Kereta Api Tumapel Sang Pelopor Jadi Lokalan Sapujagad

Kereta Api Tumapel Pelopor Jadi Lokalan Sapujagad

Kereta Api Tumapel adalah yang pertama beroperasi di jalur kantong Jawa Timur. Bahkan tercepat pula. Namun seiring waktu malah terjadi penurunan layanan. Hingga akhirnya jadi Sapujagad. Hmm, miris banget ya?

Pendahuluan

Nggak hanya Jabodetabek, Bandung Raya atau Jogja-Solo aja. Jawa Timur pun sejatinya punya layanan komuter. Lebih dari itu punya sejarah panjang sejak awal dekade 1970-an.

Namun belakangan banyak kritikan dimana kereta-kereta yang saat ini beroperasi sebagai komuter, terkhusus koridor Surabaya-Malang, itu belum bisa memenuhi ekspektasi pelanggan.

Padahal jika ditarik ke belakang di awal itu beneran memenuhi ekspektasi. Sayangnya yang terjadi bukan semakin meningkat. Sebaliknya malah mengalami kemunduran dan jadilah seperti sekarang kita rasakan.

Lantas gimana sih ceritanya bisa mengalami kemunduran gitu? Bahkan sampe dibilang Nggak Bisa memenuhi ekspektasi? Kok miris banget ya?

Kereta Api Tumapel Sang Pelopor

Okelah sekarang waktunya kita flashback dulu ke 14 Januari 1971 dimana Surabaya-Malang punya layanan kereta api unggulan dalam wujud Kereta Api Tumapel. Meskipun layanannya ekonomi tapi ekonomi plus.

Kalo sekarang itu ya setara dengan KA ekonomi plus kemenhub. Waktu itu Tumapel punya kelebihan seperti penumpang mendapat snack dan air minum. Juga dilayani oleh Prami.

Sang Legenda pada masa itu punya 3 kali perjalanan dan dua kota Surabaya dan Malang ditempuh hanya dalam waktu 80 menit. Jelas beda banget sama sekarang ini yang bisa sampe 3 jam!

Perpanjangan ke Blitar

April 1973 Kereta Api Tumapel diperpanjang hingga ke Stasiun Blitar. Masih seperti pada awal-awal, kereta hanya berhenti di beberapa stasiun. Untuk segmen Malang-Blitar misalnya di Malang Kota Lama, Kepanjen, Kesamben, dan Wlingi.

Stamformasi Sang Legenda dalam satu trainset terdiri dari 4 kereta yakni 3 kereta ekonomi (CW) ditambah 1 kereta bagasi (DW). Pada tahun 1975 sempat menyusut jadi 2 CW namun kembali lagi seperti semula.

Di sela-sela Tumapel Blitar, rangkaian dengan rute Surabaya-Malang atau Tumapel Malang sempat ditambahkan jadwal perjalanannya. Sehingga terdapat rute yakni Tumapel Blitar (Surabaya-Blitar via Malang) dan Tumapel Malang (Surabaya-Malang).

Kereta Api Tumapel Jadi Lokalan

Pada tahun 1976, Kereta Api Tumapel terpaksa turun kelas jadi kereta lokal biasa dan harus berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya. Akibatnya waktu tempuh kereta jadi lebih lama.

Di awal 1980-an, PJKA meluncurkan KA Patas Tumapel Utama dengan pola operasi dan rute sama dengan edisi 1971 yakni Surabaya-Malang PP. 5 tahun kemudian lagi-lagi mengalami perpanjangan ke Blitar.

Lahirnya KA Penataran

Adapun Tumapel Blitar berubah menjadi KA Penataran. Sehingga ada 3 kereta di jalur Surabaya-Blitar via Malang yakni KA Penataran (Blitar-Malang-Surabaya), Tumapel (Surabaya-Malang), dan Tumapel Utama (Blitar-Surabaya).

Hal ini menandai lahirnya KA Penataran yang dikemudian hari justru semakin berkibar dan diandalkan para commuters. Meskipun sebenarnya nggak begitu memenuhi ekspektasi lantaran waktu tempuhnya yang lama.

Puncak Kemunduran Jadi Sapujagad

Bagaimana dengan nasib Kereta Api Tumapel sendiri? Sang legenda malah harus menerima nasib sangat miris. Di tahun 2002 KA Tumapel Utama dihapus dari Gapeka. Sementara KA Tumapel jadi komuter sapujagad Surabaya-Malang.

Sementara KA Penataran terus berkibar sebagai lokalan Jawa Timur yang melintas di jalur kantong hingga ke Kertosono. Kemudian ke Surabaya via Jombang dan Mojokerto. Dikemudian hari lebih dikenal dengan KA Penataran Dhoho.

Ditengah hegemoni dan dominasi KA Penataran, Kereta Api Tumapel hanya kebagian dua perka (perjalanan kereta api) saja. Keberangkatan pagi hari dari Stasiun Malang dan malam hari dari Stasiun Surabaya Gubeng.

Gegara itupula sang legenda kini hanya menjadi komuter sapujagad. Bahkan trainsetnya aja berbagi dengan KA Penataran Dhoho. Boro-boro ada Prami dan sejenisnya, waktu tempuhnya pun 3 jam setara perjalanan KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung!

Kesimpulan

Di awal pengoperasian Kereta Api Tumapel, 14 Januari 1971, dua kota Surabaya dan Malang ditempuh hanya dalam waktu 80 menit. Dengan layanan setara dengan KA ekonomi plus kemenhub saat ini.

Seiring perjalanan waktu mengalami berbagai dinamika seperti perpanjangan rute ke Blitar dan penurunan layanan jadi kereta ekonomi lokal. Sekaligus menandai lahirnya KA Penataran di awal dekade 1980-an.

Hingga akhirnya harus menerima nasib cuma jadi kereta ekonomi lokal sapujagad rute Surabaya Gubeng – Malang. Jadwal keberangkatan pagi buta dari Malang dan malam hari dari Surabaya Gubeng.

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Tumapel

Harga tiket Kereta Api Tumapel Rp 10.000,00. Berikut adalah jadwal perjalanan selengkapnya (Gapeka 2021):

KA 375DatangBerangkatKA 368DatangBerangkat
Surabaya Gubeng20.45Malang04.15
Wonokromo20.5221.00Blimbing04.2204.24
Waru21.0821.17Singosari04.3204.34
Gedangan21.2321.25Lawang04.4404.47
Sidoarjo21.3521.42Wonokerto05.1205.27
Tanggulangin21.4921.51Bangil05.3905.45
Porong21.5621.58Porong05.5806.00
Bangil22.1122.14Tanggulangin06.0606.14
Lawang22.5422.57Sidoarjo06.2106.27
Singosari23.0723.09Gedangan06.3606.38
Blimbing23.1723.19Waru06.4406.46
Malang23.25Wonokromo06.5306.57
Surabaya Gubeng07.0407.08
Surabaya Kota07.16

Galeri Foto

Referensi

Admin. 2022. Sejarah KA Lokal Jalur Kantong. Jakarta: Roda Sayap.

Aktual Kita. 2022. Jadwal KA Tumapel Surabaya Malang 2022. Jakarta: Informasi Aktual, Update Info Aktual Untuk Anda (aktual.web.id)

Elynora, Sarah. 2022. Jadwal Kereta Api Surabaya – Malang dan Kereta Api Penataran – Tumapel Tahun 2022. Malang: Suryamalang.


Comments

One response to “Kereta Api Tumapel Pelopor Jadi Lokalan Sapujagad”

Leave a Reply