Stasiun bersejarah ini udah dari dulu jadi lokasi favorit buat kegiatan hunting. Baik itu fotografi maupun videografi kereta. Sayang gegara segelintir oknum yang sering bikin ulah, kegiatan positif itupun jadi terancam. Ada Apa Dengan Jatinegara?
Pendahuluan
Seperti stasiun kereta lain pada umumya, Stasiun Jatinegara adalah tempat naik turunnya penumpang kereta. Stasiun bersejarah ini melayani perjalanan KRL Commuter Line dan sebagian KA Jarak Jauh. Namun untuk yang arah Jakarta, hampir semua KA Jarak Jauh berhenti di sini. Kecuali KA Anggrek dan sejenisnya.
Selain buat naik turun penumpang, Stasiun Jatinegara sering jadi lokasi favorit buat kegiatan Fotografi atau Videografi. Biasanya yang ngelakuin kegiatan ini Railfans, Fotografer, dan Videografer alias Vlogger. Nggak jarang penumpang kereta juga mengabadikan setiap momen yang ada di sini.
Namun sangat disayangkan, ada segelintir oknum yang seringkali bikin ulah di sini ketika lagi hunting foto atau video kereta. Seringnya sih nggak safety. Ada juga yang sengaja minta-minta kobong, terutama kalo lokomotif penarik keretanya jenis CC201 dan CC203.

Apakah itu aja? Nyatanya lebih dari itu! Ada oknum yang pernah naik “kereta gratis” bahkan sampe merokok dan melakukan pelecehan seksual. Dari situ muncul semacam wacana buat menertibkan kegiatan yang sejatinya positif itu. Jelas ini bikin kegiatan hunting foto dan video jadi terancam.
Ada Apa Dengan Jatinegara? Drama yang Bikin Geram!
Asalnya nggak ada larangan dari pihak stasiun maupun KAI untuk melakukan kegiatan hunting foto atau video. Apalagi kalo cuma modal kamera smartphone. Kalopun itu butuh izin biasanya yang pake alat-alat profesional dan kamera yang speknya besar (DSLR). Juga untuk tujuan komersial.
Sayangnya segelintir oknum seringkali “mengkhianati” amanah dengan cara melakukan hal-hal diluar nalar. Itu terjadi nggak sekali dua kali tapi udah sering. Terlebih kalo pas waktunya lagi ada momen kaya KLB atau sarana yang pake livery khusus lagi lewat.

Hal begitu kemudian memunculkan drama. Biasanya kalo mereka kena tegur sama security karena nggak safety misalnya, itu mereka anggap drama. Sama juga kalo yang tegur kebetulan lebih senior, lagi-lagi dibilang drama.
Padahal yang disebut drama itu bukan teguran melainkan kelakuan mereka sendiri. Drama yang bikin geram. Itu sering dirasain sama Railfans maupun Kreator yang benar-benar mengikuti prosedur.
Ada Apa Dengan Jatinegara? Hal-Hal Diluar Nalar
Oh iya, tadi kan sempat disinggung sedikit hal-hal diluar nalar yang sering dikerjain sama Oknum waktu lagi hunting di Stasiun Jatinegara. Nah, apa aja hal-hal diluar nalar itu?
Hunting Nggak Safety
Point pertama adalah ini. Di dunia fotografi namanya safety itu lebih diutamakan. Jangan sampe ngorbanin itu demi angel yang bagus. Nah konteks Railfans yang foto-foto kereta itu sebenarnya masih dalam lingkup fotografi itu. Sehingga namanya safety jelas harus diutamakan.
Sayang oknum yang seringkali mengatasnamakan Railfans ini malah mengabaikan point penting ini. Kalo di peron stasiun kan nggak boleh ngelewatin garis aman. Nah itu yang sering mereka abaikan.
Minta-Minta Kobong (Padahal Bahaya Buat Paru-Paru)
Pernah nggak ngeliat lokomotif yang mengeluarkan asap hitam dari cerobong pembuangannya? Nah itulah yang dinamakan kobong. Biasanya itu terjadi kalo throttle nya langsung pindah dari satu ke tiga. Itulah yang seringkali diminta oleh oknum. Asal ada CC201 atau 203 lewat langsung bilang “Kobong Om!”
