KA Lokal Garut Bandung Keberangkatan Siang

KA Lokal Garut Bandung Keberangkatan Siang

Perjalanan balik naik KA Lokal Garut bandung (Garut Cibatuan) keberangkatan siang. Ternyata dari awal udah banyak seat terisi. Seiring perjalanan makin penuh lantaran weekend. Apakah karena masih terbatas? atau ada yang ke Purwakarta hingga Jakarta?

Prologue

Reaktivasi jalur KA Cibatu Garut disambut antusias oleh warga, terutama warga Garut. Mereka telah lama menanti deru si ular besi di kota dodol. Sehingga punya alternatif perjalanan terutama menuju Bandung.

Hal tersebut terbukti dengan tingkat keterisian rangkaian kereta lokal. Bukan semata-mata tarifnya yang murah. Bisa jadi mereka juga ingin terbebas dari macet di jalanan. Juga ingin menikmati eksotisme lintas cabang itu.

Terkhusus KA Lokal Garut Cibatuan keberangkatan siang jam 10.55 dari Stasiun Garut. Nah dari situ aja kereta udah terisi sekitar 60-70% penumpang. Gimana dengan stasiun berikutnya?

Jangan Lupa

Sebelum lanjut, ada baiknya lebih dulu membaca konten berjudul KA Garut Cibatuan Jadwal Pagi Dari Bandung. Mengingat konten kali ini yang juga trip report sangat berkaitan dengan konten tersebut.

Langsung aja klik di sini >> KA Garut Cibatuan Jadwal Pagi dari Bandung.

KA Lokal Garut Bandung Pemberangkatan Terakhir

Kenapa bisa hampir seketika gerbong kereta terisi penuh? Adalah hal yang wajar mengingat dua kondisi bersamaan yakni weekend dan KA 441 itu adalah kereta terakhir dari Stasiun Garut. Lho kok masih pagi udah keberangkatan akhir?

Begitulah kondisinya saat ini. Untuk sementara memang demikian adanya. Dari Stasiun Garut ke Bandung dan Jakarta jatahnya keberangkatan pagi. Adapun sebaliknya itu dijatah sore dan malam hari.

KA Lokal Garut Bandung ini sendiri ialah KA Lokal Garut Cibatuan 441. Kereta terakhir dari Stasiun Garut yang berangkat di jam 10.55 WIB. Makanya buat yang tektokan doang sih nggak punya banyak waktu di Garut-nya.

Lebih ke Perjalanan yang Diambil.

Adapun penyebutan KA lokal Garut Bandung ini sejatinya lebih ke rute perjalanan yang diambil dari Stasiun Garut ke Stasiun Bandung. Seperti kita ketahui sebelumnya rute asli dari KA Lokal Garut Cibatuan adalah Garut-Purwakarta PP.

Nah makanya konten kali ini akan mengambil dari rute perjalanan. Bukan dari nama asli kereta tersebut. Karena toh nggak full trip juga kan? Juga untuk membedakan dengan kereta api Garut Bandung lainnya.

Pasalnya masih ada Kereta Api Cikuray yang bisa jadi alternatif. Meskipun statusnya lebih tinggi yakni KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh) dengan rute asli Garut-Jakarta Pasar Senen PP.

Penyebutan Garut juga bisa berarti semua stasiun yang ada di Kabupaten Garut. Sehingga nggak harus dari Stasiun Garut. Bisa aja Kereta Api Garut Bandung itu startnya dari Stasiun Cipeundeuy, Cibatu, atau Leles.

Perjalanan KA Lokal Garut Bandung di Jalur Legendaris

Fase awal perjalanan KA Lokal Garut Bandung (Garut Cibatuan) tentu di jalur reaktivasi, Jalur KA Cibatu Garut. Seperti udah disinggung di atas, di stasiun awal aja penumpangnya udah mengisi sekitar 60-70% seat yang ada.

Ditambah lagi namanya juga kereta lokal yang identik dengan angkutan untuk rakyat kecil, nggak sedikit yang membawa kardus. Apakah hanya wong cilik? Nyatanya nggak! Bahkan adapula yang membawa koper.

Dinamika di Stasiun Wanaraja dan Pasirjengkol

Dari Stasiun Garut hingga Cibatu, kereta berhenti di Stasiun Wanaraja dan Stasiun Pasirjengkol. Disini terjadi dinamika naik dan turun. Penumpang dari Garut Kota ada yang cuma nyampe di salah satu dari dua stasiun tersebut.

Di sisi lain ada juga yang naik KA Lokal Garut Bandung, baik dari Wanaraja maupun Pasirjengkol. Di jalur reaktivasi ini juga kita disuguhi pemandangan eksotis meski jalurnya datar.

Khusus yang mengambil jendela kanan arah ke Bandung, suguhan latar Gunung Sadakeling akan memanjakan mata di sepanjang lintas legendaris. Nah kalo diperhatikan gimana nggak bikin sekelas Charlie Chaplin terpesona?

Hujan di Pasirjengkol

Bukan itu aja, di Pasirjengkol ternyata turun hujan. Nah eksotisme pemandangan alam dengan view persawahan dan Gunung Sadakeling ditambah rintik hujan yang turun.

Banyak Naik dari Stasiun Cibatu

KA Lokal Garut Bandung tiba di Stasiun Cibatu jam 11.40 WIB. Nah disinilah banyak penumpang naik dan bisa jadi nggak semuanya dapat seat. Pasalnya seperti tadi udah diinfokan, penumpang Garut udah memenuhi 60-70% seat yang ada.

Di sini kereta berhenti selama 5 menit. Banyaknya penumpang naik sejatinya merupakan efek dari rangkaian kereta ini yang merupakan pengembangan dari KA Elok Cibatu. Dimana pastinya ada penumpang dari Cibatu ke Purwakarta.

Walaupun demikian, penumpang tujuan Purwakarta pun sejatinya telah ada sejak dari keberangkatan awal, Stasiun Garut. Karena inilah alternatif transportasi ramah di kantong dan bebas macet. Walaupun lama juga sih.

Aktivitas naik penumpang agak sedikit terhampat di 3 gerbong terdepan. Lantaran nggak kebagian peron. Alhasil petugas stasiun masih harus mendorong-dorong tangga.

Cibatu ke Bandung, Seluruh Seat KA Lokal Garut Bandung Terisi

Jam 11.45 KA Lokal Garut Bandung (KA Lokal Garut Cibatuan) berangkat dari Stasiun Cibatu. Di sini seluruh seat telah terisi penumpang. Karena banyak penumpang yang naik dari Stasiun Cibatu, juga dari stasiun Garut.

Dalam kondisi begini udah pasti penumpang yang naik dari stasiun berikutnya nggak akan kebagian seat. Pilihannya hanya ngebordes, lesehan, bahkan berdiri. Duh kebayang nggak tuh berdiri dalam waktu 2 jam lebih?

Lembah Cimanuk dan Sasak Beusi

Dari Stasiun Cibatu kita disuguhkan pemandangan lembah Sungai Cimanuk. Kemudian melintas di Sasak Beusi yang tepat berada di sungai tersebut. Inilah satu dari dua jembatan yang dibangun pada periode 1887-1889.

Beda dengan KA 448 sebelumnya, KA 441 ini berhenti di Halte Leuwigoong, 11.50. Hmm, gimana ya penumpang yang naik dari sini? Udah jelas nggak kebagian seat. Halte ini telah eksis sejak awal jalur Cicalengka Garut dibuka. Dan tetap sebagai Halte hingga kini.

Kereta hanya berhenti sebentar di sini dan berangkat lagi jam 11.53 WIB. Tentunya dalam kondisi seat 100% terisi.

Stasiun Karangsari, Ternyata Rombongan Itu Lagi

11.58, KA Lokal Garut Bandung (KA Lokal Garut Cibatuan) tiba di Stasiun Karangsari. Nah yang naik dari stasiun ini jumlahnya lebih banyak dari Halte Leuwigoong. Wah ternyata ramainya penumpang karena ada rombongan.

Dan rombongan itu lagi, yang sama ketika perjalanan naik KA Garut Cibatuan Keberangkatan Pagi dari Bandung. Mereka dari SMAN 4 Bandung. Kemungkinan besar mengunjungi Candi dan Situ Cangkuang.

Waktu awal berangkat dari Bandung ke Karangsari mereka semuanya dapat duduk. Namun sekarang nggak dapat seat. Semuanya telah terisi. Hingga mau nggak mau ya ngebordes, lesehan, atau berdiri. Kereta meninggalkan Stasiun Karangsari jam 12.01 WIB

Dari Leles ke Rancaekek Tanpa Susul Silang

Pemberhentian KA Lokal Garut Bandung selanjutnya ialah Stasiun Leles, 12.07. Termasuk stasiun rame juga dan favorit. Sama seperti Karangsari, penumpang naik dari sini nggak bakalan dapat seat.

