kereta api progo senja jadi ekonomi plus

Kereta Api Progo : Senja Jadi Ekonomi Plus (Tarif Bisa Naik)

Termasuk salah satu barisan kereta legendaris, Kereta Api Progo kini telah menjadi kereta ekonomi plus dengan tarif normal tanpa subsidi. Meskipun masih memakai rangkaian 106 penumpang dengan stamformasi kursi 3-2. Adakah kemungkinan makin naik?

Pendahuluan

Inilah rangkaian kereta ekonomi koridor Jakarta – Jogja paling legendaris. Telah beroperasi sejak awal dekade 1970-an. Beberapa kali mengalami perubahan nama karena satu dan lain hal. Bahkan yang terakhir lantaran sering apes hingga memakan korban jiwa.

Dulunya kereta ini terkenal dengan layanan kelas rakyat. Kalo era sekarang disebut ekonomi bersubsidi (PSO). Keberadaannya sebagai kereta rakyat berlangsung hingga sekitar tahun 2018. Sebelum akhirnya memberlakukan tarif normal meski fasilitas masih sama.

Karena itu nggak usah heran bila dikemudian hari ada peluang harga tiketnya bisa lebih mahal dari sekarang. Pasalnya PT. KAI kini telah mengubah secara bertahap interior kereta ekonomi menjadi lebih nyaman.

Kereta Api Progo : Sejarah, Rute, Fasiiitas, dan Seat

Sang legenda tersebut bernama Kereta Api Progo. Namanya diambil dari Sungai Progo yang berada di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai ini hulunya ada di wilayah Kedu dan bermuara di Samudera Hindia.

Nama Progo memang bukanlah nama asli kereta ini. Karena baru digunakan pada 4 Juni 2022. Sebelumnya telah 3 kali berganti nama bahkan yang paling akhir lantaran sering mengalami apes hingga memakan korban jiwa.

Sejarah Panjang Sang Legenda

Beroperasi di awal dekade 1970-an sebagai satu dari 4 rangkaian kereta Senja di koridor Gambir – Yogyakarta. Dengan layanan kereta ekonomi reguler. Tentunya dengan tarif sangat merakyat. Menghadirkan pilihan murah dari Jakarta ke Jogja.

Pada tahun 1980-an, namanya berubah menjadi Senja Ekonomi Jogja. Hal ini untuk membedakannya dengan Senja Utama Jogja yang kelasnya lebih tinggi. Dimana waktu itu punya layanan kereta bisnis.

Barulah di era 1990-an namanya menjadi Empu Jaya. Terlebih setelah mengalami perubahan rute yakni Lempuyangan ke Stasiun Jakarta Pasar Senen. Nama Empu Jaya merupakan singkatan dari Lempuyangan Jakarta Raya.

Empu Jaya waktu itu merupakan kereta paling murah untuk perjalanan ke Jogja. Sayang seiring berjalannya waktu nasib kereta ini sering mengalami apes. Bahkan di tahun 2000-an mengalami musibah parah hingga menimbulkan korban jiwa. Sehingga per 4 Juni 2000 diganti jadi Progo

Empu Jaya dan Mitologi Jawa

Mengapa sejak memakai nama Empu Jaya kereta ini sering ketiban sial? Bahkan sampai memakan korban jiwa seperti Tragedi Ketanggungan Barat di 25 Desember 2001?

Dalam mitologi Jawa, Empu itu punya kedudukan tinggi dan terhormat. Sehingga harusnya embel-embel Empu disematkan untuk kereta eksekutif atau yang lebih tinggi lagi. Nah karena ini kereta ekonomi rakyat dianggap nggak pantas dan merendahkan.

Seringnya Empu Jaya mengalami sial boleh jadi lantaran beban berat tersebut. Namun itu berdasarkan mitologi Jawa ya. Terlepas apapun itu, per 2002 namanya telah menjadi Kereta Api Progo hingga sekarang.

Rute Kereta Api Progo

Kereta ini melayani rute dari Stasiun Jakarta Pasar Senen ke Lempuyangan dan sebaliknya. Dalam perjalanannya berhenti di beberapa stasiun seperti Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, hingga Wates. Melewati Jalur KA Cirebon Kroya.

Fasilitas Kereta Api Progo

Kereta ini memiliki fasilitas AC Split dan Toilet. Mengingat sebelumnya ini merupakan rangkaian kereta ekonomi subsidi. Dimana mulai tahun 2012 seluruh kereta ekonomi subsidi dipasang fasilitas AC Split. Demi memberi rasa nyaman kepada para penumpangnya.

Seat Kereta Api Progo

Sebagai mantan kereta ekonomi subsidi, tentu seat nya masih bawaan dari sana. Menggunakan kursi plastik tegal 90 derajat berhadapan. Stamformasi 2-3 dimana satu gerbong terdiri dari 106 seat.

Meskipun demikian hal tersebut nggak sampai melunturkan statusnya saat ini sebagai kereta ekonomi plus. Secara tarif yang berlaku pun merupakan komersial (normal) terdiri dari beberapa subklas.

Peluang Meningkatkan Kenyamanan dan Kenaikan Harga

PT. KAI kini tengah merombak interior kereta ekonomi plus secara bertahap. Untuk bisa memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpangnya. Salah satu yang dirubah ialah seat nya.

Dengan perubahan itu nggak ada lagi namanya seat tegak 90 derajat. Baik untuk SF 2-3 (106) maupun 2-2 (80). Dua telah dirubah yakni KA Jayabaya dan Gaya Baru Malam Selatan (GBMS). Kini kedua kereta memiliki interior yang mendekati kereta eksekutif. Kapasitasnya jadi hanya 70-an seat.

Nah sebagai salah satu kereta ekonomi komersial, Kereta Api Progo sejatinya punya peluang untuk dibuat seperti itu. Tentu apabila hal itu dilakukan nggak usah heran tiketnya akan mengalami kenaikan.

Saat ini tiket KA Progo ada di kisaran 190-250 ribuan. Nah kalo nanti benar ada perombakan seat jadi seperti Jayabaya dan GBMS bersiaplah untuk mengalami kenaikan tarif. Bisa jadi ada di 300 ribuan. Dengan itu sang legenda akan masuk jajaran kereta elite.

Kesimpulan

Kereta Api Progo pertama kali beroperasi di tahun 1970-an sebagai salah satu layanan Senja. Kemudian jadi Senja Ekonomi Jogja, dan di dekade 90-an mulai dikenal dengan Empu Jaya. Namun sayang mengalami sial hingga diganti lagi di 4 Juni 2022 menjadi seperti sekarang.

Kereta ini melayani rute Stasiun Jakarta Pasar Senen ke Lempuyangan dan sebaliknya. Melewati Jalur KA Cirebon Kroya. Meski telah menjadi kereta ekonomi plus dengan tarif komersial, masih menggunakan rangkaian 106 penumpang dengan seat 2-3 berhadapan. Masih tegak 90 derajat.

Perubahan interior khususnya tempat duduk di kereta ekonomi plus bukan nggak mungkin akan menyasar sang legenda. Bila itu terjadi bersiaplah untuk kenaikan harga tiket.

Galeri Foto

Video