Stasiun Kabat Banyuwangi aslinya dibangun Staats Spoorwegen (SS). Kemudian jadi saksi sejarah jalur kereta pertama karya anak bangsa tahun 1985. Namun stasiun ini sekarang dalam kondisi sangat miris. Padahal dekat ke Banyuwangi Park. Mungkinkah direaktiviasi?
Pendahuluan
Nggak sedikit yang menuding Pemerintah Orde Baru itu anti sepur. Banyaknya lintas cabang yang non aktif sepanjang dekade 1970-an dan 1980-an seolah membuktikan tudingan itu.
Tapi keberadaan Jalur Kereta Api Ketapang yang dibangun PJKA tahun 1984 dan beroperasi 1985 adalah bantahan dari tudingan nggak perhatian sama sepur.
Sebelum jalur kereta pertama karya anak bangsa ini, Pemerintah Orde Baru udah pernah memodernisasi angkutan kereta perkotaan tahun 1976. Datangin KRL dan KRD baru buatan Jepang. Coba kalo nggak ada itu, bisa jadi selamanya kita akan pake lokomotif listrik si Bon Bon warisan kolonial yang udah semakin renta.
Juga mereaktivasi jalur kereta api dari Sidoarjo ke Tarik di awal 1980. Padahal jalur ini sempat non aktif tahun 1972. Nah keberadaan jalur kereta pertama karya anak bangsa di tanah suku Osing tentu punya saksi.
Namun sayangnya saksi sejarah itu justru kondisinya sangat miris. Bangunan stasiun udah roboh dan mangkrak sampe sekarang. Padahal dari sini dekat ke Banyuwangi Park, salah satu destinasi wisata Kabupaten Banyuwangi. Mungkinkah direaktivasi?
Jalur Kereta Api Ketapang, Penegasan Lintas Utama
Sebelum kita lanjut, tulisan ini sebenarnya masih lanjutin pembahasan Jalur Kereta Api Ketapang. Nah Keberadaan jalur ini turut mempertegas posisi Jalur Kereta Kalisat Banyuwangi sebagai lintas utama.
Pasalnya, ketika awal dibangun Staats Spoorwegen (SS), ini adalah lintas cabang. Sedangkan Jalur utamanya itu Kalisat-Panarukan. Namun, seiring berjalannya waktu, pamor jalur yang mulai beroperasi 1897 itu terus menurun dan tergeser oleh Jalur kereta Kalisat Banyuwangi.
Statusnya pun turun jadi lintas cabang. Sebagaimana lintas cabang lain, Jalur Kereta Kalisat-Panarukan ikut ngerasain kondisi hidup segan mati nggak mau. Memang sempat ada layanan kereta lokal. Tapi karena nggak kuat menanggung kerugian, jalur bersejarah inipun non aktif tahun 2004. Kini lagi dalam proses reaktivasi yang targetnya kelar 2029.
Stasiun Kabat Banyuwangi, Sebenarnya Dibangun Staats Spoorwegen (SS)
Oke sekarang kita masuk pembahasan utama ya. Saksi sejarah jalur kereta pertama karya anak bangsa ialah Stasiun Kabat Banyuwangi.
Sebenarnya stasiun ini dibangun oleh Staats Spoorwegen (SS) tahun 1902 sebagai bagian dari Jalur Kereta Kalisat Banyuwangi yang waktu itu merupakan lintas cabang. Namun akhirnya naik kelas jadi lintas utama.
Pembangunan jalur kereta api Ketapang oleh PJKA tahun 1984 mulainya dari sini. Jadi dibuat jalur yang lempeng ke arah utara sampai Pelabuhan Ketapang. Posisinya lebih dekat ke kawasan pegunungan Kabupaten Banyuwangi.

Stasiun Kabat Banyuwangi dan Percabangan Setahun
Setelah jadi dan beroperasi tahun 1985, stasiun ini punya percabangan. Pertama Jalur Kereta Api Ketapang yang baru, melewati dua stasiun yakni Karangasem (kini Stasiun Banyuwangi Kota) dan Argopuro.
Kedua adalah jalur lama peninggalan Staats Spoorwegen (SS) mengarah ke Stasiun Banyuwangi Lama, dan berakhir sekitar Pantai Boom Banyuwangi.
Waktu itu jalur lama masih beroperasi, Cuma melayani angkutan barang. Sementara angkutan penumpangnya udah pindah ke Banyuwangi Baru dekat Pelabuhan Ketapang. Sayangnya percabangan ini hanya berumur setahun. Pada 1986, jalur lama ke pesisir itupun tutup permanen sampai sekarang.
Stasiun Kabat Banyuwangi Dalam Kondisi Miris
Bangunan Stasiun ini ada dua, yakni Kabat Lama dan Kabat Baru. Stasiun Kabat Baru mulai beroperasi September 1985 bersamaan dengan jalur tersebut. Menggantikan stasiun lama.
Namun, nggak ada layanan penumpang di sini. Stasiun ini hanya melayani angkutan barang tepatnya pupuk. Karena ada kontrak antara PJKA dengan PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri).
Sayangnya kontrak ini berakhir sebelum pergantian Millenium. Alhasil, stasiun inipun jadi non aktif dan terlantar. Bahkan bangunan baru sampai roboh dan mangkrak sampai sekarang. Lebih parah dari peninggalan Belanda dan rumah sinyal yang masih relatif utuh.

Dekat Banyuwangi Park, Bisa Nggak Diaktifkan Lagi?
Sebenarnya, Stasiun Kabat Banyuwangi ini lebih dekat ke Banyuwangi Park. Salah satu destinasi wisata utama yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Tempat wisata edukasi dan hiburan yang masih grupnya Jatim Park.
Nah dengan posisi tersebut, mungkin kamu akan bertanya-tanya, bisa nggak stasiun ini direaktivasi dan revitalisasi?
Antara iya atau nggak. Pasalnya kondisi stasiun udah nyaris tinggal sisain rangka aja. Mau nggak mau harus ada revitalisasi. Bukan sekedar reaktivasi.
Tapi semuanya tergantung lagi sama permintaan pasar. Karena dulu kan stasiun ini pasarnya untuk angkutan Pupuk nya Pusri. Nah setelah nggak ada perpanjangan kontrak, otomatis aktivitas stasiun pun ikutan terhenti.
Kalo memang banyak permintaan untuk merevitalisasi stasiun, membukanya lagi untuk layanan penumpang, itu bisa aja terjadi. Nggak ada yang nggak mungkin. Apalagi kunjungan wisata ke Banyuwangi semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Stasiun Kabat Banyuwangi merupakan saksi keberadaan jalur kereta pertama karya anak bangsa, yakni Jalur Kereta Api Ketapang. Selain itu sebenarnya posisi stasiun cukup strategis dan dekat ke Banyuwangi Park.
Sayang kondisi bangunan stasiun kini sangat memprihatinkan dan nyaris tinggal rangkanya aja. Hal itu terjadi karena kontrak sama PT. Pusri yang berakhir sebelum pergantian Millenium. Karena memang dari awal stasiun ini melayani angkutan barang, tepatnya pupuk-nya PT. Pusri.
Soal reaktivasi karena kedekatan sama Banyuwangi Park itu, jawabannya bisa iya atau nggak. Tergantung permintaan pasar. Apalagi bangunan stasiun yang udah hancur perlu revitalisasi atau pembangunan ulang.


Leave a Reply