Bukan Cuma Whoosh, LRT Jakarta Juga Sempat Kena Oceh!

Bukan Cuma Whoosh LRT Jakarta Juga Kena Oceh

LRT Jakarta hubungkan Kelapa Gading dan Rawamangun. Sama dengan Whoosh, moda yang satu ini juga kena oceh gegara jaraknya yang pendek banget. Padahal dah banyak yang nggak tahan sama macetnya Jalan Kayu Putih dan Boulevard Raya.

Pendahuluan

Kayanya mau mecahin macet dengan bikin transportasi berbasis rel harus siap diocehin kalo di negara kita. Padahal, kemacetan parah itu muncul dari pertumbuhan kendaraan pribadi yang nggak sebanding sama jalan raya yang masih segitu-gitu aja. Sementara jarak dua tempat itu malah pendek banget.

Ambil contoh jarak Rawamangun ke Kelapa Gading itu pendek. Normalnya dua tempat itu bisa ditempuh sekitar 15-30 menit. Masalahnya akses jalan raya yang ada sekarang nggak lagi memadai. Akses transportasi umum juga minim banget. Makanya itu, kendaraan pribadi begitu diandalin.

Dua lokasi berdekatan itu akhirnya harus ditempuh selama 1 jam lebih. Nah untuk mengurai itu solusinya jelas transportasi umum. Termasuk yang berbasis rel.

Sayangnya begitu dibangun sampe jalan, masih aja diocehin sama netizen. Dibilang nggak guna karena kedeketan dan lainnya. Sedangkan transportasi berbasis rel ini adalah solusi buat balikin waktu tempuh normal.

LRT Jakarta Koridor 1 : Pegangsaan Dua – Velodrome Rawamangun

Transportasi berbasis rel yang dimaksud adalah LRT Jakarta. Bukan LRT Jabodebek ya, beda lagi. LRT Jakarta operatornya JakPro (BUMD Jakarta). Koridor 1 dibangun menghubungkan Pegangsaan Dua Kelapa Gading dan Velodrome Rawamangun. Terintegrasi sama Transjakarta.

Jalur rel keretanya dibangun elevated. Membentang tepat di atas Jalan Boulevard Raya dan Jalan Kayu Putih Raya yang selama ini jadi akses utama sekaligus sering macet yang nggak ada habisnya.

LRT Jakarta Senasib Whoosh (Koridor Pendek)

Meskipun udah mulai memecah kebuntuan macet yang udah berlangsung lama, transportasi berbasis rel ini tetap kena oceh. Waktu Kereta Cepat Whoosh masih dalam perencananan jelas diocehin karena cuma Jakarta Bandung dan kelewat pendek.

Dibilang mending bangun dan reaktivasi rel mati daripada bikin Whoosh. Dianggap proyek mubazir buang anggaran. Ternyata hal yang sama juga dialami LRT Jakarta. Dianggap mubazir. Apalagi kalo dilihat jaraknya malah lebih pendek dari jalur Whoosh. Cuma Kelapa Gading – Rawamangun! Di sini keduanya senasib ya.

Koridor Pendek, Integrasi Diperkuat (Bisa Lihat Shanghai Maglev)

LRT Jakarta Koridor 1 sekarang udah diperpanjang ke Manggarai dan siap beroperasi bulan Agustus 2026 nanti. Whoosh juga sama, udah mulai ada kajian Perpanjangan Whoosh ke Surabaya. Bahkan mungkin Tapal kuda.

Nah, koridor pendek kaya LRT Jakarta Pegangsaan Dua – Velodrome Rawamangun dan Whoosh Jakarta Bandung bukannya nggak ada solusi. Selama lintasannya masih segitu.

Integrasi Antarmoda di Koridor LRT Jakarta dan Whoosh

Integrasi antarmoda harus diperkuat. Contohnya Whoosh sekarang ada Feeder KCJB dan LRT Jabodebek. Tambah lagi Commuter Line, Metro Jabar Trans, hingga Transjakarta. Bahkan sekarang lagi proses pembangunan BRT Bandung Raya yang punya koridor ke Stasiun Tegalluar Summarecon.

Tinggal di sisi Karawang-nya aja yang perlu ada pembangunan Transum layak dan terintegrasi. Meskipun pastinya itu bakal makan waktu. Taulah bakal ada hambatan dari “transportasi eksisting” yang masih tradisional.

Sementara LRT Jakarta dari awal udah ada integrasi sama Transjakarta Koridor 2 dan Koridor 4. Bahkan masuk dalam skema tarif JakLingko yang maksimal di Rp 10.000,00.

Sebenarnya, transum berbasis rel di koridor pendek itu nggak sepenuhnya salah. Sebelum ada ini dan Whoosh, udah ada Shanghai Maglev yang koridornya juga pendek. Cuma dari Shanghai Pudong (PVC) ke Longyang Road di Pusat Kota. Padahal Maglev termasuk kereta tercepat di dunia1.

Integrasi sama Pusat Ekonomi, Sarana Olahraga, dan Tempat Wisata

Selain Integrasi antarmoda, kemudahan akses misalnya ke sentra ekonomi, sarana olahraga, dan tempat wisata juga bisa digarap. LRT Jakarta itu nyambung langsung sama Mall Kelapa Gading (MKG), Mall Arion Rawamangun, dan Stadion Velodrome.

Whoosh ada shuttle gratis ke Grand Outlet Karawang, Dusun Bambu dan Kota Baru Parahyangan. Gratis tiket masuk sejumlah objek wisata. Ke Stadion GBLA tinggal nyeberang Jalan Tol aja udah nyampe.

Kesimpulan

LRT Jakarta sama Whoosh itu kaya sebelas duabelas. Sama-sama mulai dengan koridor pendek dan kena ocehan pula dari Netizen. Padahal di koridor yang pendek itu masih ada solusi memperkuat integrasi. Baik itu sama transportasi umum lainnya, maupun pusat ekonomi, sarana olahraga, dan tempat wisata.


  1. ↩︎

Comments

Leave a Reply