KA Argo Wilis masuk Stasiun Yogyakarta. Kini telah masuk Lintas Kereta Api Mataram. Separuh perjalanan telah dilewati. Namun drama belum berakhir. Duh apa lagi ya?
Pendahuluan
Trip KA Bandung Malang masih belum berakhir. Perjalanannya masih lumayan panjang. Sebelumnya aja baru melewati Cilacap Jogja Kereta. Sebuah jalur bersejarah yang akhirnya tersambung dengan Priangan Cilacap.
Sehingga pada tahun 1890-an jalur kereta api telah menembus salah satu wilayah Vortenslanden dan terbentuklah Trans Jawa. Batavia-Yogyakarta via Buitenzorg dan Bandung.
Memory Card Corrupt
Sayangnya perjalanan menelusuri jalur bersejarah itu harus diwarnai sebuah drama. Gegara permasalahan teknis memory card corrupt harus kehilangan lebih dari setengah konten foto dan video.
Di segmen Kroya-Kutoarjo nggak ada yang bisa diselamatkan sama sekali. Sehingga konten foto di segmen itu tak bisa disajikan. Tanpa terasa perjalanan pun telah tiba di Stasiun Yogyakarta. Artinya separuh jalan telah dilewati.
Namun sejatinya drama belumlah berakhir. Meskipun penyimpanan file telah dikembalikan ke mode default (memory hp). Duh drama apa lagi nih? Bukan traveling kali ya kalo nggak ada drama?
Before We Go
Jangan lupa untuk menyimak konten sebelumnya: Cilacap Jogja Kereta (part 2). Juga bagian pertama yakni KA Bandung Malang 1: Dari Bandung ke Cilacap. Biar lebih enak menyimak konten ini karena saling menyambung.
Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden
Barusan telah disinggung istilah Vortenslanden. Apa arti Vortenslanden? Yakni tanah para raja. Istilah itu muncul ketika pemerintah Kolonial Belanda menyebut daerah Jogja dan Solo Raya.
Dua wilayah utama Kerajaan Mataram. Nah selepas KA Argo Wilis berangkat dari Stasiun Yogyakarta jam 14.24 WIB kini saatnya Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden. Masih ada separuh perjalanan lagi sebelum tujuan akhir.
Maksudnya tujuan akhir resmi KA Argo Wilis ya. Mengingat ini adalah perjalanan KA Bandung Malang. Jadi setibanya di Surabaya nanti masih harus transfer lagi naik KA jurusan Stasiun Malang.
Dari Kuda Putih, Prameks, hingga KRL Joglo
Terlalu luas jika berbicara wilayah Kesultanan Mataram. Bukan sebatas Jogja Solo lagi. Karenanya mesti dibuat spesifik yakni di sisi Vortenslanden. Kalo dah gitu kan cakupannya dikerucutkan hanya Jogja dan Solo Raya.
Jadi Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden ini sejatinya punya sejarah panjang. Pertama kali dibangun oleh NISM (Nederlandsch Indische Stroomtram Maatchappij) tahun 1887. Menyambung jalur KA dari Semarang.
Pasca merdeka jadi lintasan untuk kereta komuter rute Jogja Solo PP. Awalnya menggunakan rangkaian KRD Kuda Putih. Sempat vakum lama, munculah KRD Prameks di tahun 1990-an. Sebelum akhirnya digantikan KRL Joglo mulai 2021.
Pemandangan Eksotis di Brambanan
Pemandangan Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden sejatinya biasa aja. Tentu akan berbeda bila cuaca bersahabat. Terutama bila menempati seat sebelah kiri akan menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dan Merbabu.
Namun saat KA Argo Wilis melintas kawasan sekitar Stasiun Brambanan barulah disuguhi pemandangan eksotis kawasan pegunugan sisi selatan seperti Gunung Api Purba Nganggeran Gunung Kidul dan Bukit Teletubies. Dengan catatan duduk di seat kanan.
Tiba di Stasiun Solo Balapan
Sempat disinggung di konten sebelumnya yang Cilacap Jogja Kereta, KA Argo Wilis hanya berhenti di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Balapan. Sedangkan stasiun lainnya bablas.
Tanpa terasa perjalanan KA Bandung Malang ini telah memasuki wilayah Kota Solo. Jam 02.57 WIB, KA Argo Wilis masuk Stasiun Solo Balapan. Bila dihitung waktu, dengan KA ini, Jogja Solo ditempuh kurang dari satu jam.
Masjid Muhammad Bin Zaid
Jam 15.06 WIB, KA Argo Wilis berangkat Stasiun Solo Balapan. Ada dua spot penting yang akan dilewati di Lintas Kereta Api Mataram kali ini . Masjid Muhammad Bin Zaid dan Jembatan Bengawan Solo selepas Stasiun Solo Jebres.
Uniknya Masjid Muhammad bin Zaid berada tepat di depan lintasan kereta api Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Madiun. Dua simpangan yang terbilang unik. Hal tersebut lantaran beda operartor di masa lalu.
Semarang-Yogyakarta (Vortenslanden) seperti kita ketahui awalnya dibangun dan dioperasikan oleh NISM. Bahkan menggunakan standard gaunge 1.435 mm. Sedangkan jalur menuju Madiun dibangun Staatspoorwegen (SS).
Jembatan Sungai Bengawan Solo
Selanjutnya KA Argo Wilis melintas Jembatan Sungai Bengawan Solo. Jembatan tersebut terletak antara Stasiun Solo Jebres dan Stasiun Palur. Terlihat Sungai Bengawan Solo masih dalam kondisi normal.
Normal di sini artinya debit airnya lagi nggak penuh. Sedikit info Sungai Bengawan Solo itu terpanjang di Pulau Jawa. Alirannya mulai dari Pegunungan Sewu di wilayah Wonogiri dan bermuara di Laut Jawa.
Makanya bila kita traveling naik kereta api lewat jalur utara juga akan ketemu Sungai Bengawan Solo. Tepatnya selepas Stasiun Cepu. Sungai ini jadi perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Akhir Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden
Pada kesempatan kali ini Jembatan Bengawan Solo jadi akhir dari Lintas Kereta Api Mataram di Vortenslanden. Meski demikian secara resmi barulah berakhir setelah KA Argo Wilis melintas langsung Stasiun Sragen.
Sragen sendiri masih masuk wilayah Surakarta Hadiningrat atau aglomerasi Solo Raya. Meskipun jangkauan lintas KRL Joglo saat ini baru mencapai Stasiun Palur di Kabupaten Karanganyar.
Drama Belum Berakhir
Sayangnya segmen Lintas Kereta Api Mataram pada Part 3 kali ini masih dihiasi drama. Kenapa ya kok bisa masih drama? Tentunya masih berkaitan memory card corrupt itu tadi.
Ketika KA Argo Wilis baru berangkat Stasiun Yogyakarta, saat itulah mengajukan komplain ke pihak Marketplace ternama. Maaf nggak sebut merk ya. Sebab unit rusak itu dibeli via Marketplace terkenal itu.
Selain memory card corrupt, drama lainnya ialah batere handphone yang terus menyusut. Sementara charger tertinggal di Bandung. Jadi nggak semua konten foto bisa diambil demi menghemat batere agar bisa sampai Surabaya.
Kesimpulan
Perjalanan KA Bandung Malang berlanjut ke Part 3. Setelah berangkat dari Stasiun Yogyakarta, KA Argo Wilis berada di lintas Kereta Api Mataram. Tepatnya di wilayah Vortenslanden.
Vortenslanden artinya tanah para Raja. Mencakup wilayah Ngayogyakarta Hadiningrat (Jogja) dan Surakarta Hadiningrat (Solo Raya). Satu spot eksotis ialah sekitar Brambanan, Gunung Api Nglanggeran dan Bukit Teletubies.
Selepas Stasiun Solo Balapan, Vortenslanden masih berlanjut hingga Stasiun Sragen. Terdapat dua spot lagi yakni Masjid Muhammad Bin Zaid di simpangan jalur Semarang dan Jembatan Bengawan Solo antara Stasiun Solo Jebres dan Palur.
Sayangnya di segmen Lintas Kereta Api Mataram Vortenslanden ini masih diliputi drama. Berkaitan dengan memory card corrupt dan charger tertinggal. Sehingga harus menghemat batere hingga Surabaya.
Galeri Foto












Leave a Reply