jalur kereta padalarang adakah yang non aktif

Jalur Kereta Padalarang Adakah Yang Non Aktif?

Disamping lintas utama, Jalur Kereta Padalarang ternyata ada yang non-aktif. Tentu keberadaannya menyisakan sebuah misteri. Namun kini telah beralih fungsi untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)

Pendahuluan

Rupanya pembahasan terkait Padalarang masih lanjut ya. Bukan sekedar pintu masuk Kota Bandung, ternyata daerah ini punya sejarah panjang. Khususnya terkait Sejarah Kereta Api Priangan yang mulai tahun 1884.

Tentang sejarah itu sendiri kita telah membahas Jalur KA Manggarai Padalarang, Terowongan Lampegan, dan terakhir Jalur KA Cikampek Padalarang sebuah shortcut yang memperpendek waktu tempuh Jakarta Surabaya di segmen Priangan Barat. Bayangin apa jadinya ya kalo shortcut itu nggak dibangun?

Apa iya kamu kepengen Jakarta Bandung 9 jam terus? Nggak usah selama itu deh, gimana kalo 6 jam misalnya? Masih kelamaan kan? Gimana kalo 9 jam? Makanya disini pemerintah kolonial Belanda memberi solusi perpendekan waktu tempuh dengan membangun shortcut.

Seputar Padalarang

Balik lagi ke Padalarang, untuk konteks ini juga sebelumnya udah kita bahas dua kali. Pertama tentang Tiber Padalarang. Kalo kamu pecinta fotografi Kereta Api siapa yang nggak kenal tempat itu?

Terakhir Stasiun KA Padalarang, berawal dari Halte dan kini dikembangkan jadi Transit Oriented Development (TOD) guna mendukung Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Ternyata dua pembahasan aja nggak cukup. Kenapa begitu? Masih ada satu hal lagi dan ini begitu menyisakan misteri, apa itu?

Jalur Kereta Padalarang

Nah pembahasan kali ini ialah Jalur Kereta Padalarang. Seperti diketahui bahwa ini adalah titik pertemuan dua lintas utama Priangan Barat sebagai bagian dari Trans Jawa. Pertama, Jalur KA Manggarai Padalarang yang telah beroperasi sejak 1884. Di tahun 1906 giliran shortcut Jalur KA Cikampek Padalarang.

Oke kalo ini sih dilihat dari pembahasan yang udah, mestinya kamu udah tau ya. Tapi rasanya ini masih belum membahas misterinya.

Jalur Kereta Padalarang Ternyata Ada Non Aktif

Inilah misteri dari titik pertemuan dua lintas utama Trans Jawa segmen Priangan Barat. Keberadaan sejumlah lintas yang statusnya non aktif. Bahkan bukan sekedar itu aja, kebanyakan mustahil untuk dilakukan reaktivasi

Lintas Cihaliwung Tagog Apu

Sebetulnya ini masih menjadi bagian dari Jalur KA Manggarai Padalarang. Sayang lintas ini belum dibuka untuk umum. Memang belum bisa dibilang Non Aktif karena masih dipake untuk keperluan inspeksi. Dengan kata lain statusnya masih Semi Aktif.

Keberadaan lintas ini bisa dibilang ironi sih. Bukan apa-apa, sejatinya secara umum Jalur KA Manggarai Padalarang udah lama dioperasikan lagi setelah sempat lama vakum akibat kondisi rel yang uzur. Begitupula Terowongan Lampegan telah lama dipugar.

Sayangnya lintas yang masih beroperasi baru sampai Stasiun Cipatat. Sebetulnya masih nyambung sampai Cihaliwung hingga Stasiun KA Padalarang. Namun karena dianggap kelewat ekstrem (40 per mil) dengan kondisi tanah labil, kemungkinan besar jalurnya akan dialihkan dan dibuat yang baru menuju Sasaksaat.

Jadi nantinya bukan lagi petak Cipatat Tagog Apu, dirubah jadi Cipatat Sasaksaat. Bergabung dengan Jalur KA Cikampek Padalarang. Sehingga nanti bila ini terbangun, titik pertemuannya bergeser jadi di Sasaksaat. Nah untuk Tagog Apu sendiri akan dibuat terminus. Mungkin juga untuk simpan kereta. Kondisi yang mirip dengan Bukit Duri.

Jalur Kereta Padalarang ke Pabrik Kertas

Siapa yang nggak kenal Pabrik Kertas Padalarang? Udah terkenal banget kan? Nah ternyata dulu itu pernah ada percabangan ke sini. Semakin kuat dengan keberadaan bekas gudang di sebelah Stasiun KA Padalarang. Sekarang gudangnya dibongkar untuk Stasiun KCJB.

Nggak hanya ke Pabrik Kertas, jaman dulu udah jamak banget namanya Pabrik dekat jalur kereta itu punya percabangan sendiri. Masih ingat pembahasan Stasiun Cikudapateuh yang punya percabangan ke Pasar Kosambi?

Sayang seiring berjalannya waktu, tak terkecuali Pabrik Kertas Padalarang, semua mulai meninggalkan si ular besi dan beralih ke ban karet. Adapun bekas percabangan ke Pabrik Kertas itu belok ke kiri dari jalur utama. Bisa jadi juga memotong apabila terusannya ke terminal angkutan barang yang ada Turntable nya.

Jalur Kereta Padalarang : Pabrik Kertas/Cihaliwung – Terminal Barang

Stasiun KA Padalarang pernah punya terminal angkutan barang. Area khusus untuk kereta barang. Di sini bahkan dilengkapi Turntable. Diduga juga pernah ada Sub Dipo Lokomotif. Nah ternyata dari sini ada jalur yang mengarah ke barat. Tembusannya antara Pabrik Kertas atau Cihaliwung.

Area itu dulunya berupa rerumputan. Banyak dijumpai bekas-bekas rel, malah ada jembatan juga menyeberangi kali kecil, dan viaduct mini untuk saluran air. Sekarang semua udah diratakan untuk kepentingan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Dari Jalur Simpan Hingga Jembatan Tol

Bukan hanya ke barat, Jalur Kereta Padalarang Non Aktif juga pernah ditemukan mengarah ke Timur. Mulai dari jalur simpan sampai dekat Jembatan Tol. Ini terlihat dari banyaknya bekas rel di sepanjang jalan akses warga. Semua tertimbun aspal. Bekas tiang sinyal mekanik pernah terlihat dipakai untuk Toa Masjid disitu.

Jalur simpan ini sejatinya masih aktif, digunakan untuk menyimpan gerbong ballast. Dari situ ada wesel pemisah yang berbelok ke jalur aktif dan non aktif. Boleh dibilang inilah rel yang tersisa dari area terminal angkutan barang yang ada turntable-nya.

Sama seperti sebelumnya, jalur non aktif ini sekarang telah menjadi Jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Bahkan penyimpanan gerbong ballast nya pun udah nggak ada. Dibongkar untuk kepentingan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Nggak Benar-Benar Hilang

Kecuali segmen Pabrik Kertas, jalur kereta Padalarang non-aktif itu sebetulnya nggak benar-benar hilang. Lagi-lagi semua berkat adanya sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) bernama Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

KCJB sadar atau nggak telah mengembalikan marwah Stasiun KA Padalarang sebagai stasiun besar. Lebih dari itu siap menjadi Transit Oriented Development (TOD). Integrasi bukan hanya dengan sesama kereta tapi juga transportasi umum lainnya.

Kalo dibilang KCJB “mereaktivasi” sebagian jalur kereta non-aktif pun sebetulnya nggak bisa disalahkan. Termasuk yang sejajar dengan lintas utama menuju sekitaran Jembatan Tol. Intinya kan tetap jadi lintasan kereta. Walapun jadinya kereta cepat.

Dengan demikian terjawablah sejumlah misteri yang ditimbulkan keberadaan beberapa jalur non aktif tersebut. Itu juga menjadi bukti bahwa dulu Stasiun KA Padalarang punya fasilitas lengkap sehingga layak dikatagorikan stasiun besar.

Kesimpulan

Tenyata Jalur Kereta Padalarang Non Aktif itu memang ada. Pertama lintas Cihaliwung Tagog Apu. Walaupun ini berstatus semi aktif, namun nggak ada layanan penumpang. Bahkan bila nanti shortcut Cipatat Sasaksaat dibangun, kondisi Tagog Apu akan semisal Bukit Duri. Terminus untuk menyimpan kereta.

Kedua lintas menuju Pabrik Kertas Padalarang. Ketiga dari terminal angkutan barang arah barat (Cihaliwung atau Pabrik Kertas). Bisa jadi percabangan ini memotong jalur utama menuju Pabrik Kertas. Di daerah padang rumput banyak ditemukan bekas rel tertimbun tanah. Hingga bekas jembatan.

Terakhir dari jalur simpan hingga sekitar Jembatan Tol. Banyak ditemukan bekas rel tertimbun aspal. Bahkan toa masjid pun menggunakan bekas tiang sinyal mekanik. Kecuali ke Pabrik kertas, semua percabangan itu nggak benar-benar mati dan kini siap hidup lagi sebagai jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Sehingga terjawablah sejumlah misteri yang muncul lewat keberadaan empat jalur non aktif tersebut. Membuktikan Stasiun KA Padalarang memang dari awal merupakan stasiun besar dengan fasilitas lengkap.

Galeri Foto