commuter Line. Nah dengan demikian status ekslusif praktis hilang, jadilah Stasiun BNI City KRL. Sekarang tinggal pilih mau tetap naik turun di Stasiun Sudirman seperti biasanya atau di Stasiun BNI City.

Mengurai Kepadatan Tanpa Segregasi

Bagusnya lagi, Stasiun BNI City KRL ternyata masih tetap di gedung itu juga. Nggak ada pemisahan (segregasi) antara penumpang KA Bandara Sukarno Hatta dengan KRL Commuter Line. Keluar masuk tetap di pintu yang sama. Semua juga punya hak untuk menikmati fasilitas bersama. Jadi nggak ada ceritanya dihentikan petugas keamanan (PKD) hanya sekedar ke toilet atau jajan di lokasi berbeda.

Sedikit info segregasi terjadi di Stasiun Bandung dan kini tengah disorot oleh para pengamat transportasi. Pembangunan skybridge dinilai mubazir dan buang-buang uang karena segregasi masih saja terjadi. Penumpang KAJJ bisa menikmati sisi utara maupun selatan stasiun.

Adapun Penumpang KA Lokal Bandung Raya hanya bisa menikmati fasilitas yang ada di sisi selatan. Sekedar ke toilet utara atau mau beli makanan di stasiun utara malah nggak boleh sama sekali. Padahal masih dalam satu area Stasiun Bandung.

Ironis ya, sementara di Stasiun BNI City KRL maupun Kereta Bandara nggak ada bedanya. Semua bisa menikmati fasilitas yang ada di area stasiun. Keluar masuk di lokasi yang sama, bisa menikmati toilet yang mana aja. Bahkan kalo mau ngopi di BNI Coffee pun bisa. Ini sejalan dengan semangat penerapan Transit Oriented Development (TOD).

Transportasi umum masa depan memang harus terintegrasi satu sama lain. Bukannya malah berjalan sendiri-sendiri. Bila sampai ada segregasi seperti di Bandung dan Kiaracondong akan sulit untuk mewujudkan Transit Oriented Development (TOD).

Dengan beroperasinya Stasiun BNI City KRL yang masih satu area sama stasiun kereta bandara itu aja udah bisa dibilang TOD antar kereta. Penumpang kereta bandara yang mau lanjut ke Bekasi dan Cikarang udah bisa ganti kereta setelah check out dan kemudian tap in untuk naik KRL Commuter Line.

Begitupun sebaliknya, penumpang KRL mau ke airport turun dan tap out lalu check in untuk naik Kereta Bandara. Lagi-lagi semua aktivitas itu tetap di gedung yang sama. Nggak sampai harus keluar gedung apalagi memutar cukup jauh.

Galeri Foto Stasiun BNI City KRL


Dalam rangka mengurai kepadatan dan mewujudkan Transit Oriented Development (TOD), PT. KAI mengaktifkan Stasiun BNI City untuk melayani penumpang KRL Commuter Line. Bagusnya di sini, nggak ada segregasi atau pemisahan antara penumpang KRL dengan Kereta Bandara. Semua berhak mendapat layanan dan menikmati fasilitas yang sama. Berpindah kereta tanpa harus keluar gedung.


2 thoughts on “Stasiun BNI City KRL Untuk Mengurai Kepadatan”

  1. Pingback: Skybridge Bandung Mubazir? Masih Terjadi Segregasi - Mugen ID

  2. Pingback: Double Track Bandung dari KA Lokal (Trip Report) - Mugen ID

Leave a Reply

%d bloggers like this: