Jadwal KA Pangrango Gapeka 2025 : Kembali ke Bogor Paledang
Berikut adalah Jadwal KA Pangrango di Gapeka 2025 yang telah mengalami perubahan. Bersamaan dengan kembalinya…
Stasiun Batutulis Bogor : Tetap Setia Dengan Bangunan Lama
Stasiun Batutulis Bogor masih tetap setia dengan bangunan lama peninggalan Staats Spoorwegen (SS). Meskipun begitu,…
Kereta Api Pangrango : Hidupkan Kembali Jalur Legendaris
Beroperasinya Kereta Api Pangrango pada 9 November 2013 seolah hidupkan lagi jalur legendaris Bogor Bandung….
Stasiun Bogor Paledang : Sambut Kembali Kereta Pangrango
Stasiun Bogor Paledang telah banyak berubah. Kondisinya jauh lebih bagus dan lebih besar daripada 8…
Stasiun Cawang, Halte ke Transit Oriented Development (TOD)
Siapa sangka, Stasiun Cawang yang mulanya hanyalah sebuah halte di dekat Jembatan Tol kini berubah…
Kereta Api Tawang Alun : Termurah di Koridor Wisata
Melayani rute Ketapang-Malang Kotalama PP, Kereta Api Tawang Alun mulai dinas tahun 2002. Sesaat setelah…
Stasiun Kesamben : KA Majapahit Tak Lagi Berhenti (Si Itu Kah?)
Stasiun Kesamben kini hanya melayani satu KA Jarak Jauh yakni Matarmaja. Ditambah Commuter Line Dhoho…
Ranggajati Ekonomi New Generation Modifikasi : Maksimal 100 kpj
Tanggal 24 November 2024 Ranggajati Ekonomi New Generation modifikasi gantikan kereta bisnis yang telah 8…
Kereta Api Ranggajati Berhenti Dimana Saja? (Gapeka 2025)
Berikut adalah jadwal perjalanan Kereta Api Ranggajati di Gapeka 2025. Mulai 1 November 2024 layanan…
Sarana Lokomotif KA Lodaya 2025 : Nggak Lagi CC206 (Defisit)
Sarana Lokomotif KA Lodaya di Gapeka 2025 mengalami perubahan. Akibat defisit, Sang Macan nggak lagi…
Jadwal KA Malabar Gapeka 2025 : Dari Bandung Berhenti Klaten
Jadwal KA Malabar Gapeka 2025 untuk perjalanan pagi udah bukan lagi fakultatif. Keberangkatan dari Bandung…
Jadwal Kereta Matarmaja 2024 vs 2025 : Mana yang Lebih Cepat?
Sepekan sudah Gapeka 2025 berlaku, namun antara Jadwal Kereta Matarmaja 2024 dan sekarang manakah yang…
Kereta Api : KAJJ, Komuter, dan Wisata
Moda transportasi yang tak asing lagi bahkan telah menjadi pilihan utama untuk melakukan kegiatan traveling. Pada bagian ini tersedia berbagai artikel yang membahas seputar profil kereta api beserta rutenya. Termasuk juga sejarah pengoperasiannya. Kami membagi lagi ke dalam 3 sub katagori yakni
Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ)
Disebut juga layanan antar kota. Untuk menaiki kereta ini dibutuhkan proses reservasi tiket sampai pada boarding ketika berada di stasiun dan hendak berangkat. Biasanya pemesanan tiket bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan tergantung pada periodenya.
Nama-nama seperti Argo Parahyangan, Argo Semeru, Argo Wilis, Lodaya, Cikuray dan lainnya tentu cukup familiar di telinga kita. Nah itu semua akan dibahas di sini. Masuk dalam katagori KAJJ.
Namun bila berbicara soal jarak jauh, ternyata ada kereta jarak menengah atau aglomerasi yang secara prosedur untuk menaikinya sama seperti KAJJ
Naik aglomerasi seperti KA Joglosemarkerto atau Kamandaka membutuhkan proses reservasi dan boarding. Itu juga akan masuk dalam sub katagori KAJJ meski aslinya bukan KAJJ.
Pola operasional Kereta Aglomerasi cenderung mirip dengan komuter. Bedanya di sini membutuhkan proses boarding. Saat ini mayoritas KAJJ masih dioperasikan oleh PT. KAI, dan telah bertambah satu operator baru yakni KCIC selaku operator Kereta Cepat atau Whooosh.
Komuter dan Perintis
Moda transportasi Kereta Api sebagai penunjang aktivitas harian kamu. Misalkan mau kerja, kuliah, atau sekolah kadang membutuhkan moda transportasi ini. Untuk yang model begini dinamakan Kereta Komuter. Pola operasionalnya berhenti di setiap stasiun dan pemberhentian. Untuk menaikinya tanpa reservasi apalagi boarding.
Di sini kamu hanya perlu membeli tiket melalui aplikasi atau langsung Tap In Kartu Uang Elektronik (KUE) di stasiun langsung bisa naik kereta komuter. Bedanya komuter dan jarak jauh ialah diperbolehkan untuk berdiri. Bahkan dalam kondisi tertentu misalkan harus mengutamakan penumpang prioritas malah wajib berdiri.
Selain komuter ada satu lagi namanya Kereta Api Perintis. Bedanya pengoperasian Perintis cenderung dalam rangka menyelamatkan aset milik operator. Jadwalnya terbatas dan tarifnya pun murah karena disubsidi oleh pemerintah. Umumnya pola pengoperasian perintis mirip dengan komuter. Tergantung pada wilayah masing-masing.
Kereta Api Wisata dan Lainnya
Masih ada lagi kereta api wisata yang dioperasikan untuk kebutuhan pariwisata di destinasi wisata dengan tema Roda Besi seperti Ambarawa. Juga kereta-kereta barang hingga kereta inspeksi. Untuk barang ada yang berjadwal maupun KLB, sedangkan inspeksi biasanya KLB (Kereta Luar Biasa). Kereta Bandara yang dioperasikan Railink juga masuk di sini.
Kereta Api : Sarana, Stasiun, dan Infrastruktur Lainnya
Tak ketinggalan, pada bagian ini juga turut dibahas tentang sarana, stasiun, dan infrastruktur perkeretaapian lainnya.
Sarana
Sarana di sini mencakup kereta, gerbong, dan lokomotif yang dipakai untuk menarik rangkaian kereta. Termasuk juga kereta dengan tenaga listrik maupun diesel sebagai penggerak. Masuk di sini kereta-kereta khusus, inspeksi, hingga penolong.
Infrastruktur Perkeretaapian
Untuk mengoperasikan rangkaian kereta api, infrastruktur jelas perlu. Mencakup jaringan rel kereta, sistem persinyalan sebagai aspek keselamatan, jembatan untuk melewati sungai atau lembah, hingga terowongan.
Stasiun dan Pemberhentian
Apalah artinya rangkaian kereta api tanpa adanya stasiun dan pemberhentian. Ini merupakan fasilitas penting yang harus ada.
Stasiun sebagai titik keberangkatan awal maupun terminus. Sedangkan pemberhentian ada yang berupa halte dan stopplast. Halte hanya ada fasilitas loket dan ruang tunggu. Sedangkan stopplast biasanya hanyalah sebuah titik tanpa ada bangunan fisik. Namun sekarang keberadaan halte mulai berkurang. Bahkan stopplast sudah tak ada lagi.









