Kereta Api Probowangi : Dari Lokalan Temani Sang Legenda

Kereta Api Probowangi Temani Sang Legenda (Berhenti Dimana Saja)

Siapa sangka Kereta Api Probowangi yang sekarang temani Legenda Mutiara Timur di koridor Surabaya Banyuwangi itu asalnya cuma ekonomi lokal? Gimana nih ceritanya? Terus kereta ini berhenti dimana saja?

Pendahuluan

Hingga akhir dekade 1990-an, Kereta Api Mutiara Timur yang legendaris dan punya sejarah panjang itu boleh jadi maskot nya Tapal Kuda. Bahkan boleh jadi juga jadi pemain tunggal koridor Surabaya-Banyuwangi. Alasan kenapa market sang legenda udah kebentuk di sana.

Begitu pergantian millenium, barulah Sang Legenda nggak lagi sendirian nganterin warga Kota Pahlawan ke Tapal Kuda, dan sebaliknya. Akhirnya ada yang temani meski layanannya cuma kereta ekonomi. Nggak se-elite Mutiara Timur. Meskipun juga nggak sepenuhnya kereta baru.

Kereta Api Probowangi, Asalnya Ekonomi Lokal

Sesuai namanya aja, Kereta Api Probowangi itu kependekan dari Probolinggo-Banyuwangi. Asalnya kereta ekonomi lokal di Tapal Kuda. Bisa jadi pendahulunya KA Pandanwangi, si anomali itu. Melayani rute Probolinggo-Ketapang PP. Beda sama Pandanwangi sekarang yang cuma nyampe Stasiun Jember.

Nah di sini hilal mulai nampak, artinya ada kejelasan sedikit kapan si anomali itu mulai dinas. Karena nggak ada keterangan resmi soal itu. Oke, kita lanjut dulu ya.

Kereta Api Probowangi Jadi KA Jarak Jauh Awal 2000-an

Sekitar awal tahun 2000-an, Kereta Ekonomi Lokal Probowangi memperpanjang relasinya sampai Stasiun Surabaya Gubeng. Otomatis mulai saat itu statusnya berubah. Bukan lagi ekonomi lokal, naik pangkat jadi KA Jarak Jauh.

Kehadiran Kereta Api Probowangi jelas memberi alternatif lain perjalanan dari Banyuwangi ke Surabaya dan sebaliknya. Terutama buat kamu yang kepengen ngirit ongkos perjalanan. Opsi naik kereta ini bisa dipilih.

Oke, Probowangi perpanjang rute ke Surabaya di awal 2000-an. Statusnya naik jadi KA Jarak Jauh. Nah, di sini nih plot twist nya. Berarti bisa jadi KA Pandawangi Ketapang Jember PP itu mulai jalan awal 2000-an, buat gantiin Probowangi yang naik pangkat.

Di saat yang sama juga ada Pandanwangi lainnya di Daop 4 Semarang. Ini juga nggak kalah anomali. Digadang bisa mempersingkat Semarang Solo, gak taunya sama aja kaya ban karet. Sarana yang dipake cuma KRD uzur yang ditarik lokomotif tua renta sekelas BB200.

Nggak heran akhirnya stop operasi di 24 Oktober 2011 gegara udah berdarah-darah. Sedangkan kembarannya di Tapal Kuda masih tetap eksis sampai sekarang.

Temani Sang Legenda Mutiara Timur

Sejak tahun 1972, Kereta Api Mutiara Timur boleh dibilang pemain tunggal di koridor Surabaya Banyuwangi. Pertama kali hadir dengan layanan bisnis-ekonomi. Kemudian upgrade di awal 1990-an jadi campuran eksekutif-bisnis.

Berstatus sebagai kereta legendaris dan udah dinas sejak lama, market kereta ini udah terbentuk sejak lama. Namun kehadiran Kereta Api Probowangi di tahun 2000 bukan buat kompetitor, melainkan untuk menemani Sang Legenda biar nggak sendirian mengarungi koridor tersebut.

Kereta ini hadir untuk mengakomodasi segmen kereta ekonomi. Mengingat Mutiara Timur masuk di jajaran kereta elite.

Kereta Api Probowangi Berhenti Dimana Saja?

Untuk mengetahui kereta ini berhenti dimana saja, berikut adalah jadwal perjalanan kereta Probowangi rute Ketapang – Surabaya Gubeng PP berdasarkan Gapeka 2025:

Kesimpulan

Entah nyadar atau nggak, awal dinas Kereta Api Probowangi sebagai KA Jarak Jauh seolah munculin hilal tentang kapan KA Pandanwangi mulai dinas di koridor Ketapang Jember. Apalagi dengan Probowangi yang asalnya ekonomi lokal yang relasinya hampir mirip. Meski belum bisa dibenarin 100%.

Satu hal yang pasti, sejak awal 2000-an, kereta ini udah temani sang legenda Kereta Api Mutiara Timur di koridor Surabaya Banyuwangi. Ngasih alternatif terutama buat mereka yang pengen harga murah.

Di Gapeka 2025, kereta ini berhenti di 18 stasiun. Baik keberangkatan Stasiun Surabaya Gubeng, maupuyn dari Stasiun Ketapang. Kereta ini juga berhenti di Stasiun Banyuwangi Kota dan Jember.

Alternatif Murah di Koridor Surabaya Banyuwangi

Comments

Leave a Reply