sejarah kereta penolong pernah tangani tragedi bintaro 1987

Sejarah Kereta Penolong : Pernah Tangani Tragedi Bintaro 1987

Sejarah Kereta Penolong. Biasanya keluar kandang ketika terjadi PLH. Terdapat dua unit di Museum Kereta Api Ambarawa. Peninggalan NISM yang pernah jadi bagian dari Balai Yasa Pengok Jogja. Satunya lagi NR Manggarai yang pernah tangani Tragedi Bintaro 1987.

Pendahuluan

Setiap kali terjadi Peristiwa Luarbiasa Hebat (PLH), kereta ini selalu keluar dari kandangnya. Namun siapa sangka keberadaan kereta semacam ini ternyata punya sejarah panjang di Indonesia. Mulai ketika era NISM mengoperasikan si ular besi di Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden).

Seiring berjalan waktu jumlahnya terus bertambah. Di antaranya NR milik Balai Yasa Manggarai. Unit ini termasuk legendaris dan pernah “terlibat” dalam peristiwa bersejarah tanggal 19 Oktober 1987. Kedua unit NR tersebut kini telah menjadi koleksi Museum Kereta Api Ambarawa.

Sejarah Kereta Penolong : NR Balai Yasa Pengok peninggalan NISM

Sejarah Kereta Penolong tentu berkaitan erat dengan awal mula si ular besi beroperasi di Indonesia. Tercatat NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) jadi operator pertama di tanah air dengan status sebagai perusahaan swasta.

Jalur Semarang Tanggung adalah lintas pertama di tahun 1867. Kemudian berkembang hingga Solo dan Jogja. Adapun Balai Yasa Pengok posisinya berada di sisi utara Stasiun Lempuyangan. Inilah stasiun kereta pertama yang ada di Ngayogyakarta Hadiningrat. Mulai beroperasi 1872 sebagai terminus.

Balai Yasa Pengok sendiri mulai beroperasi 1914 dan tentu saja dimiliki oleh NISM. Lantas bagaimana dengan kereta penolongnya? Boleh jadi mulai ada bersamaan dengan itu atau bahkan sebelumnya. Intinya NISM mengadakan kereta penolong atau gerbong NR untuk melakukan pertolongan ketika terjadi PLH (Peristiwa Luarbiasa Hebat).

Sejarah Kereta Penolong : Gerbong NR Balai Yasa Pengok Asli 1.067 mm atau Modifikasi?

Hampir semua koleksi Museum Kereta Api Ambarawa memiliki spesifikasi untuk lebar spoor 1.067 mm. Termasuk Gerbong NR Balai Yasa Pengok tersebut. Apakah itu asli untuk gaunge 1.067 mm atau modifikasi dari 1.435 mm?

Seperti kita ketahui, jalur kereta milik NISM terutama di Lintas Kereta Api Mataram (Vortenslanden) dan sekitarnya menggunakan gaunge 1.435 mm. Hanya Jalur Kereta Jogja Ambarawa, Purwosari-Boyolali, dan Purwosari-Wonogiri-Baturetno yang 1.067 mm.

Balai Yasa Pengok posisinya di Lempuyangan yang kebetulan memakai lebar spoor 1.435 mm. Bila mengacu ke sini boleh jadi Gerbong NR tersebut sempat mengalami modifikasi dari 1.435 mm ke 1.067 mm. Seperti kereta jenazah yang mengantarkan jenazah Pakubuwono X.

Gerbong NR Balai Yasa Pengok dan Tragedi Kebasen 1981

Terlepas apakah unit yang ini atau bukan, Gerbong NR Balai Yasa Pengok pernah mengambil peran dalam Tragedi Kebasen 1981. Sebuah kecelakaan adu banteng antara KA Senja IV dengan KA Maja (cikal bakal Kereta Api Matarmaja) di lembah Sungai Serayu.

Sehingga dalam Sejarah Kereta Penolong di Indonesia pernah berperan menangani kecelakaan kereta api. Termasuk Tragedi Kebasen 1981 di bulan Januari.

Sejarah Kereta Penolong : Gerbong NR Manggarai dan Tragedi Bintaro 1987

Selain peninggalan NISM, Gerbong NR Manggarai juga telah menjadi koleksi museum Kereta Api Ambarawa. Belum jelas kapan gerbong penolong ini pertama kali dinas. Namun terlepas dari sejarahnya, Gerbong NR Manggarai pernah jadi bagian dari sebuah peristiwa bersejarah.

Tanggal 19 Oktober 1987 di Pondok Betung Bintaro Jakarta Selatan terjadi sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia perkeretaapian. Dua rangkaian kereta yakni KA Lokal Rangkasbitung (225) jurusan Stasiun Jakarta Kota bertabrakan adu banteng dengan KA Patas Merak (220) tujuan akhir Merak.

Inilah kecelakaan kereta api yang memakan korban jiwa terbesar di Indonesia. Khususnya setelah kemerdekaan. Tercatat 150 korban meninggal dunia. Kebanyakan dalam kondisi mengenaskan.

Beberapa hari setelahnya, Gerbong NR Manggarai dipakai untuk evakuasi dan membersihkan sisa-sisa kecelakaan maut tersebut. Di sini kereta penolong tersebut memainkan peran penting dalam menangani Tragedi Bintaro 1987.

Kesimpulan

Sejarah kereta Penolong di Indonesia telah ada sejak era kolonial Belanda. Satu diantaranya ialah Gerbong NR Balai Yasa Pengok yang merupakan peninggalan NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij). Terlepas kapan didatangkan dan apakah berperan dalam menangani Tragedi Kebasen 1981.

Kemudian ada lagi Gerbong NR Manggarai yang cukup legendaris. Pernah berperan dalam menangani Tragedi Bintaro 1987, kecelakaan kereta api dengan jumlah korban terbesar di Indonesia. Khususnya setelah kemerdekaan. Kedua unit ini sekarang jadi koleksi Museum Kereta Api Ambarawa.

Galeri Foto