Awal 2026 kita semua dikejutkan KA Commuter Line Prameks yang ganti rangkaian dari KRD ke kereta biasa. Kereta Komuter yang juga sering jadi Feeder itu sekarang pake sarana K3 AC Split kapasitas 106 penumpang. Wah jadi Kedungsepur versi Selatan Nih!
Pendahuluan
Prameks ini sebenarnya punya sejarah panjang. Layanan komuter yang mulai dinas dan dikenal luas dari tahun 1990-an ini selalu identik sama KRD. waktu masih dinas di Vortenslanden rute Jogja-Solo PP, kereta ini tercatat pernah pake sarana KRDE Holec buatan PT. INKA Madiun dan KRD MCW 302-nya Nippon Sharyo Jepang.
Meski pada akhirnya Prameks cuma pake KRDE aja. Nah waktu KRL Joglo mulai gantikan perannya di Vortenslanden, rute kereta inipun mengalami pemotongan. Jadi cuma melayani koridor Kutoarjo-Jogja. Meskipun begitu Prameks masih jadi “feeder”-nya penumpang KA Kutojaya Selatan yang mau lanjut ke Jogja.
Namun memasuki awal 2026, terjadi perubahan sarana. Dimana kereta yang sejatinya punya nama Prambanan Ekspres ini harus mengalami ganti sarana ke kereta biasa. Pake rangkaian K3 AC Split kapasitas 106 penumpang layaknya Kereta Api Bengawan.
Nasib yang sama kaya komuter lainnya di Pantura Timur, Kedungsepur, yang udah lebih dulu pake K3 AC Split. Makanya sekarang Prameks ini bisa dibilang Kedungsepur versi selatan.
KA Commuter Line Prameks : Awalnya Nyampe Solo Balapan
Kereta ini mulai hype dan jadi andalan di tahun 1990-an. Waktu itu masih melayani koridor Lintas Kereta Api Mataram Vortenslanden, Jogja-Solo (Joglo). Memasuki pertengahan dekade 2000-an, bersamaan dengan pembangunan Double Track, sebagian rute kereta ini diperpanjang ke Stasiun Kutoarjo.

KA Commuter Line Prameks : Sering Jadi Feeder
Sejak perpanjangan rute nyampe Stasiun Kutoarjo, kereta ini sering jadi Feeder buat ke Jogja hingga Solo. Biasanya itu dimanfaatin sama penumpang yang nggak kebagian tiket langsung. Sehingga harus transit dulu di Kutoarjo.
Diantaranya penumpang dari Tanah Priangan yang kepengen jalan-jalan budget minim. Kereta andalan mereka, Kahuripan, itu tiketnya sering banget habis. Bahkan di luar Lebaran dan musim-musim libur. Makanya mereka sering ngandelin KA Kutojaya Selatan, terus lanjut naik Prameks.
Potong Rute Gegara KRL Joglo, Nama dan Peran Masih Sama
Tahun 2021, KRL Joglo mulai beroperasi di Lintas Kereta Api Mataram Vortenslanden. Sejak itu, peran Commuter Line Prameks di koridor wisata itupun harus berakhir. Karena ada KRL, jadi aja harus alami potong rute jadi cuma Kutoarjo-Jogja PP.
Meskipun begitu, nggak ada perubahan nama sama sekali. Tetap Prameks, singkatan dari Prambanan Ekspres. Walaupun kita tau keretanya nggak sampe ke Stasiun Brambanan. Tapi mentok di Stasiun Tugu Jogja. Perannya sebagai feeder pun sama sekali nggak berubah. Masih diandalin penumpang KA Kutojaya Selatan.
Ganti Sarana ke K3 AC Split, Jadi “Kedungsepur versi Selatan”
Awal 2026 kita dikagetin sama penampilan baru Commuter Line Prameks. KRDE warna merah yang biasanya dipake kini telah berganti. Jadi kereta biasa yang ditarik lokomotif. Ya, Prameks udah ganti sarana pake K3 AC Split kapasitas 106 penumpang, kaya Comuter Line Bandung Raya.

Dalam satu rangkaian terdiri dari 3 kereta ekonomi 106 pax AC Split tambah satu kereta pembangkit KP3. Stamformasinya lebih pendek dari Commuter Line Bandung Raya, Dhoho, dan Penataran.
Kondisi begini bisa kita sebut Prameks sekarang Kedungsepur versi selatan. Ya, nggak salah, Kedungsepur sejak KRD MCW 302 nya ditarik Daop 6 Yogyakarta buat dinas Batara Kresna juga pake K3 AC Split. Stamformasinya 2K3 AC Split (106 pax) + 1 Kereta Pembangkit (KP3).
Meskipun begitu, tetap aja Prameks versi Kedungsepur Selatan ini perannya nggak ada perubahan. Tetap jadi Feeder Kutojaya Selatan.

Kesimpulan
Setelah sekian lama pake rangkaian KRD, KA Commuter Line Prameks ganti sarana di awal tahun 2026. Sekarang pake K3 AC Split kapasitas 106 pax, layaknya Commuter Line Bandung Raya, Dhoho, dan Penataran. Jadi bisa dibilang Kedungsepur versi selatan. Meski peran sebagai feeder Kutojaya Selatan nggak berubah.


Leave a Reply