kereta cepat whoosh inovasi transportasi berbasis rel

Kereta Cepat Whoosh : Inovasi Transportasi Berbasis Rel

Kereta Cepat Whoosh resmi beroperasi sejak 1 Oktober 2023. Menandai sebuah inovasi baru di bidang transportasi umum berbasis rel. Konektivitas kedua kota semakin singkat. Nggak sabar menunggu diperpanjang ke Surabaya.

Pendahuluan

Sebuah sejarah baru telah tercipta di negeri ini. Rangkaian kereta berkecepatan tinggi telah meluncur sejak awal oktober. Meskipun di awal dan proses pembangunannya banyak terjadi pro kontra. Semuanya dilibas juga. Bahkan masyarakat terdampak pun sempat diberi kesempatan untuk mencobanya secara gratis.

Definisi kereta cepat sejatinya sangat variatif. Ketika De Vlugger Vier beroperasi di tahun 1930-an juga diklaim sebagai kereta cepat karena Batavia dan Bandung bisa ditempuh dalam waktu 2 jam 45 menit lewat jalur KA Cikampek Padalarang. Padahal sebelumnya sampai 9 jam.

Namun untuk yang satu ini sangat jauh berbeda. Jika De Vlugger Vier menggunakan lokomotif uap sekelas Mallet yang memang unggul dan punya performa bagus di lintas pegunungan, Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang ini gunakan teknologi bullet train HSR (High Speed Railway) dari Tiongkok. Dimana kereta bisa melaju hingga 400 km/jam!

Kereta Cepat Whoosh Sempat Ditolak

Kehadiran Kereta Cepat Whoosh menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan penumpangnya telah menembus lebih dari 21.000 terlepas dari adanya program Promo tiket hari jadi KCIC sampai 30 November 2023 besok. Padahal ketika akan dibangun Kereta Cepat Whoosh sempat ditolak. Mending sekedar ditolak, ini sampai dikaitkan ke isu politik hingga mengarah ke SARA.

Hanya gegara pemerintah memutuskan memilik Tiongkok sebagai investor. Alih-alih Jepang yang lebih berpengalaman untuk urusan kereta cepat. Harus diakui Tiongkok telah mengembangkan jaringan kereta cepat sampai jadi yang terbesar di dunia.

Dengan keunggulan telah teruji di iklim berbeda. Wilayah Tiongkok cukup luas dan terdapat beberapa berbedaan iklim. Gurun juga mereka punya. Tiongkok juga menawarkan adanya alih teknologi pada Indonesia. Dua point yang nggak ada di tawaran Jepang.

Apapun pro kontra dan drama yang ada toh kereta cepat tetap dibangun. Sempat molor gegara Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pembengkakan dari sisi biaya, di bulan September 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung diujicoba gratis untuk publik. Mengutamakan warga terdampak. Per 1 Oktober 2023 beroperasi secara komersial.

Kereta Cepat Whoosh : Pertama di Asia Tenggara

Beroperasinya Kereta Cepat Whoosh menjadikannya kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Jelas mendapat perhatian tersendiri dari masyarakat negara tetangga. Padahal sebelumnya pernah ada wacana Kereta Cepat Singapore – Malaysia. Namun ditolak oleh Perdana Menteri senior dengan alasan politis hingga pihak investor memberi penalti.

Wah beda dong sama di sini? Isu apapun yang digoreng oleh pihak kontra dengan pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dilibas semuanya. Pemerintah kita tetap melanjutkan karena udah tau konsekuensi kalo dibatalin sepihak. Bukan hanya penalti tapi juga bakal jadi proyek mangkrak layaknya Jakarta Monorail. 

Kereta Cepat Whoosh: Inovasi Transportasi Kereta

Lebih dari itu Whoosh merupakan sebuah inovasi dalam bidang transportasi kereta. Dalam sejarahnya terkhusus lintas Jakarta Bandung telah beberapa kali dijalankan kereta api yang diklaim cepat. Mulai De Vlugger Vier di era kolonial, kemudian Kereta Api Parahyangan di tahun 1971 dengan slogan 2 jam 30 menit, dan KA Argo Gede dengan janji 2 jam saja.

Awalnya memang benar bisa cepat. Tapi dalam perjalanannya justru semakin melambat. Hingga pada saat pembukaan Tol Cipularang terjadi penurunan penumpang. Inilah yang jadi latar belakang kelahiran KA Argo Parahyangan. Sekarang ada si Komodo Merah yang bisa melaju dengan kecepatan maksimum 400 km/jam. Janjikan hanya 45 menit saja!

Praktik di lapangan memang benar. Dari Halim ke Tegalluar hanya 45 menit dimana kecepatan maksimumnya 350 km/jam. Nah apa bukan inovasi itu? Perka KCIC telah diatur sedemikian rupa. Berangkatnya pun selalu tepat waktu.

Menanti Sampai Surabaya

Sukses pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tentu memunculkan gagasan memperpanjang lintasnya sampai Surabaya. Nah gagasan itu telah masuk di ranah kementerian. Pihak Tiongkok juga telah bersedia jadi investor lagi. Semoga aja terealisasi ya, memang dari awal wacananya juga sampai Surabaya.

Sekarang tinggal menentukan trasenya aja. Namun yang jelas dari Tegalluar itu lanjut sampai Kertajati (mungkin terintegrasi BIJB). Barulah dari situ ke Surabaya. Tinggal gimana jalurnya.

Apakah mengikuti Tol yang berarti lewat Semarang terus belok ke selatan menuju Jogja-Solo via Ambarawa, atau mengikuti rel eksisting ke Purwokerto. Ditunggu aja ya, duh jadi gak sabar euy Kereta Cepat Whoosh sampai Surabaya.

Kesimpulan

Meski sempat ditolak di awal pembangunan, Kereta Cepat Whoosh akhirnya tetap beroperasi dan jadi yang pertama di Asia Tenggara. Sebuah inovasi teknologi transportasi berbasis rel yang bisa melaju dengan kecepatan maksimum 400 km/jam.

Jika sebelumnya banyak kereta api Jakarta Bandung diluncurkan dengan gimmick percepatan waktu tempuh daripada sebelumnya, namun seiring waktu akhirnya pada melambat juga. Nah Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang satu ini memang riil hanya 45 menit melebihi para pendahulunya.

Saat ini kecepatan maksimum yang bisa dicapai baru 350 km/jam. Wacananya nanti akan diperpanjang ke Surabaya. Duh jadi nggak sabar ya ingin benar-benar menikmati sampai ke sana.

Foto Asli