gedung birao tegal harusnya jadi destinasi dan icon pariwisata

Gedung Birao Tegal : Harusnya Jadi Destinasi dan Icon Pariwisata

Gedung Birao Tegal dioperasikan tahun 1913 sebagai kantor pusat operator swasta SCSM. Sayangnya seiring berjalan waktu justru jadi terbengkalai bahkan hingga kini. Terutama di malam hari muncul kesan angker dari sini. Padahal harusnya bisa jadi destinasi dan icon pariwisata seperti Lawang Sewu.

Pendahuluan

Terletak percis di depan Stasiun Tegal dan menghadap ke Monumen Lokomotif Tegal dan Taman Pancasila. Juga menjadi bagian dari Alun Alun Timur. Sayangnya justru yang terjadi sekarang gedung ini malah memunculkan kesan seram dan angker. Sebabnya telah terbengkalai sejak lama. Walaupun masih ada sedikit aktivitas.

Masuk jajaran gedung legendaris yang dimiliki PT. KAI seperti Lawang Sewu Semarang. Harusnya menjadi destinasi sekaligus icon Pariwisata di Kota Tegal. Dimana hal itulah yang bisa menjadikan alasan orang mengunjungi kota Bahari. Terlebih nggak banyak objek wisata di sini selain Pantai, Guci, dan beberapa taman.

Gedung Tua di Alun Alun Timur

Begitu keluar dari Stasiun Tegal memang akan disambut oleh Monumen Lokomotif Tegal yang berada di Taman Pancasila. Percis depan stasiun banget. Tapi bila kamu menoleh sedikit ke kanan, terdapat gedung tua yang berdiri kokoh.

Sebuah bangunan yang berdiri sejak tahun 1913. Bahkan lebih dulu ada sebelum Stasiun Tegal yang dibangun 1918 dan beroperasi hingga sekarang. Kebetulannya lagi arsitek gedung ini pun masih orang yang sama bernama Henri Mclaine Pont.

Berada di Alun Alun Timur Kota Tegal bersama dengan Stasiun dan Taman Pancasila berikut Monumen Lokomotif nya, gedung tua ini ternyata menyimpan sebuah sejarah. Merupakan bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia.

Gedung Birao Tegal Kantor Pusat SCSM

Namanya Gedung Birao Tegal, berdiri pada tahun 1913. Gedung ini merupakan kantor pusat dari operator kereta api swasta SCSM (Semarang Cheribon Stroomtram Maatschappij). Intinya mulai beroperasi nggak lama setelah SCSM mengakuisisi jaringan rel kereta api di Tegal peninggalan JSM (Java Spoorweg Maatschappiij).

Gedung Birao Tegal dan Jalur Kereta Pantura Barat

Kota Tegal adalah salah satu bagian penting dari Pantura Jawa. Posisinya tepat berada di pesisir utara. Walaupun nggak memiliki pelabuhan utama seperti halnya Cirebon dan Semarang lantaran terlalu dangkal. Sehingga kurang memenuhi persyaratan.

SCSM sendiri yang telah mengambil alih jaringan kereta api sebelum dekade 1900-an membangun jaringan rel mulai dari Cirebon hingga Kota Semarang. Bahkan termasuk percabangan menuju Kadipaten.

Bersama dengan NISM di sisi timur, SCSM mengambil bagian Jalur Kereta Pantura Barat. Sedangkan kantor pusatnya ada di Kota Tegal. Nah di sinilah letak hubungan antara Gedung Birao dan Jalur Kereta Pantura Barat.

Gedung Birao Tegal Nyaris Terlupakan

Sayangnya perjalanan sejarah juga yang membuat lambat laun jadi terlupakan. Entah kapan operasional kantor pusat SCSM ini berakhir. Tapi satu hal yang pasti bahwa kedatangan Jepang pada tahun 1942 mengubah tatanan perkeretaapian di Indonesia.

Tak terkecuali Gedung ini udah tentu juga beralih kepemilikan ke tangan Kekaisaran Jepang. Sama seperti Lawang Sewu Semarang. Namun sangat disayangkan pula ada potongan sejarah yang hilang di masa kemerdekaan. Sampai akhirnya Gedung Birao ini terbengkalai dan nyaris terlupakan.

Destinasi dan Icon Pariwisata Tegal

Hingga kini belum ada tanda bangunan tua legendaris ini difungsikan layaknya Lawang Sewu Semarang. Meski di satu sisi telah ditetapkan sebagai asset oleh PT.KAI. Belum adanya pemanfaatan yang jelas tentu menjadikannya punya kesan angker dan mistis. Apalagi jika malam hari tiba.

Keberadaan mobil dan motor yang parkir di halaman Gedung Birao Tegal sedikit mengurangi kesan tersebut. Terlihat memang ada sedikit aktivitas. Terdapat pula penerangan dari dalam gedung. Entah sekarang dimanfaatkan untuk apa bangunan ini.

Harusnya bangunan bersejarah ini bisa menjadi destinasi dan icon Pariwisata Tegal. Nggak melulu soal Pantai atau Guci. Tapi juga keberadaan sejarah si ular besi di Kota Bahari. Saat ini Lawang Sewu telah menjadi icon pariwisata bahkan kota Semarang itu sendiri. Udah semestinya hal yang sama juga berlaku di Gedung Birao Tegal.

Secara ketika masih beroperasi dulu gedung ini adalah representasi dari SCSM yang mengoperasikan jaringan rel kereta api di Jalur Kereta Pantura Barat. Bersama NISM di Lawang Sewu Semarang untuk sisi timur dan selatan, termasuk Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden).

Kesimpulan

Gedung Birao Tegal merupakan karya arsitek Henri Mclaine Pont yang mulai dioperasikan pada tahun 1913 sebagai kantor pusat operator SCSM. Pemilik lintas kereta Pantura Barat yang membentang dari Cirebon ke Kota Semarang plus percabangan ke Kadipaten.

Terletak di Alun Alun Timur bersama Stasiun Tegal dan Taman Pancasila. Namun sayangnya hingga kini belum beroperasi secara maksimal. Padahal punya potensi untuk jadi destinasi dan icon Pariwisata Tegal layaknya Lawang Sewu Semarang.

Galeri Foto