Padahal kereta mau masuk dan melintas di Stasiun Jatinegara. Dimana bukan cuma mereka aja yang ada di situ. Penumpang lain juga lagi nungguin keretanya masuk. Nggak jarang bawa anak kecil. Sedangkan “kobong” itu adalah gas pembuangan sama kaya asap knalpot kendaraan bermotor lainnya.
Udah jelas itu mengandung Karbon Monoksida (CO) yang bahaya buat paru-paru. Tapi ya namanya oknum kepengen senang sendiri aja tanpa mikirin orang lain. Seringnya egois gitu. Demi kontennya dibilang bagus atau jadi viral di media sosial punyanya.
Masuk Area Terlarang (Turun dari Peron)
Selain nggak safety dan minta kobong, Oknum sering kedapatan turun dari peron ke rel kereta. Ini jelas udah masuk pelanggaran. Karena wilayah itu masuk area terlarang yang cuma bisa dimasukin sama petugas stasiun maupun dari KAI-nya. Turun ke rel demi dapetin angel yang lebih bagus.
Padahal harusnya oknum itu statusnya sama kaya calon penumpang lain. Cuma boleh di area yang udah ditentuin, yaitu peron. Itu juga nggak boleh ngelanggar garis batas aman.
Sayang ini seringkali dilanggar dan kalo ketauan petugas terus ditegur malah dengan gampangnya nganggap ini Drama. Bener drama, buatan mereka sendiri. Drama nya si oknum. Petugas kasih teguran itu udah benar banget.
Biasanya hal begini terjadi kalo lagi ada momen. Misalnya ada KLB1, lokomotif vintage, livery merah biru, dan putih biru.
“Naik Kereta Gratis” alias Ngambing (Tanpa Tiket)
Ini pernah kejadian di musim libur Nataru tahun 20242. Ada oknum yang nekat masuk ke Kereta Api Cikuray padahal nggak punya tiket resmi. Modus awalnya pura-pura datang telat.
Jadi begitu keretanya mau berangkat, dia buru-buru naik, katanya bookingan di OTA belum sempat closing tapi udah mepet. Akhirnya dikasih naiklah oknum itu. Hal yang sama dia lakuin lagi begitu turun di Stasiun Kiaracondong. Kali ini buat naik KA Kahuripan. Bisa jadi gitu atau juga langsung loncat dan nggak boarding.
Tujuan oknum ini ke Jogja, singkatnya KA Kahuripan nyampe di Stasiun Lempuyangan. Terus oknum itu geser ke Stasiun Tugu Jogja. Nah, di sini ada dugaan dia pake modus lain yaitu pura-pura mau naik Commuter Line. Tau sendiri kan Stasiun Tugu Jogja itu pengamanannya ketat banget.
Sekali lagi oknum ini berhasil ngelabui petugas. Mungkin aja modus yang sama dimainin lagi begitu pura-pura jadi penumpang Commuter Line. Udh itu naik ke KA Manahan yang kebetulan jadwalnya dekat. Ikutlah dia sampe Stasiun Kroya, disitu pindah lagi ke Kereta Api Bogowonto.
Di sinilah petualangannya berakhir. Sepintar apapun dia ngelabui petugas akhirnya ketangkep juga. Alhasil sanksi sosial dan blacklist selama 6 bulan nggak bisa naik KA Jarak Jauh harus dia terima.
Ada Apa Dengan Jatinegara? Oknum Mainin Peluit, Kereta Nyaris Berangkat!
Drama oknum yang satu ini nggak kalah konyol dan diluar nalar banget. Lagi hunting bawa-bawa peluit. Jadi ada KA Jarak Jauh berhenti, terus yang bersangkutan meniup peluit itu yang menyerupai Semboyan 40 untuk memberangkatkan kereta. Bahkan keretanya hampir aja berangkat dalam posisi belum dapat sinyal aman!
Bisa dibilang ini paling diluar nalar! Kenapa? Urusannya sama keselamatan perjalanan!
Untungnya “semboyan 40 palsu” ini akhirnya batal dan kereta berangkat dengan prosedur normal. Semboyan 40 dari PPKA, respon 41 dari CSOT3 dan masinis membunyikan Semboyan 35 tanda kereta akan jalan.
Merokok di Area Peron dan Kereta (Menyalakan Vape)
Kejadian ini baru aja di bulan Juli 2026 ini. Ada oknum kedapatan merokok di area Peron! Padahal jelas-jelas itu kawasan Dilarang Merokok. Walaupun Vape tetap aja itu rokok dan sama bahayanya buat kesehatan. Nggak cukup di peron Stasiun Jatinegara, ada temannya malah berani nge-Vape di atas kereta!
Untung aja petugas langsung bertindak dan mengamankan kedua oknum itu. Dimana yang kedapatan nge-vape di kereta langsung diturunin di Stasiun Klender. Kebetulan juga naiknya KRL Commuter Line.
Ada Apa Dengan Jatinegara? Oknum Lakukan Pelecehan Seksual!
Masih di hari yang sama dengan kejadian nge-vape, oknum yang nge-vape di peron juga melakukan pelecehan seksual! Ini jelas udah keterlaluan dan masuk ranah kriminal. Si Oknum bisa dituntut ke jalur hukum. Inilah puncak dari segala kekonyolan yang pernah dilakukan segelintir oknum saat hunting di Jatinegara.
Kabar Pembatasan Hunting, Baiknya Intropspeksi Diri!
Banyaknya kejadian di atas memunculkan kabar bahwa pihak Stasiun Jatinegara akan melakukan penertiban dan pembatasan kegiatan hunting. Peron akan disterilisasi dan mereka yang hunting wajib lapor ke pihak stasiun untuk selanjutnya mengisi semacam daftar hadir.
Sekilas aturan penertiban ini memang positif. Perbuatan konyol sejumlah oknum jelas bikin penumpang nggak nyaman. Apalagi kejadian terakhir yaitu Nge-Vape dan Pelecehan Seksual benar-benar nggak bisa diterima pake akal sehat!
Terus apa yang harus dilakuin kalo ternyata ini benar terjadi? Nggak ada jalan lain, baiknya Introspeksi Diri!

Akibat banyaknya drama oknum itu semua jadi kena. Mau Railfans atau Konten Kreator jadi kena dampak pembatasan itu kalo memang beneran terjadi. Gegara oknum semua harus menanggung akibatnya!
Kesimpulan
Ada Apa Dengan Jatinegara? Jawaban singkat jelas, Drama Oknum! Dimana ada 7 hal diluar nalar berikut yang dilakuin oleh para Oknum ketika hunting di Stasiun Jatinegara:
- Hunting Nggak Safety.
- Minta Kobong.
- Turun dari Peron ke Rel (Area Terlarang).
- Naik Kereta Tanpa Tiket (Ngambing).
- Membunyikan Peluit Layaknya Semboyan 40.
- Merokok (Nge-Vape) di Peron dan Kereta.
- Pelecehan Seksual.
Gegara oknum banyak dan seringkali berulah, muncul kabar kalo kegiatan hunting bakal ditertibkan. Jadi siapapun yang mau hunting wajib isi semacam daftar hadir.
Nah kalo memang benar penertiban itu terjadi, dan berlaku buat semua Railfans maupun Konten Kreator, bagusnya kita semua introspeksi diri. Ya, Gegara ulah segelintir oknum, kita semua jadi harus menanggung akibatnya.
Jadi maksud dari kegiatan hunting terancam di sini ialah penertiban. Siapa aja yang mau hunting mesti lapor dan isi semacam daftar hadir.
- KLB singkatan dari Kereta Luar Biasa ↩︎
- Sebenarnya ini udah pernah dibahas makanya singkat aja. Kalo mau baca cerita lengkapnya, langsung aja ke sini Kekonyolan Oknum Railfans : Naik Kereta Ke Jogja Tanpa Tiket ↩︎
- CSOT (Customer Service On Train) nama lain dari Kondektur yang biasanya bertugas di KA Jarak Jauh. ↩︎


Leave a Reply