KA Elok Cibatu Jadi Garut Cibatuan

KA Elok Cibatu Jadi Lokal Garut Cibatuan

Dibukanya jalur KA Cibatu Garut berdampak pada KA Elok Cibatu yang diperpanjang rutenya. Namanya kini berubah menjadi KA Lokal Garut Cibatuan. Hampir selalu sarat penumpang terutama di akhir pekan dan hari libur.

Kereta lokal yang satu ini memang bukan sesuatu yang baru. Namun telah ada dan memiliki sejarah panjang. Merupakan rangkaian lokalan namun rutenya udah kaya kereta jarak jauh. Dari segi tarif sih murah ya.

Dahulu dengan Rp 8.000,00 udah bisa melancong dari Bandung ke Cibatu dan Purwakarta. Begitupun sebaliknya. Bahkan seringkali dimanfaatkan oleh para traveler dari Jakarta yang ingin berhemat. Tentunya dengan lebih dulu menumpang KRL Commuter Line dan berganti KA Walahar.

Dari Lokal Cibatuan Menjadi KA Elok Cibatu

Kereta tersebut bernama KA Lokal Cibatu dan telah eksis sejak lama. Melayani rute perjalanan antara Stasiun Cibatu dan Stasiun Purwakarta. Entah bagaimana asal usulnya, terutama di tahun 1990-an, juga dikenal dengan nama Simandra.

Namun apapun itu keberadaannya udah cukup membantu mereka yang berada di Priangan Barat ke Priangan Timur dan sebaliknya. Serta untuk menuju ke kawasan Bandung Raya (termasuk Kota Bandung).

Dulu kereta ini seringkali dijejali penumpang. Nggak jarang sampai meluber ke atap kereta. Apalagi dulu belum dilengkapi dengan fasilitas AC. Pedagang asongan dan pengamen pun seperti nggak ada habis-habisnya.

Membludaknya penumpang hingga atap itu sering terlihat setiap ada pertandingan sepakbola yang melibatkan tim nomor satu di Kota Bandung (bahkan Jawa Barat). Udah tau lah ya nggak usah disebut. Terlebih saat itu mainnya masih di Stadion Siliwangi yang jaraknya sangat dekat dengan Stasiun Cikudapateuh.  

Ketika PT.KAI memberlakukan kebijakan penertiban, KA Lokal Cibatuan ikut terkena dampaknya. Kenyamanan penumpang lebih diperhatikan lagi. Stasiun dan rangkaian kereta disterilkan dari mereka yang nggak ada kepentingan. Kemudian dilengkapi AC Split rumahan.

Hal yang sama juga diberlakukan di kereta ekonomi lainnya. Baik jarak jauh, menengah, maupun lokalan. Sekalipun demikian, untuk rangkaian kereta lokal masih boleh penumpang berdiri. Namun kapasitas angkut dibatasi hingga 150%.

Seiring berjalannya waktu, nama kereta inipun diganti lagi menjadi KA Elok Cibatu. Nama yang bagus sih kalo dilihat sekilas. Namun pada akhirnya kita baru tau bahwa istilah Elok di sini ternyata adalah singkatan dari Ekonomi Lokal.

Sedikit Aneh di Gapeka 2019

Awal Desember 2019, PT. KAI memberlakukan Gapeka 2019. Tentunya paling menarik ialah perpanjangan rute sejumlah rangkaian kereta api hingga ke Jakarta. Tujuannya kala itu untuk mengoptimalkan pendapatan dari segmen Bandung-Jakarta yang jadi tambang uang perusahaan.

Potong Rute dan Transit di Kiaracondong

Namun kita kerap mendapati beberapa keanehan di Gapeka 2019. Misalnya aja KA Lokal Bandung Raya rute Cicalengka-Purwakarta. Jika sebelumnya tersedia 2 perka masing-masing satu dari Cicalengka (malam) dan satu dari Purwakarta (shubuh), maka di sini rute baliknya malah dipotong mentok di Kiaracondong.

Jadi Bayar Dobel ke Cicalengka

Nah dari Kiaracondong melanjutkan perjalanan menuju Cibatu sebagai KA Elok Cibatu. Tarif yang dikenakan Rp 7.000,00 dari Purwakarta ke Kiaracondong dan Rp 7.000,00 dari Kiaracondong ke Cibatu. Kalo ditotal jadinya Rp 14.000,00. Mirip sama KA Lokal Garut Cibatuan sekarang untuk full trip sampe ke Stasiun Garut.

Kenapa aneh? Penumpang dari Purwakarta bila ingin lanjut harus turun dulu di Kiaracondong dan mengantri di loket untuk membeli tiket ke Cicalengka hingga Cibatu.

Udah gitu dikenakan tarif lagi Rp 7.000,00. Itu artinya ongkosnya jadi meningkat 2x lipat. Padahal sebelumnya cukup Rp 7.000,00 aja udah nyampe Stasiun Cicalengka tanpa pindah-pindah.

Setali Tiga Uang Kereta Api Galunggung

Fenomena aneh kaya gini juga terjadi di Kereta Api Galunggung. Jika sebelumnya gunakan idle Kahuripan, kali ini justru berbagi trainset dengan KA Lokal Bandung Raya. Jadi ada perka Lokal Baraya dari Padalarang mentok di Kiaracondong. Abis itu lanjut sebagai Kereta Api Galunggung.

Bedanya untuk trainset yang nantinya dipake Kereta Api Galunggung, itu rutenya Padalarang-Kiaracondong dengan tarif Rp 4.000,00. Sekalipun begitu, nasibnya setali tiga uang dengan KA Elok Cibatu. Potong rute di Kiaracondong.

Nggak Berlangsung Lama Gegara Covid-19

Inilah berbagai keanehan dalam Gapeka 2019 yang ternyata hanya efektif selama kurang lebih 3 bulan saja. Karena setelahnya Pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan pembatasan total. Sehingga otomatis meniadakan perjalanan jarak menengah dan jarak jauh.

KA Lokal Bandung Raya memang tetap jalan. Namun hanya di koridor Padalarang-Cicalengka saja. Untuk KA Elok Cibatu perkanya dibatalkan. Begitu juga KA Lokal Bandung Raya rute Cibatu-Padalarang, Cicalengka-Purwakarta, dan Purwakarta-Kiaracondong.

Sekitar bulan Juni 2020, KA Elok Cibatu kembali beroperasi. Masih tetap dalam Gapeka 2019. Tentunya karena kali ini momennya ialah AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), protokol Kesehatan ketat pun diberlakukan. Masker adalah harga mati. Itu masih berlaku hingga sekarang.

Kembali Jadi Lokal Cibatuan di Gapeka 2020

Nama KA Elok Cibatu akhirnya kembali menjadi KA Lokal Cibatuan di Gapeka 2020. Sejumlah perjalanan kereta api juga dikembalikan seperti sediakala. KA Argo Wilis, Malabar, Mutiara Selatan dan Turangga yang semula bablas ke Jakarta kini dikembalikan ke Stasiun Bandung.

Pola perjalanan aneh untuk lokalan juga dihapus. KA Lokal Cibatuan nggak lagi cuma ada di sore hari. Perjalanan shubuh pun dijadikan KA Lokal Cibatuan. Dimana dari Purwakarta langsung ke Stasiun Cibatu. Tarifnya Rp 8.000,00. Masih mending lah daripada bayar dobel gegara transit Kiaracondong dulu.

Namun ada hal unik, KA Walahar yang rutenya dipotong jadi Purwakarta-Cikarang PP ikut berbagi trainset dengan KA Lokal Cibatuan dan KA Lokal Bandung Raya. Makanya untuk perjalanan KA Lokal Cibatuan sore itu memakai trainset Walahar dari Cikarang.

Sebaliknya, KA Lokal Cibatuan tujuan akhir Purwakarta trainsetnya nggak dipake lagi untuk rute sebalinya. Namun lanjut ke Cikarang sebagai KA Walahar. Adapun untuk perka shubuh masih memakai trainset yang sebelumnya dinas sebagai KA Lokal Bandung Raya rute Cicalengka-Purwakarta.

Gapeka 2021 dan Transformasi ke Lokal Garut Cibatuan

Boleh jadi Gapeka 2020 hanya berlaku selama setahun. Lantaran untuk penyesuaian dengan situasi Pandemi Covid-19 dan berbagai perbaikan dari kebijakan yang boleh dibilang keliru di Gapeka 2019.

Pertengahan 2021 berlaku pola perjalanan baru Gapeka 2021. Kemudian ditandai dengan pelonggaran syarat perjalanan untuk KAJJ. Test Covid-19 nggak lagi diberlakukan bagi mereka yang telah mendapat vaksinasi lengkap plus booster. Hal tersebut dimulai pada Maret 2022.

Alhasil dunia perkeretaapian kembali bergairah setelah 2 tahun lamanya seperti mati suri. Paling monumental tentu saja beroperasinya jalur KA Cibatu Garut secara reguler. Itupun udah 2 tahun tertunda gegara Pandemi Covid-19.

Dengan dibukanya jalur legendaris tersebut, perjalanan KA Lokal Cibatuan diperpanjang hingga Stasiun Garut. Sehingga otomatis nama Lokal Cibatuan atau KA Elok Cibatu tak lagi relevan.

Kereta lokal rasa jarak jauh itupun transformasi menjadi KA Lokal Garut Cibatuan. Bahkan mendapatkan kehormatan menjadi kereta api reguler pertama yang melintas di Jalur KA Cibatu Garut setelah hampir 40 tahun mati suri.

KA Lokal Garut Cibatuan (KA Elok Cibatu) Pelopor Yang Sesungguhnya

Nah di konten sebelumnya disebut bahwa Kereta Api Cikuray adalah Pelopor Jalur Legendaris tersebut. Namun hal tersebut dalam konteks KAJJ. Karena pastinya kita semua ingin ada KAJJ lagi yang melayani rute dari dan menuju Stasiun Garut.

Dimana stasiun Garut kini bukan lagi sekedar bangun dari tidur panjang. Lebih dari itu telah menjadi stasiun termegah di Indonesia. Jika Kereta Api Cikuray adalah pelopor di KAJJ, maka KA Lokal Garut Cibatuan adalah pelopor yang sesungguhnya.

Sayang Nggak Bisa TekTok Lagi

Ada kabar baik sayangnya juga dibarengi dengan kabar yang kurang enak. Terlebih buat kamu yang biasa healing dengan cara tektok naik kereta api. Sampai dengan Gapeka 2019, KA Elok Cibatu yang ke Stasiun Purwakarta masih pake kereta yang sama untuk balik lagi ke Stasiun Cibatu.

Begitupula di Gapeka 2020 ketika balik lagi jadi KA Lokal Cibatu jadwalnya masih bersahabat. Meski udah rollingan trainset dengan KA Walahar rute Purwakarta-Cikarang PP. Namun hal ini nggak lagi berlaku di Gapeka 2021.

Jadwal keberangkatan KA Lokal Garut Cibatuan dari Stasiun Purwakarta maju kurang lebih satu jam lebih awal. Tentu menggunakan trainset yang sebelumnya dinas sebagai KA Walahar. Begitupun sebaliknya dari Garut ke Purwakarta lanjut ke Cikarang sebagai KA Walahar.

Tentunya dengan pola perjalanan begini kamu udah nggak bisa lagi tektok ke Purwakarta. Kedua kereta bila normal bertemu di Stasiun Sukatani. Buat kamu yang kepengen tektok disarankan cukup sampai Stasiun Cikadongdong aja.

Segala delay atau apalah itu harus diantisipasi sedini mungkin. Kalo maksain ke Plered walaupun bisa itu ada kemungkinan keduanya bertemu di sana bila terjadi delay tersebut. Apalagi di Sukatani mepet banget. Jadi amannya turun di Cikadongdong aja.

Galeri Foto KA Elok Cibatu