KA Prameks Kutoarjo Jogja yang Masih Eksis

KA Prameks Kutoarjo Jogja yang Masih Eksis

Rutenya boleh dipotong namun KA Prameks Kutoarjo Jogja masih tetap eksis melayani pelanggan di koridor transit tersebut. Malah bisa jadi alternatif murah dan hemat menuju kawasan wisata Borobudur. Setidaknya pamornya masih sedikit terselamatkan.

Namanya nggak bisa dilepaskan dari sejarah panjang keberadaan transportasi perkotaan atau komuter pengubung Jogja dan Solo. Sebagai dua destinasi wisata unggulan di selatan Pulau Jawa. Sejarahnya dimulai dari kereta diesel buatan Jerman yang sering disebut si kuda putih.

Namun sayangnya KRD yang sejatinya lebih mirip railbus ini nggak bertahan lama. Kemudian angkutan perkotaan mengalami kevakuman. Sebelum akhirnya dioperasikan kereta api konvensional yang membawa 2 kereta bisnis dan 2 kereta ekonomi di tahun 1990-an.

Nah kereta api inilah yang selanjutnya transformasi menjadi Prameks. Singkatan dari Prambanan Ekspres. Namanya diambil dari sebuah candi di perbatasan antara Jogja dan Klaten. Prambanan juga jadi nama stasiun di wilayah tersebut. Adapun Klaten sendiri masih masuk dalam aglomerasi Solo Raya.

KA Prameks Kutoarjo Jogja, sebelumnya Sampai Solo

Interior Kereta Prameks

Seperti udah dijelasin sedikit di atas, KA Prameks awalnya melayani rute Solo-Jogja PP menggunakan rangkaian KRD MCW 302. Dalam perkembangannya KRD buatan Nippon Sharyo tersebut mulai digantikan oleh KRDE modifikasi KRL Hollec buatan PT INKA Madiun.

Semula titik awal keberangkatannya di Stasiun Solo Jebres (SK). Namun akhirnya bergeser ke Stasiun Solo Balapan (SLO). Seiring berjalannya waktu dan tuntasnya pembangunan double track antara Solo dan Kutoarjo, rutenya bablas hingga Stasiun Kutoarjo.

Maka jadilah rute KA Prameks Kutoarjo Jogja sampai dengan Solo Balapan dan sebaliknya. Keberadaannya sangat membantu traveler bahkan bisa jadi alternatif buat mereka yang nggak kebagian tiket langsung ke Jogja maupun Solo. Cukup naik jurusan Kutoarjo lalu nyambung KA Prameks.

KRL Joglo Datang, Rute pun Dipotong

KA Prameks Kutoarjo Jogja Solo masih tetap beroperasi hingga Gapeka 2019. Saat itu tahapan pembangunan infrastruktur Listrik Aliran Atas (LAA) koridor Solo-Jogja udah dimulai dari Stasiun Klaten.

Memasuki April 2020 terjadilah Pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah mengambil kebijakan PSBB Total atau sejenis Lockdown. Kebijakan ini sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan transportasi. Gegara Pandemi itu juga keduanya terpuruk bahkan hingga ke titik nadir.

KA Prameks Kutoarjo Jogja akomodir penumpang transit

Namun disaat pembatasan besar-besaran itulah pembangunan infrastruktur untuk KRL koridor Solo Jogja dipercepat. Hingga akhirnya satu per satu trainset tiba dan KRL Joglo pun beroperasi.

Efek dari operasional KRL Joglo itu tentu mempengaruhi pola operasi KA Prameks. Rutenya yang semula hingga ke Surakarta Hadiningrat akhirnya dipotong jadi Cuma sampe Jogjakarta. Udah itu pengelolaannya pun berpindah ke PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter.

Meski udah jadi KA Prameks Kutoarjo Jogja, pola perjalanannya dibuat terkoneksi langsung dengan KRL Joglo. Sehingga penumpang Prameks bisa melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Joglo menuju Prambanan, Klaten, hingga Solo Balapan.

KA Prameks Kutoarjo Jogja, Alternatif Murah ke Borobudur.

KA Prameks nggak lantas kehilangan pamor pasca operasional KRL Joglo. Selain keduanya saling menopang, juga menjadi alternatif perjalanan murah ke kawasan wisata Borobudur via Stasiun Kutoarjo.

Di Stasiun Kutoarjo telah tersedia moda transportasi lanjutan yakni Bus Trans Jateng jurusan Borobudur. Dengan tarif kurang dari Rp 10.000,00 udah bisa berwisata ke Borobudur dan sekitarnya.

Jadi pamor KA Prameks paling nggak masih bisa ketolong lewat keberadaan transportasi lanjutan ini. Apalagi dengan tarif ekonomis. Beda jauh dengan layanan travel atau bus pariwisata dari Jogja yang biasanya mematok tarif hingga di atas Rp 20.000,00 ke Borobudur di Muntilan, Kabupaten Magelang.

Leave a Reply

%d bloggers like this: