01 kereta api pangandaran harusnya sampai sidareja

Kereta Api Pangandaran Harusnya Sampai Stasiun Sidareja

Sempat jadi primadona namun seketika berubah ”Kereta Hantu”, Inilah yang terjadi pada Kereta Api Pangandaran. Jika memang mengincar turis yang ke pantai harusnya sampai Stasiun Sidareja. Untungnya kini telah terakomodasi KA Baturraden Ekspres.

Pendahuluan

Mungkin konten ini masih berkaitan dengan Trip Kereta Api Bandung Semarang yang telah menyelesaikan bagian ke-4 nya. Memang benar sih. Jadi konten ini layaknya spin off dari sebuah film yang menampilkan plot hole.

Dimanakah Plot Hole dari konten tersebut yang telah dibuat dalam 4 seri dan akan segera menyelesaikan 2 seri lagi?

Sungai Serayu Cilacap Mengandung Plot Hole

Ternyata plot hole itu ada di bagian ke-3 yang Sungai Serayu Cilacap. Bukan spesifik membahas sungainya. Tapi lebih kepada perjalanan yang menyeberangi Sungai besar tersebut sebelum tiba di Stasiun Maos.

Plot hole itu muncul ketika KA Baturraden Ekspres tiba dan berhenti di Stasiun Sidareja. Masih lumayan jauh sih dari Maos. Lantas apakah plot hole yang dimaksud? Kok bisa gitu ya? Kepikiran ada Plot Hole di Sidareja?

Stasiun Sidareja Akses ke Pantai Pangandaran

Ternyata ini lho plot hole-nya. Stasiun Sidareja merupakan salah satu akses menuju Pantai Pangandaran. Bahkan disebut lebih dekat ketimbang dari Banjar. Kenyataannya pun demikian. Nggak sedikit turis tujuan Pantai Pangandaran yang turun di sini.

Wacana Reaktivasi dan KA Pangandaran

Permasalahannya di sini awal tahun 2019 pernah ada sebuah kereta yang memakai nama pantai terkenal itu. Pengembangan dari KA Argo Parahyangan. Boleh dibilang juga perpanjangan rute ke Banjar.

Di awal tahun itu pula sedang gencar wacana reaktivasi jalur non-aktif yang ada di Jawa Barat. Jalur KA Cibatu Garut lebih dulu direaktivasi. Namun ada satu lagi yakni Banjar-Pangandaran. Atas dasar itulah kemudian diluncurkan KA Pangandaran.

KA Pangandaran memiliki dua relasi yakni Gambir – Banjar PP dan Bandung – Banjar PP. Pada 6 bulan pertama operasionalnya disediakan tarif promo yang benar-benar nggak masuk akal. Lebih murah dari ongkos masuk toilet Mall BIP (Bandung Indah Plaza).

Kereta Api Pangandaran Seketika Jadi Primadona

Siapa coba yang nggak mau naik kereta api komersial tanpa subsidi dengan harga tiket hanya Rp 1.000,00 saja? Karena merupakan pengembangan dari Argo Parahyangan, Kereta Api Pangandaran jelas terhitung komersial.

Seketika kereta itupun jadi primadona. Untuk menaikinya pun membutuhkan perjuangan berat. Meski di awal bisa online, memasuki bulan ke-2 PT. KAI memberlakukan kebijakan wajib go show di stasiun. Reservasi online hanya berlaku untuk relasi Gambir-Banjar dan sebaliknya.

Selama satu semester awal 2019 kereta selalu terisi penuh oleh penumpang. Baik di eksekutif maupun premium. Sayangnya hal itu tak dibarengi dengan disiplin penumpang dalam menjaga fasilitas yang ada.

Kebanyakan yang naik itu sepertinya baru pertama kali berkereta api. Sehingga pihak operator kerap menemukan adanya kerusakan pada fasilitas yang ada di kereta. Mulai tirai, meja lipat, hingga pintu toilet. Perilaku jorok pun kerap jadi sorotan. Misalnya muntah sembarangan atau buang air kecil di Janitor.

Kereta Api Pangandaran Jadi ”Kereta Hantu”

Namun nggak lama setelah Lebaran 2019 seketika Kereta Api Pangandaran pun berubah jadi ”kereta hantu”. Bukan hal mistis ya, artinya di sini keretanya nyaris kosong melompong. Operator menerapkan tarif komersial.

Kondisi kereta kosong paling nyata ialah relasi Bandung – Banjar PP. Sedangkan rute Stasiun Gambir Jakarta walaupun nggak bisa dibilang rame seperti masa Promo itu setidaknya masih tertolong segmen Bandung-Gambir yang notabene tambang uang.

Mengulang Lagi Kesalahan

Dioperasikannya Kereta Api Pangandaran tujuan akhir Banjar menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa harus mengambil rute Banjar? Padahal dulu pernah ada kereta di situ dan hasilnya merugi.

KA Galuh Rame Tapi Boncos

Mulai KA Galuh kelas ekonomi walaupun secara nyata penuh tapi bukannya untung malah rugi. Lantaran banyak penumpang ngambing tanpa tiket. Awal dekade 2000-an kereta ini dihentikan operasionalnya.