Selepas Stasiun Leles (12.11), kereta mendaki lembah Mandalawangi. Seperti biasa suguhan pemandangan khas Priangan Timur mulai memanjakan mata di sini. Apalagi segmen ini termasuk salah satu yang cukup ekstrem.

Meski tentunya nggak seekstrem Lembah Trowek ya. Hanya ada satu stasiun yang “ngumpet” di Lembah Mandalawangi, yakni Stasiun Lebakjero. Kini stasiun tersebut hanya melayani persinyalan dan susul/silang secara insidentil.

Lebakjero ke Nagreg

Perjalanan dari Stasiun Leles ke Lebakjero kurang lebih 4 menit (12.17-12.21). Selanjutnya menuju Jembatan Citiis kurang lebih sama. Tepat 12.25 WIB kereta melintas tepat di atas bangunan bersejarah di jalur Cicalengka Garut itu.

Lagi-lagi di sini turun hujan gerimis. Kemudian kereta tiba di Stasiun Nagreg jam 12.30 WIB. Bedanya kali ini nggak ada susul silang seperti saat berangkat. Sekitar 4 menit berselang kereta berangkat lagi. Intensitas hujan kini semakin deras.

Menuruni Segmen Nagreg Cicalengka

Dari Nagreg ke Cicalengka jalurnya menurun dan ditempuh selama kurang lebih 11 menit. KA Lokal Garut Bandung (KA Lokal Garut Cibatuan) masuk jalur 2 Stasiun Cicalengka.

Di saat yang sama telah ada KA Lokal Bandung Raya (Jalur 1). Disini pula mulai ada penumpang turun meski nggak banyak. Tentunya yang naik pun ada, meski nggak akan dapat seat dan kereta dalam keadaan penuh. Berangkat lagi 12.50 WIB.

Haurpugur ke Rancaekek

5 menit kemudian tiba di Stasiun Haurpugur. Di sini ada beberapa penumpang naik meski kereta udah penuh. Boleh jadi mereka yang naik karena mengejar waktu atau bisa jadi juga memang mau ke Purwakarta atau lanjut Cikarang.

Berhenti di Haurpugur nya cuma 3 menit. 12.38 WIB berangkat lagi menuju stasiun berikutnya, yakni Stasiun Rancaekek. Sedikit catatan, bila melihat perka, KA Lokal Garut Cibatuan 441 akan silang susul dengan KA Serayu.  

Namun sejak dari Leles hingga tiba di Rancaekek di jam 13.04, belum sekalipun kereta mengalami persilangan dan persusulan. Maklum aja karena memang nggak ada jadwal KAJJ.

KA Lokal Garut Bandung Disilang Lokal Bandung Raya dan Disusul Serayu

KA Lokal Garut Bandung masuk jalur 3. Penumpang lagi-lagi bertambah. Malah ada tambahan rombongan lagi. Entah rombongan mana sekarang. Padahal rombongan SMAN 4 Bandung yang naik dari Karangsari aja udah nggak dapat seat.

Di jalur 1 Stasiun Rancaekek masuk KA Lokal Bandung Raya. Nah disinilah kereta disilang bergantian menggunakan rel menuju Kiaracondong. Kereta belum juga berangkat. Bener aja ternyata menunggu kedatangan KA Serayu.

Di jalur 2 melintas langsung KA Serayu dari Purwokerto dengan tujuan akhir Stasiun Jakarta Pasar Senen. Ternyata keretanya disusul di Stasiun Rancaekek. Barulah di jam 13.20 kereta bisa diberangkatkan. Itu artinya berhenti 16 menit.

Mulai Berkurang di Cimekar dan Ls Gedebage

Penumpang KA Garut Bandung baru berkurang ketika masuk Stasiun Cimekar, 13.25. Masuk di Jalur 2. Penumpang turun ternyata nggak sedikit. Walaupun masih penuh tapi mulai berkurang.

