01 Jadwal KA Eendaagsche Express dan Pengalaman Bung Hatta

Jadwal KA Eendaagsche Express dan Bung Hatta

Berikut adalah jadwal KA Eendaagsche Express rute Weltevreden – Soerabaja Goebeng. Juga pengalaman Bung Hatta yang pernah naik kereta tersebut menuju Yogyakarta.

Pendahuluan

Bener kan pembahasan tentang KA Eendaagsche Express masih akan berlanjut. Kenapa ini perlu dibahas? Pertama tentu udah terlanjur membahas Gaya Baru Malam Selatan Kereta Rakyat Jadi Gedongan.

Kereta tersebut ternyata memiliki sejarah panjang. Bila ditarik ke belakang maka akan mengena langsung Eendaagsche Express, sebuah kereta ekspres dan mewah di era kolonial.

Banyak sekali keluhan bahkan sampai dibuat lelucon gegara tiket KA GBMS yang melonjak di tahun 2019. Padahal jauh 90 tahun sebelumnya juga udah jadi kereta elite. Bahkan kebanggaan operator kala itu, Staats Spoorwegen (SS).

Sebelumnya kita telah membahas Eendaagsche Express Mbah-nya KA GBMS. Nah sekarang giliran jadwal perjalanannya dan pengalaman seorang tokoh nasional pendiri bangsa ketika menumpang kereta ini. Walaupun hanya separuh jalan.

Eendaagsche Express Satu Kebanggaan

Tak lama setelah selesai pembangunan jalur dedicated antara Jogja dan Solo, KA Eendaagsche Express diluncurkan. Dengan menawarkan pengalaman baru berkereta api antara Batavia dan Surabaya dalam satu hari saja.

Tentunya keberadaan kereta ini menjadi satu kebanggaan untuk operator kala itu, Staats Spoorwegen (SS). Apalagi sebelum ada Eendaagsche Express, SS udah kadung dengan image kurang baik seperti Selamanya Susah dan Slow and Sure.

Kedua istilah itu muncul karena layanannya masih sangat terbatas terutama dalam hal konektivitas antara Batavia dan Surabaya. Udah mah harus gonta ganti kereta pula karena beda operator di sebagian segmen. Khususnya Jogja-Solo.

Jadwal KA Eendaagsche Express 13 Jam Saja!

Jadwal KA Eendaagsche Express menawarkan sensasi berkereta Batavia ke Surabaya dan sebaliknya dalam waktu hanya 13 jam saja. Dalam sehari terdapat dua trainset yang melayani perjalanan tersebut.

Satu kereta berangkat dari Weltevreden (kini Stasiun Gambir Jakarta) yakni KA 2. Adapun KA 1 berangkat dari Soerabaja Goebeng (Stasiun Surabaya Gubeng). Masing-masing berangkat pagi dan tiba di sepertiga malam awal.

Berikut rincian Jadwal KA Eendaagsche Express rute Soerabaja Goebeng – Weltevreden PP:

KA 1DatangBerangkatKA 2DatangBerangkat
Soerabaja Goebeng05.45Weltevreden06.10
Kertosono06.5807.04Tjikampek07.1907.25
Madioen08.0608.12Cheribon09.1909.25
Solo Balapan09.3409.40Proepoek10.3010.36
Djokdjakarta10.3310.39Poerwokerto11.5712.02
Kroja12.4212.57Kroja12.3012.45
Poerwokerto13.3713.42Djokdjakarta14.4914.55
Proepoek14.5014.55Solo Balapan15.4815.54
Cheribon15.5916.05Madioen17.1617.22
Tjikampek18.0018.06Kertosono18.2218.28
Weltevreden19.15Soerabaja Goebeng19.43

Rata-rata kereta berhenti selama 5-6 menit. Kecuali di Stasiun Kroya (Kroja) dimana terdapat kegiatan pisah sambung dengan rangkaian Eendaagsche Express rute Bandung. Nah rute ini mendapat nomor Perka 3 (Kroya-Bandung) dan 4 (Bandung-Kroya).

Pergantian lokomotif dilakukan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu sekiitar 5 menit saja. Namun meskipun  singkat ketika kereta tiba di stasiun lokomotif telah siap. Pergantian dilakukan di Prupuk (Proepoek), Purwokerto (Poerwokerto), Yogyakarta (Djokdjakarta) dan Madiun (Madioen).

Jadwal KA Eendaagsche Express Testimoni Bung Hatta

Bung Hatta, tokoh nasional yang kelak menjadi proklamator dan wakil presiden pertama Indonesia, pernah menjajal sendiri jadwal KA Eendaagsche Express. Kala itu beliau melakukan perjalanan ke Yogyakarta.

Perjalanan itu sendiri terjadi pada tanggal 1 November 1932 atau sekitar 3 tahun setelah KA Eendaagsche Express melakukan perjalanan pertamanya. Menurut beliau perjalanan tersebut sangat cepat.

Jadwal KA Eendaagsche Express berangkat Stasiun Weltevreden jam 07.00 dan tiba di Djokdjakarta 14.00. Perjalanan ditempuh hanya dalam waktu 7 jam. Padahal bila dibanding sekarang itu setara dengan waktu tempuh KA Kutojaya Selatan.

Kesimpulan

Jadwal perjalanan KA Eendaagsche Express terdiri dari dua perjalanan yang masing-masing memiliki rangkaian kereta. Satu dari Soerabaja Goebeng yakni KA 1 dan KA 2 diberangkatkan dari Stasiun Weltevreden Batavia.

Dalam perjalanannya terjadi pergantian lokomotif di Stasiun Proepoek, Poerwokerto, Djokdjakarta dan Madioen. Meskipun begitu secara keseluruhan waktu tempuh 13 jam cukup menjadi kebanggaan bagi Staats Spoorwegen (SS).

Kecepatan itu bahkan pernah dirasakan sendiri oleh Bung Hatta ketika beliau melakukan perjalanan ke Djokdjakarta pada tanggal 1 November 1932 dimana perjalanan ditempuh dalam waktu 7 jam.

Galeri Foto