Selain merugi juga dianggap nggak efisien. Ke Banjar doang masih terakomodasi kereta eksisting. Belum lagi keterlibatannya dalam Tragedi Trowek 1995 ketika digandengkan dengan KA Kahuripan.

Priangan Ekspres Saat Kereta Lagi Ditinggalkan

Tahun 2009 sekali lagi PT KAI mengoperasikan kereta api jurusan Banjar. Kali ini Priangan Ekspres. Berangkat dari Stasiun Jakarta Pasar Senen seperti KA Galuh pendahulunya. Kereta ini punya keunikan yakni memutar lewat Tanah Abang dan Stasiun Manggarai.

Namun kereta ini hanya beroperasi 5 bulan saja. Okupansi minim jadi alasan dihentikannya operasional Priangan Ekspres. Di tahun yang sama juga bepergian naik Travel Jakarta Bandung PP tengah menjadi trend. Hal yang juga pada akhirnya memaksa KA Parahyangan harus purnatugas setahun kemudian.

Sebetulnya Priangan Ekspres ditargetkan untuk pedagang Tanah Abang dan Senen. Sayang harga tiketnya lebih mahal dari bus. Waktu perjalanannya pun relatif lebih lama. Nggak bisa bersaing untuk ke Banjar. Segmen Jakarta Bandung nggak banyak menolong. Saat itu kereta lagi ditinggalkan. Banyak yang beralih ke Travel.

Membuat Hattrick dengan Kereta Api Pangandaran

Secara hampir bersamaan jelang akhir 2018 dan awal 2019, PT. KAI meluncurkan KA Pangandaran dan Galunggung. Kereta pertama melayani rute Banjar. Sedangkan Galunggung di Kiaracondong – Tasikmalaya.

Oke di sini kita nggak akan bahas Galunggung. Lebih fokus ke Kereta Api Pangandaran. Semester awal 2019 okupansinya bagus banget. Tapi sepertinya ini hanyalah sebuah fatamorgana. Terbukti setelah berlaku tarif komersial, sang primadona pun ditinggalkan begitu saja.

Beruntung memang agak tertolong segmen Jakarta – Bandung yang memang jadi tambang uang. Kondisi yang beda dengan 2009. Lantaran jalan tol mulai sering dilanda kemacetan. Sehingga si ular besi kembali dilirik hingga jadi rute gemuk.

KA Pangandaran masih bertahan di Gapeka 2019. Namun Pandemi Covid-19 jugalah yang akhrinya membuat kereta ini berhenti beroperasi. Sebelumnya pun relasi Bandung-Banjar telah dihentikan. Masih sempat fakultatif, Gapeka 2023 beneran dicoret. Seolah jadi hattrick kegagalan mengoperasikan kereta Banjar.

Kenapa Kereta Api Pangandaran Nggak Nyampe Sidareja?

Jika memang bukan untuk mengulangi kesalahan dan dalam rangka membranding Pantai Pangandaran sebagai destinasi wisata, mengapa rutenya mentok di Stasiun Banjar? Apakah alasannya segmen Banjar-Pangandaran masih non-aktif?

Kalopun benar dan memang mengincar turis yang hendak berlibur ke Pantai Pangandaran, kenapa rutenya nggak diperpanjang aja sampai Stasiun Sidareja? Bukankah saat ini stasiun tersebut jadi pintu masuk menuju Pantai Pangandaran? Lebih dekat daripada Banjar malahan.

Jika alasannya itu jelas banget blunder dan otomatis mencetak hattrick! Mereka lebih memilih KA Serayu dan kereta lainnya yang berhenti di Stasiun Sidareja. Akhirnya target market Kereta Api Pangandaran terambil semuanya. Tinggal menyisakan ampas aja.

Kini Telah Terakomodasi KA Baturraden Ekspres

Untungnya boleh jadi KAI menyadari bahwa mengoperasikan lagi kereta ini sama aja bunuh diri. Apalagi kalo rutenya mentok di Stasiun Banjar. Belum jelas juga kapan reaktivasi segmen Pangandaran bisa dieksekusi.

Kalopun mau dan mengincar turis Pangandaran, rutenya harus sampai Stasiun Sidareja. Kabar baiknya sekarang penumpang KA Pangandaran telah terakomodasi oleh KA Baturraden Ekspres. Selain kereta lainnya yang juga berhenti di Sidareja.

Okelah kalo aja dulu rute KA Pangandaran ke Sidareja boleh jadi ceritanya akan berbeda. Tapi hattrick kegagalan inipun bisa diambil hikmahnya. Tentu dengan beroperasinya KA Baturraden Ekspres dan di reroute melalui Priangan Timur.

Kesimpulan

Kereta Api Pangandaran sesuai dengan namanya dari pantai terkenal tentu mengincar turis yang akan ke sana. Meskipun rutenya mentok di Banjar. Namun seolah ini menjadi hattrick kegagalan. Dimana dua kereta sebelumnya pun harus berhenti beroperasi lantaran rugi.

Memang kalo mengincar turis Pantai Pangandaran rutenya diperpanjang sampai Stasiun Sidareja. Bisa jadi jika memang demikian adanya cerita akan berbeda. Namun kini semua telah tergantikan dan terakomodasi oleh KA Baturraden Ekspres yang berhenti di situ. Juga kereta lainnya.

Galeri Foto

Epilog