Kondisi Stasiun Cimekar kala itu cukup ramai. Sepertinya kebanyakan penumpang lokalan biasa sehingga lebih memilih menunggu KA Lokal Bandung Raya ketimbang ikut KA Garut Cibatuan. Secara ongkosnya juga beda. Kereta berangkat 13.27

Stasiun berikutnya adalah Gedebage, namun masih belum melayani penumpang lagi. Kereta melintas langsung di sini. Artinya perjalanan sampai dengan tujuan Stasiun Bandung akan lancar jaya tanpa mengalah.

Terlebih mulai dari Stasiun Kiaracondong udah Double Track. Kereta tiba di stasiun tersebut jam 13.36 WIB. Disini lagi-lagi banyak penumpang turun sehingga mengurangi kepenuhan kereta.

Di Stasiun Kiaracondong, KA Serayu Kalah Silang?

Namun ada hal unik di sini, KA Serayu telah tersedia di jalur 2 Stasiun Kiaracondong. Apakah ini memang berhenti reguler ataukan menunggu kedatangan KA Garut Cibatuan? Kalo menunggu artinya kalah silang dong?!

Semoga aja nggak kalah silang ya. Jadwal perjalanan normal. Karena kalo Lokal yang delay, otomatis berhenti di Gedebage menunggu KA Serayu. Ternyata nggak demikian.

Di sini penumpang naik juga ada. Kalo dihitung dengan yang turun ya agak seimbang. KA Lokal Garut Bandung inipun diberangkatkan jam 13.42 WIB dalam kondisi cuaca gerimis. Rupanya hujan agak kurang merata.

Masuk Cikudapateuh, Tak Terlihat Penumpang Bordes

Jam 13.46 WIB kereta tiba di Stasiun Cikudapateuh. Adakah penumpang naik dan turun di sini? Keduanya ada, namun masih tetap No Seat (tanpa tempat duduk). Kursi masih 100% terisi semua.

Meskipun begitu nggak lagi terlihat keberadaan penumpang mbordes. Paling tinggal Polsuska/Walka aja dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator lokalan. Cuaca hujan dan makin deras. Berangkat lagi 13.49 WIB.

KA Lokal Garut Bandung Tiba di Stasiun Bandung 13.55

Setelah selama kurang lebih 3 jam akhirnya perjalanan KA Lokal Garut Bandung naik KA Lokal Garut Cibatuan tiba di Stasiun Bandung. Bukan tujuan akhir kereta namun trip kali ini memang hanya nyampe Stasiun Bandung.

Disini juga penumpang dari Garut Area banyak yang turun. Penumpang kereta berkurang. Terlihat dari sebagian besar kursi yang kosong. Tapi di sisi lain banyak juga penumpang tujuan Purwakarta yang siap-siap di peron jalur 4.

Alternatif Menuju Jakarta via Purwakarta Cikarang

KA Lokal Garut Cibatuan kerap dijadikan alternatif perjalanan menuju Jakarta. Tujuan akhir kereta ini sejatinya ialah Stasiun Purwakarta. Namun trainsetnya lanjut ke Cikarang sebagai KA Walahar. Istilah lainnya rollingan gitu.

Makanya itu sepanjang perjalanan tadi nggak sedikit penumpang yang membawa barang di dalam dus. Juga bepergian sekeluarga. Boleh jadi tujuannya nggak ke Bandung, melainkan Purwakarta bahkan Jakarta via Cikarang.

Nah begitu KA Walahar yang trainsetnya rolling dari KA Lokal Garut Cibatuan ini tiba di Stasiun Cikarang, penumpang tujuan Jakarta transit di sini dan beralih menggunakan KRL Commuter Line.

Stasiun Cikarang adalah titik awal dan terminus Cikarang Loop Line. Rute kereta ini melingkar. Dari Jatinegara ke Stasiun Manggarai terus ke Stasiun Tanah Abang, Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Pasar Senen dan balik lagi.

Begitupun sebaliknya, dari Jatinegara mengarah ke Stasiun Jakarta Pasar Senen, kemudian Kampung Bandan, Tanah Abang, Manggarai, dan Jatinegara lagi. Lalu Cikarang lagi.

Perjalanan Murah, Bahkan Hingga Jakarta

Dari segi ongkos pun tergolong murah. Untuk perjalanan dari Stasiun Garut ke Stasiun Bandung aja Rp 14.000,00. Begitupun ke Stasiun Purwakarta. Adapun dari Stasiun Cibatu hingga Purwakarta tarifnya Rp 8.000,00.

Nah yang akan lanjut ke Cikarang dengan KA Walahar nambah lagi Rp 7.000,00. Kemudian bila lanjut ke Jakarta naik KRL Commuter Line harus siapkan kartu emoney untuk Tap In dan Tap Out. Usahakan saldo minimum Rp 5.000,00

Urutan Waktu Perjalanan KA Lokal Garut Bandung

Nah setelah panjang lebar di atas, yuk kita urutin waktu perjalanan naik KA Lokal Garut Bandung. Mulai dari Stasiun Garut hingga tiba di Stasiun Bandung. Nggak bablas Purwakarta ya, apalagi ke Cikarang dan Jakarta.

  • 10.55 WIB, Berangkat dari Stasiun Garut, kondisi 60-70% kursi terisi.
  • 11.14 WIB – 11.17 WIB, Singgah di Stasiun Wanaraja
  • 11.26 WIB – 11.30 WIB, Singgah di Stasiun Pasirjengkol, Cuaca hujan.

Catatan: Karakteristik penumpang di Jalur KA Cibatu Garut ada yang turun di Wanaraja atau Pasirjengkol, ada juga yang naik di keduanya.

  • 11.40 WIB – 11.45 WIB, Singgah di Stasiun Cibatu, penumpang banyak naik dan seluruh kursi kereta terisi. Berangkat dalam kondisi 100% mungkin ada yang berdiri juga.
  • 11.50 WIB – 11.53 WIB, singgah di Halte Leuwigoong.
  • 11.58 WIB – 12.01 WIB, singgah di Stasiun Karangsari, nah di sini rombongan SMAN 4 Bandung kembali naik. Namun nggak kebagian seat karena telah full seat sejak dari Stasiun Cibatu.
  • 12.07 WIB – 12.11 WIB, singgah di Stasiun Leles.
  • 12.21 WIB, melintas langsung Stasiun Lebakjero
  • 12.25 WIB, melintas Jembatan Citiis, Nagreg.
  • 12.30 WIB – 12.34 WIB, singgah di Stasiun Nagreg
  • 12.46 WIB – 12.50 WIB, singgah di Stasiun Cicalengka, mulai ada yang turun
  • 12.55 WIB – 12.58 WIB, singgah di Stasiun Haurpugur, beberapa penumpang naik dan masih full seat.
  • 13.04 WIB – 13.20 WIB, singgah di Stasiun Rancaekek, disilang KA Lokal Bandung Raya dan disusul KA Serayu. Ada tambahan penumpang termasuk rombongan. Masih full seat.
  • 13.25 WIB – 13.27 WIB, singgah di Stasiun Cimekar, nggak sedikit penumpang turun.
  • 13.36 WIB – 13.42 WIB, singgah di Stasiun Kiaracondong. Kepenuhan kereta mulai berkurang banyak. Penumpang naik dan turun seimbang.
  • 13.46 WIB – 13.49 WIB, singgah di Stasiun Cikudapateuh. Penumpang naik dan turun ada. Masih full seat.
  • 13.55 WIB, Tiba di Stasiun Bandung. Banyak penumpang dari Garut yang turun. Kursi mulai banyak yang kosong. Penumpang ke Purwakarta, Cikarang, dan Jakarta mulai antri di peron jalur 4.

Kesimpulan

Perjalanan naik KA Lokal Garut Bandung dengan KA Lokal Garut Cibatuan menempuh waktu kurang lebih 3 jam. Berangkat jam 10.55 WIB dari Stasiun Garut dan Tiba di Stasiun Bandung jam 13.55 WIB. Ini adalah pemberangkatan terakhir.

Selama perjalanan juga kereta terisi penuh, bisa jadi gegara terakhir itu juga, selain weekend. Bahkan dari Cibatu hingga Kiaracondong penumpang boleh dibilang sedikit berjejalan hingga ada yang bordes. Terlebih ada 2 rombongan dan salah satunya dari SMAN 4 Bandung. Cuaca hujan mulai dari Pasirjengkol dan agak kurang merata.

Adapun harga tiket Rp 14.000,00. Itu sama dengan full trip dari Stasiun Garut ke Stasiun Purwakarta. KA Lokal Garut Cibatuan bisa jadi alternatif perjalanan murah hingga ke Jakarta. Transit 2 kali di Purwakarta dan Cikarang.

Galeri Foto

Leave a Reply

%d bloggers like this: